Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jelang Persija vs Persebaya, Seruan Damai untuk Jakmania dan Bonek

Jelang Persija vs Persebaya, Seruan Damai untuk Jakmania dan Bonek
Minat|CrossFire

Dukungan fanatik harus berujung damai

Seruan damai suporter adalah ajakan untuk mendukung tim dengan penuh semangat tanpa mengancam keselamatan orang lain, sekaligus menjaga rivalitas tetap berada dalam batas sportivitas. Menjelang Persija vs Persebaya, pelatih Persija Shin Tae-yong meminta Jakmania dan Bonek mendukung tim masing-masing secara positif dan menjadikan laga sebagai ruang persahabatan, bukan permusuhan. Pesan itu disampaikan dalam konferensi pers pada Jumat, 6 November, sehari sebelum Persija dijadwalkan menjamu Persebaya di Jakarta International Stadium pada Sabtu, 7 November, pukul 19.00 WIB. Intinya bukan meredam gairah suporter, melainkan mengarahkannya: nyanyian, koreografi, dan dukungan penuh pantas mendapat tempat; intimidasi dan kekerasan suporter tidak. Dalam pertandingan dengan rivalitas kuat, ukuran fanatisme seharusnya bukan seberapa jauh seseorang membenci lawan, tetapi seberapa teguh ia mendukung timnya tanpa mencederai orang lain.

Jelang Persija vs Persebaya, Seruan Damai untuk Jakmania dan Bonek

Fanatisme bukan alasan untuk anarkis

Shin mengaku baru memahami besarnya loyalitas dan militansi suporter setelah menangani klub. Saat melatih tim nasional, ia mengatakan tidak banyak menjumpai persoalan serius terkait kriminalitas suporter; pengalaman di kompetisi liga membuatnya melihat langsung betapa kuatnya fanatisme itu. Ia menghargai dukungan yang memberi energi kepada pemain, tetapi garis batasnya tegas: kecintaan pada klub tidak boleh berubah menjadi ancaman bagi keselamatan publik. Itu bukan tuntutan berlebihan, melainkan syarat dasar agar pertandingan bisa dinikmati pemain, suporter, dan warga di sekitar stadion. Kehadiran Jakmania dan Bonek semestinya memperkuat atmosfer laga, bukan membuat orang khawatir datang atau pulang. Rivalitas Persija dan Persebaya tetap bisa terasa di tribun tanpa berubah menjadi permusuhan di luar lapangan. Sikap dewasa berarti mendukung tim sendiri dengan lantang, sambil menghormati hak dan keselamatan pendukung lawan.

Ketegasan aparat harus disertai pencegahan

Seruan kepada suporter perlu diikuti tanggung jawab aparat. Shin meminta polisi dan petugas keamanan memberi sanksi tegas jika terjadi kekerasan, agar pelaku mendapat konsekuensi dan kejadian serupa tidak berulang. Ketegasan penting, tetapi pengamanan yang baik tidak boleh berhenti pada penindakan setelah kerusuhan terjadi. Sebelum dan selama laga, aparat perlu menjaga jalur kedatangan serta kepulangan, merespons potensi benturan, dan melindungi suporter kedua tim secara adil. Panitia dan kelompok suporter juga punya peran: menyampaikan aturan dengan jelas, mengendalikan provokasi, dan segera melaporkan risiko. Tanggung jawab ini saling terkait. Tanpa perilaku tertib dari suporter, pengamanan akan lebih sulit; tanpa pengawasan dan respons yang konsisten, pesan damai kehilangan daya. Tujuannya bukan membuat stadion terasa tegang, melainkan memastikan semua orang dapat menikmati pertandingan dengan aman.

Rivalitas berhenti sebelum menjadi permusuhan

Pemain Persija Witan Sulaeman juga berharap hubungan Jakmania dan Bonek tetap baik dan menyambut laga dengan sikap positif. Dukungan pemain dan pelatih memberi isyarat bahwa menjaga suasana kondusif bukan tugas satu pihak saja. Suporter dapat menunjukkan kebanggaan lewat nyanyian dan kreativitas; aparat memastikan aturan berlaku; penyelenggara menyiapkan kondisi pertandingan yang aman. Pertemuan Persija vs Persebaya di JIS bukan alasan untuk menguji siapa yang paling keras, melainkan kesempatan membuktikan bahwa rivalitas bisa hidup berdampingan dengan rasa hormat. Kesimpulannya jelas: dukung tim sekuat tenaga, tetapi tolak kekerasan tanpa kompromi. Jika Jakmania dan Bonek menjaga sportivitas, sementara aparat bertindak tegas dan adil terhadap aksi anarkis, pertandingan akan lebih layak dikenang karena sepak bolanya—bukan karena korban atau keributan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!