Pengelola berganti, merek tetap Shell
SPBU Shell adalah jaringan stasiun pengisian bahan bakar yang kini dikelola PT Isla Energy Indonesia milik SEFAS Group, tetapi tetap memakai merek Shell berdasarkan perjanjian lisensi. Shell merampungkan pengalihan bisnis SPBU pada 30 Oktober 2026, termasuk kegiatan pasokan dan distribusi terkait, terminal BBM di Gresik, serta sekitar 200 lokasi; lebih dari 160 di antaranya milik perusahaan. Bagi pengendara, perubahan ini terutama menggeser siapa yang mengoperasikan jaringan, bukan nama yang terlihat di papan SPBU. Namun, keberlanjutan merek tidak berarti layanan dan seluruh produk otomatis pulih. Kesepakatan akuisisi 100 persen bisnis SPBU oleh SEFAS Group sebelumnya diumumkan pada Agustus 2026. Proses pengalihan juga melibatkan pemisahan bisnis SPBU dari bisnis pelumas Shell, sehingga keduanya berada dalam pengelolaan berbeda.

Pasokan masih menjadi persoalan utama
Bagi konsumen, pertanyaan terpenting bukan lagi apakah SPBU Shell tetap buka, melainkan BBM apa yang benar-benar tersedia di lokasi tujuan. Saat layanan kembali dibuka, ketersediaan masih terbatas: informasi Shell menyebut pengisian hanya tersedia untuk Shell V-Power Diesel di sejumlah SPBU. Shell Super RON 92, V-Power RON 95, dan V-Power Nitro+ RON 98 belum kembali dipasarkan, sehingga pengendara bensin tidak bisa menganggap jaringan telah beroperasi normal. Daftar resmi yang diperbarui pada 28 Oktober mencatat sekitar 97 SPBU menyediakan V-Power Diesel. Jumlah dan jenis stok dapat berbeda menurut gerai; karena itu, memeriksa informasi ketersediaan sebelum berangkat lebih berguna daripada mengandalkan merek atau pengalaman kunjungan sebelumnya. Belum ada tanggal pasti yang diumumkan untuk pemulihan seluruh produk bensin.

Harga yang diketahui dan layanan pelanggan
Untuk harga BBM Shell, angka yang tersedia dalam informasi terbaru adalah Rp25.420 per liter untuk V-Power Diesel pada 30 Oktober 2026. Harga Shell Super, V-Power, dan V-Power Nitro+ belum menjadi acuan penjualan karena produk-produk tersebut belum tersedia. Jadi, pengendara sebaiknya tidak menyimpulkan bahwa harga maupun pilihan lama sudah berlaku kembali hanya karena nama Shell tetap terpampang. Penyesuaian harga berikutnya perlu merujuk pada pengumuman resmi perusahaan, khususnya menjelang awal November. Untuk pelanggan terdaftar, Shell menyatakan pengelolaan keanggotaan Shell GO+ akan dialihkan kepada PT Isla Energy Indonesia sesuai kebijakan privasi yang berlaku. Informasi ini memberi gambaran bahwa urusan pelanggan ikut masuk dalam transisi, meski konsumen tetap perlu mengecek ketentuan layanan terbaru sebelum mengandalkan manfaat keanggotaan.
Kesimpulannya, pergantian pengelola belum menjadi tanda bahwa pengalaman mengisi BBM telah kembali seperti semula. Nama Shell dan akses ke produk yang tersedia tetap dipertahankan, tetapi keterbatasan pasokan masih menjadi kendala praktis bagi pengendara. Sampai pilihan bensin pulih dan informasi harga diperbarui, langkah paling aman adalah memeriksa stok gerai tujuan lebih dulu.






