Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Okulasi hingga Pascapanen, Siswa Belajar dengan Praktik

Dari Okulasi hingga Pascapanen, Siswa Belajar dengan Praktik
Minat|Eksplorasi Aplikasi AI

Pertanian terapan dimulai dari praktik

Pembelajaran pertanian terapan adalah proses mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui praktik langsung, agar siswa dapat menghubungkan teknik budidaya dan pengolahan hasil dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Dua kegiatan bagi siswa SMK di Berau dan Fakfak memperlihatkan mengapa pembelajaran seperti ini layak mendapat tempat lebih besar daripada sekadar teori di kelas. Di Berau, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan bersama Unit Pelaksana Teknis Balai Benih dan Proteksi Hortikultura mengajarkan perbanyakan tanaman kepada siswa SMK 2 dan SMK 5 dalam rangkaian Berau Expo 2026. Di Fakfak, Tim 1 Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran memberikan edukasi pengolahan pascapanen di laboratorium SMKN 2 pada Sabtu, 24 Oktober. Bentuk kegiatannya berbeda, tetapi keduanya memberi siswa kesempatan mengenal teknik yang bisa diterapkan, bukan hanya dihafalkan.

Di Berau, belajar menjaga sifat unggul tanaman

Edukasi di Berau mengangkat tema peningkatan mutu genetik tanaman melalui okulasi dan sambung pucuk untuk mendukung ketahanan pangan. Dalam teknik okulasi, mata tunas dari tanaman yang diinginkan ditempelkan pada batang bawah tanaman lain. Sementara itu, sambung pucuk tanaman dilakukan dengan menggabungkan pucuk dari tanaman unggul dengan batang bawah yang memiliki perakaran baik. Penjelasan ini membuat prinsip perbanyakan vegetatif lebih mudah dipahami karena siswa melihat bagaimana bagian tanaman dipilih dan disatukan.

Nilai praktiknya bukan sekadar mengenal dua istilah. Jika dilakukan dengan tepat, perbanyakan vegetatif memungkinkan sifat unggul tanaman induk dipertahankan dan dapat mendukung produktivitas. Karena itu, siswa mendapat gambaran konkret tentang hubungan antara pilihan teknik budidaya dan mutu tanaman. Kegiatan di ruang publik seperti expo juga memperluas akses belajar: pertanian hadir sebagai bidang yang menuntut kecakapan, inovasi, dan penguasaan teknologi, bukan pekerjaan yang hanya mengandalkan kebiasaan.

Di Fakfak, fokus bergeser ke hasil panen

Di Fakfak, pembelajaran menyoroti tahap setelah hasil pertanian dipanen. Siswa menerima materi dan praktik pengelolaan lahan marginal agar dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan, sekaligus mempelajari teknologi pascapanen dan diversifikasi pangan berbasis potensi lokal di Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage. Perhatian pada karakteristik tanah juga penting: teknik pengelolaan lahan perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan, bukan diterapkan secara seragam.

Tim memperkenalkan Solar Dryer Dome, alat pengering berbasis tenaga surya yang membantu pengeringan berlangsung lebih terkontrol dan diharapkan menjaga kualitas serta kebersihan produk. Siswa juga belajar membuat tepung MOCAF dari singkong melalui fermentasi. Contoh ini membuat pengolahan pascapanen terasa dekat dengan peluang nyata: komoditas setempat dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan memperkaya pilihan pangan. Laboratorium sekolah menjadi tempat yang tepat untuk mencoba proses tersebut sebelum siswa menerapkannya dalam konteks yang lebih luas.

Keterampilan yang perlu dibawa keluar kelas

Perbandingan kedua kegiatan menunjukkan bahwa keterampilan pertanian siswa tidak berhenti pada satu tahap produksi. Berau menekankan cara memperbanyak tanaman dengan mempertahankan keunggulan induknya; Fakfak mengajak siswa memikirkan cara mengelola lahan, mengeringkan hasil, dan mengolah singkong. Bersama-sama, praktik ini menghubungkan budidaya dengan penanganan hasil. Itulah keunggulan pembelajaran langsung: siswa dapat memahami urutan kerja, tujuan teknik, dan kaitannya dengan kebutuhan setempat.

Dampaknya akan lebih kuat jika pengalaman sekali kegiatan berlanjut menjadi latihan rutin di sekolah. Kepala DTPHP Berau berharap edukasi serupa terus dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia bidang pertanian. Tim Ekspedisi Patriot Unpad juga berharap siswa Fakfak mengenal dan menerapkan inovasi yang sesuai dengan lingkungan serta potensi lokal. Harapan itu menegaskan ukuran keberhasilan yang tepat: bukan banyaknya materi yang disampaikan, melainkan apakah siswa mendapat kesempatan berulang untuk mencoba, memperbaiki keterampilan, dan menggunakannya dalam praktik.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!