96 Persen Pengguna Galaxy Foldable Sudah Aktifkan AI

96 Persen Pengguna Galaxy Foldable Sudah Aktifkan AI
Minat|Memilih dan Membeli Ponsel

Galaxy AI Foldable: Dari Fitur Eksperimental Menjadi Alasan Upgrade

Galaxy AI foldable adalah ekosistem fitur kecerdasan buatan yang terintegrasi di ponsel lipat terbaru seri Galaxy Z Fold dan Z Flip, dirancang untuk membuat aktivitas sehari-hari lebih cepat, mudah, dan kontekstual melalui agen AI yang bekerja di seluruh aplikasi dan antarmuka perangkat secara mulus tanpa banyak pengaturan manual dari pengguna.

Fakta paling penting hari ini: AI di ponsel lipat bukan lagi gimmick, melainkan magnet utama yang mendorong orang melakukan upgrade perangkat. Dalam jumpa pers pasca peluncuran Galaxy Z8 Series di London, eksekutif Samsung menyebut teknologi ini sudah bergeser dari tren eksperimental menjadi alat esensial dalam rutinitas harian pengguna di kawasan tertentu. Angka adopsinya menguatkan klaim tersebut: 96 persen pengguna aktif Galaxy Z Fold dan Z Flip generasi ketujuh telah mengaktifkan fitur Galaxy AI. Ketika hampir semua pemilik perangkat memakai AI, kita tidak lagi berbicara tentang early adopter, melainkan arus utama. Inilah titik balik yang mengubah cara produsen merancang ponsel lipat terbaru.

96 Persen Pengguna Galaxy Foldable Sudah Aktifkan AI

Adopsi Fitur AI Mengerek Penjualan Galaxy Z Fold7

Data penjualan Galaxy Z Fold7 dan Z Flip generasi ke-7 menunjukkan hubungan yang jelas antara adopsi fitur AI dan performa pasar. Penjualan lini ini naik hampir 15 persen di satu kawasan besar, dan kenaikan itu berjalan beriringan dengan penggunaan Galaxy AI yang meroket dari 84 persen pengguna aktif pada Agustus 2025 menjadi 96 persen pada Juni 2026. Sulit mengabaikan korelasi ini: semakin dalam integrasi AI, semakin menarik produk bagi konsumen yang haus efisiensi. Fitur AI terpopuler—Circle to Search, Now Brief, dan Photo Assist—bukan sekadar demo teknologi. Fitur ini menyentuh kebutuhan nyata: mencari informasi dari apa pun di layar, merangkum informasi panjang, dan mengedit foto dengan cepat. "Fase berikutnya dari AI bukan lagi tentang menghadirkan lebih banyak fitur, melainkan menghadirkan pengalaman yang semakin relevan bagi setiap pengguna," tegas CU Kim. Pernyataan ini tepat menggambarkan bahwa angka penjualan Galaxy Z Fold7 didorong relevansi, bukan hype sesaat.

22 Bahasa dan Agentic AI: Samsung Memburu Skala Global

Strategi Galaxy AI foldable jelas berorientasi skala global. Ekosistem fitur kecerdasan buatan ini sudah mendukung operasi dalam 22 bahasa, termasuk sejumlah bahasa utama di Asia Tenggara. Dengan begitu, pengalaman AI tidak berhenti di level antarmuka berbahasa Inggris; pengguna bisa berinteraksi, mengetik, dan mendapatkan ringkasan dalam bahasa yang mereka pakai sehari-hari. Ini bukan sekadar pelokalan teks, melainkan upaya memperkecil jarak antara teknologi dan budaya. Di sisi lain, pendekatan agentic AI di Galaxy Z8 dan Galaxy Z Fold8 yang berjalan di One UI 9 menunjukkan ambisi lebih besar: menjadikan ponsel lipat terbaru sebagai rumah bagi banyak agen AI cerdas. Won-Joon Choi menjelaskan masa depan AI di perangkat mobile bergantung pada pengalaman intuitif yang tidak mengganggu aktivitas pengguna. Integrasi di tingkat sistem memungkinkan berbagai AI agent bekerja secara mulus di banyak aplikasi dan layanan, memberi pengguna fleksibilitas memilih AI sesuai situasi, bukan dipaksa pada satu pendekatan tunggal.

Mengapa AI Menjadi Penentu Utama Ponsel Lipat Terbaru

Sejak memelopori kategori perangkat lipat pada 2019, produsen ini terus memperluas portofolio untuk menyasar ceruk pasar berbeda. Namun beberapa tahun terakhir menyingkap pola baru: konsumen modern tidak lagi puas dengan sekadar layar yang bisa dilipat. Mereka menginginkan fitur kecerdasan buatan yang menyatu dengan bentuk perangkat, memaksimalkan produktivitas dan hiburan di layar besar maupun tampilan luar. Minat terhadap fitur kecerdasan buatan yang terintegrasi pada ponsel pintar menunjukkan tren menanjak, dan ponsel lipat kini menjadi gerbang utama banyak orang untuk mencicipi AI yang mobile-first. Integrasi system-level di Galaxy Z8 Series dan Fold8 menjadikan perangkat lipat sebagai platform AI genggam, bukan hanya gadget premium. Konsekuensinya, keputusan membeli ponsel lipat terbaru semakin ditentukan oleh seberapa dalam dan mulus fitur AI bekerja di belakang layar. Tanpa AI yang kuat dan relevan, perangkat lipat berisiko terlihat sebagai inovasi bentuk tanpa jiwa.

Ke Depan: Ponsel Lipat sebagai Terminal AI Pribadi

Melihat angka adopsi 96 persen dan pertumbuhan penjualan hampir 15 persen, arah masa depan sudah jelas: ponsel lipat akan berevolusi menjadi terminal AI pribadi. Kehadiran Galaxy Z8 Series menjadi bukti bahwa inovasi perangkat keras yang dibalut dengan integrasi kecerdasan buatan di tingkat sistem akan menjadi poros persaingan industri ponsel pintar. Produsen lain mau tidak mau harus merespons, entah dengan sistem AI tandingan atau integrasi lintas platform. Pertanyaannya bukan lagi apakah pengguna akan memakai AI, melainkan apakah AI di perangkat mereka cukup relevan, proaktif, dan aman untuk dipakai setiap hari. Jika fase berikutnya AI adalah menghadirkan pengalaman semakin personal bagi tiap pengguna, seperti ditegaskan CU Kim, maka ponsel lipat modern berpotensi menjadi asisten digital utama yang selalu berada di saku. Konsumen akan memilih perangkat bukan hanya berdasarkan spesifikasi, tetapi sejauh mana fitur AI bisa memahami, membantu, dan mengurangi friksi dalam hidup mereka.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!