Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kabut Asap, Empat Daerah Pilih Cara Berbeda Melindungi Siswa

Kabut Asap, Empat Daerah Pilih Cara Berbeda Melindungi Siswa
Minat|Pengetahuan Parenting

Keselamatan harus menentukan moda belajar

Sekolah saat kabut asap adalah layanan pendidikan yang menyesuaikan kegiatan belajar dengan tingkat pencemaran udara demi mengurangi paparan berisiko bagi siswa dan warga sekolah. Karena udara belum kondusif, empat daerah mengambil langkah berbeda: dua memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ), sedangkan dua lainnya membatasi atau menyesuaikan sekolah tatap muka. Perbedaan ini bukan semata soal pilihan metode, melainkan soal merespons kondisi lokal dan melindungi kelompok yang paling rentan. Ogan Ilir memperpanjang PJJ PAUD hingga SMP pada 26–30 Oktober 2026 karena kualitas udara masih tidak sehat akibat asap kebakaran hutan dan lahan. Di Kaimana, PJJ berlaku bagi PAUD sampai SMA/SMK dan keputusan selanjutnya menunggu evaluasi berikutnya. Pendekatan yang tepat bukan memaksakan keseragaman, melainkan memastikan setiap keputusan bertumpu pada pemantauan udara dan kebutuhan siswa.

PJJ melindungi, tetapi akses belajar harus dijaga

Ogan Ilir memilih menutup sementara ruang kelas bagi seluruh jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP di bawah dinas pendidikan hingga 30 Oktober. Sekolah diminta mengatur pembelajaran secara fleksibel dan adaptif, tanpa membebani murid maupun orang tua. Pilihan ini masuk akal ketika paparan asap masih berisiko, tetapi PJJ hanya efektif jika siswa bisa mengikutinya. Kaimana memperlihatkan persoalan tersebut: evaluasi menyebut pembelajaran umumnya berjalan baik, namun sebagian siswa terkendala ketersediaan telepon genggam. Kepala dinas meminta guru mengunjungi siswa yang tidak aktif mengikuti PJJ. Langkah pendampingan itu penting agar kebijakan perlindungan kesehatan tidak berubah menjadi pengurangan akses pendidikan. Orang tua juga diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah. Keputusan mengakhiri PJJ di Kaimana akan dibuat setelah evaluasi berikutnya, sehingga komunikasi yang jelas dengan keluarga menjadi bagian penting dari kebijakan.

Jambi dan Pelalawan menyesuaikan tatap muka

Kota Jambi mengambil pendekatan bertingkat melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor 28 Tahun 2026. Untuk periode 14–16 September, PAUD, TK, dan siswa SD kelas 1–3 menjalani PJJ, sedangkan kelas 4–6 SD serta kelas 7–9 SMP tetap masuk dengan jam pelajaran yang dipersingkat dan capaian materi disesuaikan. Siswa dengan penyakit pernapasan atau kondisi medis penyerta juga dapat belajar dari rumah; kegiatan luar ruangan dihentikan sementara. Kebijakan ini mengakui bahwa paparan tidak berdampak sama pada semua murid. Di Pelalawan, surat edaran menetapkan aturan berdasarkan kategori ISPU. Pada 26–28 Oktober, sekolah di Kecamatan Bandar Petalangan dan Pangkalan Lesung yang berada pada kategori tidak sehat melaksanakan tatap muka terbatas.

Pelalawan juga menetapkan PJJ penuh ketika ISPU masuk kategori sangat tidak sehat, yakni 201–300; pada kategori berbahaya di atas 300, kegiatan berkumpul di sekolah dihentikan. Pelaksanaan setelah 28 Oktober akan mengikuti perkembangan kualitas udara berdasarkan informasi BMKG dan instansi terkait.

Kabut Asap, Empat Daerah Pilih Cara Berbeda Melindungi Siswa

Ukuran keberhasilan bukan sekadar sekolah tetap buka

Perbandingan ini menunjukkan tidak ada satu pola yang cocok untuk semua wilayah. PJJ penuh memberi perlindungan lebih luas saat paparan memburuk, tetapi dapat memperlebar kesenjangan bagi siswa tanpa perangkat atau dukungan belajar memadai. Tatap muka terbatas menjaga kesinambungan kegiatan kelas, namun menuntut pemantauan kualitas udara sekolah, disiplin penggunaan masker, penyesuaian jam, dan pengecualian yang jelas bagi murid rentan. Karena itu, keputusan harus memiliki pemicu yang terukur, jadwal evaluasi, serta bantuan nyata bagi keluarga yang kesulitan. Surat edaran dan pembagian kategori ISPU memberi dasar yang lebih transparan daripada keputusan tanpa kriteria. Namun, angka dan aturan saja tidak cukup: sekolah perlu menyampaikan perubahan dengan cepat dan memastikan siswa yang tidak hadir tetap terjangkau. Perlindungan kesehatan dan hak belajar seharusnya berjalan bersama, bukan dipertukarkan.

Kesimpulannya, perbedaan kebijakan Ogan Ilir, Kaimana, Kota Jambi, dan Pelalawan mencerminkan tingkat risiko serta kebutuhan lokal yang berlainan. Perpanjangan PJJ layak ketika udara belum aman, sedangkan tatap muka terbatas hanya dapat dibenarkan dengan batasan dan perlindungan yang tegas. Ukuran keberhasilan sekolah saat kabut asap bukan seberapa cepat kelas dibuka kembali, melainkan apakah siswa tetap sehat dan tidak tertinggal.

Kabut Asap, Empat Daerah Pilih Cara Berbeda Melindungi Siswa

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!