Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Cara UKM Memilih AI Lokal dan Agentic AI untuk Bisnis

Cara UKM Memilih AI Lokal dan Agentic AI untuk Bisnis
Minat|Eksplorasi Aplikasi AI

Pilih berdasarkan pekerjaan, bukan tren

AI untuk UKM adalah teknologi yang membantu usaha kecil dan menengah menyederhanakan pekerjaan, meningkatkan produktivitas, dan mendukung keputusan bisnis sesuai kebutuhan operasional serta kemampuan perangkat yang tersedia. Karena itu, langkah pertama adopsi AI UKM bukan membeli perangkat tercanggih, melainkan menemukan tugas yang paling menyita waktu atau menghambat layanan. Perkembangan AI membuat pilihan semakin beragam, tetapi banyaknya opsi juga menambah risiko mengeluarkan biaya untuk kemampuan yang tidak terpakai. Alexey Navolokin, General Manager AMD untuk Asia Pasifik, menilai keberhasilan adopsi teknologi tidak semata ditentukan besarnya investasi, tetapi ketepatan keputusan. Klaim itu menegaskan hal yang kerap luput dalam pembicaraan teknologi: manfaat harus terlihat pada alur kerja nyata. UKM sebaiknya menetapkan masalah terlebih dahulu—misalnya pekerjaan rutin yang berulang—kemudian membandingkan solusi berdasarkan hasil yang ingin dicapai.

Penilaian kebutuhan juga mencegah AI menjadi proyek terpisah dari operasi sehari-hari. Jika sasaran utamanya mempercepat pelayanan pelanggan, ukur apakah solusi mengurangi beban tugas rutin dan memberi karyawan lebih banyak waktu untuk menangani kebutuhan pelanggan. Jika masalahnya pemrosesan informasi, pertimbangkan jenis data dan kebutuhan komputasi. Ukuran keberhasilan bukan seberapa canggih sistemnya, melainkan apakah pekerjaan lebih sederhana dan produktivitas meningkat. Dengan urutan ini, UKM dapat menguji penggunaan AI secara bertahap sebelum memperluas penerapannya.

Cara UKM Memilih AI Lokal dan Agentic AI untuk Bisnis

Agentic AI untuk alur kerja bertahap

Agentic AI berbeda dari asisten yang hanya menjawab pertanyaan atau menunggu satu instruksi. Sistem ini dapat bernalar, mengambil informasi, menggunakan alat, lalu menjalankan serangkaian langkah untuk menyelesaikan alur kerja. Bagi UKM, kemampuan tersebut berpotensi mengotomatiskan tugas rutin sehingga karyawan dapat mencurahkan lebih banyak perhatian pada layanan pelanggan, kreativitas, dan keputusan yang bernilai lebih tinggi. Namun, peluang otomatisasi bukan alasan untuk menyerahkan semua proses kepada sistem. Bisnis perlu menentukan tugas yang cocok, menguji hasilnya, serta memastikan pekerjaan yang membutuhkan pertimbangan manusia tetap ditangani dengan baik.

Pergeseran menuju agentic AI juga meningkatkan kebutuhan komputasi: sistem yang menghubungkan berbagai aplikasi dan menangani arus data lebih besar memerlukan perangkat yang sanggup memproses beban tersebut. Maka, pertanyaan bagi UKM bukan sekadar apakah agentic AI menarik, melainkan apakah manfaat alur kerja yang diotomatisasi sepadan dengan kemampuan komputasi yang tersedia. Mulailah dari proses terbatas dengan hasil yang mudah dievaluasi. Pendekatan ini lebih masuk akal daripada menerapkan teknologi secara luas sebelum kebutuhan, batasan, dan dampaknya pada produktivitas jelas.

AI lokal dan cloud punya fungsi berbeda

AI lokal bisnis, atau on-device AI, memproses tugas langsung pada perangkat, bukan selalu mengirimkannya ke layanan cloud. Pendekatan ini dapat memberi respons lebih cepat, menjaga data tetap berada di perangkat, dan mengurangi ketergantungan pada biaya layanan cloud yang berulang berdasarkan pemakaian. Perangkat dengan NPU, seperti prosesor AMD Ryzen AI yang disorot perusahaan tersebut, dirancang untuk menjalankan sebagian beban AI secara lokal. Namun, pemrosesan lokal bukan pilihan otomatis untuk semua UKM: perangkat tetap harus memiliki kemampuan komputasi yang memadai. Sebaliknya, layanan cloud dapat tetap berguna untuk pekerjaan tertentu yang menuntut kapasitas lebih besar.

Pilihan yang paling masuk akal sering kali bukan lokal atau cloud secara mutlak, melainkan kombinasi keduanya. Gunakan on-device AI untuk pekerjaan harian yang sesuai dengan perangkat dan pertimbangkan cloud untuk kebutuhan yang lebih berat atau tidak praktis dijalankan secara lokal. Bandingkan jenis tugas, sensitivitas data, kecepatan yang dibutuhkan, dan pola penggunaan sebelum menentukan pembagian beban. Dengan begitu, UKM dapat mengelola biaya dan sumber daya komputasi tanpa menganggap satu pendekatan mampu menyelesaikan seluruh kebutuhan.

Uji manfaat sebelum memperluas adopsi

Strategi adopsi AI UKM sebaiknya dimulai dengan memetakan tugas, menentukan hasil yang ingin diperbaiki, lalu mencocokkan kebutuhan itu dengan perangkat dan metode pemrosesan yang tersedia. Setelah penerapan awal, tinjau apakah solusi benar-benar menghemat waktu, menyederhanakan pekerjaan, atau meningkatkan pelayanan. Jika kemampuan perangkat lokal cukup untuk tugas harian, pemrosesan di perangkat dapat menjadi pilihan praktis; jika beban komputasi melampaui kapasitas itu, cloud dapat melengkapi. Keputusan perlu mempertimbangkan produktivitas, jenis pekerjaan, anggaran, dan kapasitas komputasi—bukan sekadar daftar fitur.

Intinya, agentic AI UKM menawarkan cara untuk mengotomatiskan alur kerja bertahap, sedangkan AI lokal bisnis memberi pilihan untuk memproses sebagian tugas langsung di perangkat. Keduanya menjawab kebutuhan berbeda dan dapat dipadukan. UKM yang memilih berdasarkan masalah operasional, menguji dampak, lalu memperluas penggunaan secara bertahap akan lebih mungkin memperoleh manfaat nyata tanpa membebani bisnis dengan teknologi yang tidak dibutuhkan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!