Absennya Lagoa mengubah persiapan Persebaya
Matheus Lagoa cedera dan dipastikan absen saat Persebaya menghadapi Persija; kehilangan penyerang asal Brasil itu membuat persiapan Bajul Ijo untuk laga pekan kesembilan Super League 2026/2027 di Jakarta International Stadium menjadi lebih rumit. Pelatih Bernardo Tavares menyampaikan kepastian tersebut dalam konferensi pers pada Jumat, 6 November, sehari sebelum pertandingan Sabtu, 7 November. Cedera itu juga membuat Persebaya harus mencari pilihan lain di lini depan untuk menghadapi pertahanan Persija. Lagoa baru direkrut pada September 2026, sehingga absennya terasa sebagai gangguan bagi rencana tim yang belum lama memasukkannya ke dalam skuad. Persebaya lawan Persija sudah menjadi ujian berat; tanpa salah satu penyerangnya, Tavares perlu mengubah komposisi serangan sambil menjaga peluang tim mencuri poin di kandang lawan.

Ketidakpastian cedera menambah beban taktik
Masalah Persebaya bukan hanya kehilangan seorang pemain, melainkan juga belum adanya kepastian kapan Lagoa bisa kembali. Tavares mengakui bahwa ia tidak dapat memastikan tingkat cedera maupun jadwal pemulihan karena keputusan itu bergantung pada perkembangan medis. Ia berkata, “Mari kita lihat dalam beberapa hari atau minggu ke depan jika dia bisa membantu kami.” Pernyataan itu menggambarkan situasi yang membuat pelatih harus menyiapkan alternatif tanpa tahu kapan penyerang Brasil tersebut tersedia lagi. Untuk laga di JIS, pilihan yang ada perlu mengisi peran serangan tanpa mengandalkan kembalinya Lagoa dalam waktu singkat. Cedera yang belum jelas durasinya juga membuat persiapan untuk pertandingan berikutnya bergantung pada kondisi pemain, bukan sekadar rencana taktik. Harapan Tavares adalah Lagoa segera pulih dan kembali tersedia.
Hasil imbang menambah tekanan jelang laga
Lagoa absen pada saat Persebaya juga perlu merespons hasil yang kurang memuaskan. Bajul Ijo datang ke Jakarta setelah bermain imbang 1-1 saat menjamu Persijap Jepara, hasil yang menambah tekanan menjelang pertemuan dengan pemuncak klasemen. Hingga pekan kesembilan, Persebaya berada di posisi ketujuh dengan 13 poin, sedangkan Persija memimpin dengan 18 poin. Selisih posisi dan poin itu mempertegas beratnya tugas tim tamu, tetapi absennya Lagoa bukan satu-satunya persoalan: Persebaya juga harus mengatasi sorotan setelah gagal menang di laga sebelumnya. Tavares mengakui hasil yang tidak bagus biasanya memicu tekanan di klub. Ia memilih memusatkan perhatian pada hal yang bisa dikendalikan, yakni persiapan dan kerja pemain di lapangan, alih-alih larut dalam tuntutan hasil.
Persebaya perlu merespons, bukan sekadar mengganti pemain
Tantangan bagi Tavares lebih luas daripada menentukan siapa yang menggantikan Lagoa. Persebaya harus membangun serangan yang tetap efektif dengan opsi berbeda, sekaligus menghadapi Persija yang datang sebagai pemuncak klasemen. Situasi ini membuat disiplin taktik dan kesiapan seluruh lini penting: mengganti nama di susunan pemain saja belum tentu menutup dampak kehilangan penyerang. Hasil imbang melawan Persijap juga membuat laga ini penting sebagai kesempatan untuk menunjukkan respons, bukan sekadar menghindari tekanan. Tavares belum dapat mengandalkan tanggal pasti kembalinya Lagoa, sehingga rencana pertandingan mesti berdiri pada pemain yang tersedia. Karena itu, keberhasilan Bajul Ijo akan bergantung pada kemampuan mereka mengubah absennya pemain menjadi dorongan bagi pilihan lain untuk mengambil tanggung jawab.
Kesimpulannya, cedera Matheus Lagoa menambah kesulitan Persebaya tepat sebelum ujian berat melawan Persija. Ketidakpastian pemulihannya, kebutuhan merombak lini depan, dan tekanan setelah hasil imbang 1-1 membuat persiapan tim tak bisa bertumpu pada satu pemain. Persebaya tetap memiliki kesempatan untuk bersaing, tetapi perlu menunjukkan respons kolektif dan memaksimalkan opsi yang tersedia. Bagi Tavares, fokus pada pekerjaan di lapangan menjadi jalan paling masuk akal sementara kondisi Lagoa terus dipantau.






