Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Kelas hingga Karang Taruna, AI Diajarkan lewat Praktik

Dari Kelas hingga Karang Taruna, AI Diajarkan lewat Praktik
Minat|Eksplorasi Aplikasi AI

AI lebih mudah dipahami saat dipakai untuk berkarya

Kecerdasan buatan (AI) adalah teknologi yang memungkinkan mesin membantu mengerjakan tugas yang biasanya membutuhkan kemampuan manusia, seperti memahami bahasa, mengenali pola, dan menghasilkan konten. Karena itu, pengajaran AI paling bermanfaat ketika dimulai dari masalah yang akrab bagi peserta, bukan dari istilah teknis semata. Pendekatan tersebut tampak dalam pelatihan AI siswa yang digelar tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang di SMK Yayasan Pharmasi Semarang pada 29 Oktober 2026. Sebanyak 18 siswa kelas XI Bisnis Digital 2 berlatih menggunakan NotebookLM untuk membuat video kreatif AI bagi Instagram. Fokusnya bukan sekadar mencoba aplikasi: siswa menyusun instruksi berdasarkan keunggulan produk, calon pembeli, dan tujuan promosi. Ini pilihan yang tepat. Dengan mengaitkan teknologi pada pemasaran digital yang dekat dengan bidang studi mereka, pelatihan memberi alasan praktis bagi siswa untuk belajar sekaligus mengasah keterampilan yang bisa diterapkan.

Para siswa berlatih merancang pesan dan mengarahkan proses pembuatan konten agar sesuai dengan kebutuhan pemasaran. Pelajaran pentingnya adalah bahwa hasil AI tidak muncul dengan sendirinya; pengguna perlu memberi konteks dan menilai apakah keluaran sesuai tujuan. Praktik semacam ini lebih berharga daripada demonstrasi fitur tanpa tugas nyata. Jika siswa dapat menerapkan cara menyusun instruksi pada produk atau kampanye lain, keterampilan itu akan bertahan melampaui satu sesi pelatihan.

Dari Kelas hingga Karang Taruna, AI Diajarkan lewat Praktik

Edukasi di sekolah harus mengajarkan manfaat sekaligus batas

Di SMP Negeri 88 Jakarta, kelompok mahasiswa UBSI mengadakan edukasi AI pada 3 November 2026 untuk siswa kelas 8E. Materinya mengenalkan peran AI dalam kehidupan sehari-hari, termasuk membantu menjawab dan merangkum teks, mengenali gambar, menganalisis data, serta membuat gambar atau desain. Siswa juga diajak melihat penerapannya dalam pendidikan dan hiburan. Cakupan ini penting karena remaja sudah berjumpa dengan AI lewat perangkat dan layanan digital, tetapi kedekatan itu tidak otomatis berarti mereka memahami cara kerjanya. Edukasi AI sekolah seharusnya membekali pelajar untuk bertanya: apa yang dapat dibantu teknologi ini, apa batasnya, dan kapan hasilnya perlu diperiksa. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi belajar membuat pilihan yang lebih sadar.

Sesi tersebut menekankan penggunaan AI secara bijak dan mengingatkan bahwa manfaatnya perlu dirasakan tanpa menimbulkan dampak yang merugikan. Penekanan ini membuat pengenalan teknologi lebih seimbang: AI dapat membantu belajar, tetapi bukan pengganti penilaian siswa atau pemahaman materi. Harapan penyelenggara agar siswa menerapkan pengetahuan dalam kegiatan belajar sehari-hari juga memberi arah setelah kegiatan selesai. Ukuran keberhasilannya bukan seberapa banyak istilah yang diingat, melainkan apakah pelajar mampu memakai AI dengan tujuan jelas dan tetap mempertimbangkan hasilnya.

AI untuk komunitas perlu menjawab urusan organisasi

Pengenalan AI tidak harus berhenti di sekolah. Pada 12 September 2026, tim dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya mengadakan pelatihan bagi pengurus Karang Taruna Desa Tanjung Dayang Selatan, Kabupaten Ogan Ilir. NotebookLM diperkenalkan sebagai alat untuk membantu memahami dan mengelola dokumen organisasi. Peserta berlatih menggunakannya untuk menyusun proposal, merangkum notulen, membuat agenda rapat, menyiapkan daftar kebutuhan kegiatan, dan menyusun pengumuman. Materi juga menghubungkan teknologi dengan empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Ini contoh AI untuk komunitas yang berangkat dari pekerjaan rutin, bukan janji abstrak tentang masa depan. Jika diterapkan dengan cermat, alat semacam ini dapat membantu pengurus menghemat waktu administrasi dan mengarahkan perhatian pada koordinasi serta kegiatan warga.

Pelatihan itu menempatkan AI sebagai alat bantu untuk merapikan informasi, mempercepat pekerjaan administratif, dan mendukung komunikasi antaranggota. Agar praktiknya tidak berhenti ketika sesi berakhir, tim juga menyediakan buku saku penggunaan NotebookLM bagi pengurus. Langkah tindak lanjut ini patut dicatat: pelatihan yang baik perlu meninggalkan panduan yang bisa dibuka kembali saat organisasi menghadapi tugas nyata. Namun, hasil tetap bergantung pada ketelitian pengurus dalam memeriksa dokumen dan keluaran AI sebelum digunakan.

Dari Kelas hingga Karang Taruna, AI Diajarkan lewat Praktik

Pelatihan yang relevan lebih kuat daripada pengenalan seragam

Tiga kegiatan tersebut menunjukkan prinsip yang layak diperluas: ajarkan AI melalui kebutuhan peserta. Siswa SMK berlatih membuat konten promosi, siswa SMP mengenal fungsi dan batas teknologi, sementara pengurus Karang Taruna memakainya untuk mendukung kerja organisasi. Perbedaan sasaran bukan kelemahan; justru di situlah nilai pendekatan ini. Materi yang sama untuk semua orang berisiko terasa jauh dari kehidupan mereka, sedangkan praktik konkret membuat manfaat dan tanggung jawab penggunaan lebih mudah dibahas. Kampus punya peran penting sebagai penghubung pengetahuan dengan kebutuhan lokal, tetapi dampaknya tidak cukup diukur dari terlaksananya sesi pelatihan. Peserta perlu kesempatan untuk mencoba, umpan balik atas hasil, dan panduan agar dapat melanjutkan penerapan secara mandiri.

Kesimpulannya, pengenalan AI yang efektif bukan lomba memperkenalkan aplikasi sebanyak-banyaknya. Yang lebih penting ialah membantu orang memahami kapan teknologi berguna, bagaimana memberi arahan yang tepat, dan mengapa hasilnya harus ditinjau. Dari ruang kelas hingga Karang Taruna, praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta menawarkan jalan yang lebih masuk akal: AI menjadi keterampilan yang dapat digunakan, bukan sekadar istilah yang sedang populer.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!