Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Darwis Ismail Pimpin ISKINDO dengan Agenda Konsolidasi dan Riset

Darwis Ismail Pimpin ISKINDO dengan Agenda Konsolidasi dan Riset
Minat|Asia Tenggara

Mandat baru di tengah tantangan laut

ISKINDO adalah organisasi profesi nasional yang menghimpun sarjana kelautan untuk menyatukan keahlian, jejaring, dan kepedulian dalam mendukung pembangunan maritim serta kesejahteraan masyarakat pesisir. Karena itu, kepemimpinan baru semestinya dinilai bukan hanya dari pergantian figur, melainkan dari kemampuan organisasi mengubah pengetahuan menjadi kerja nyata. Darwis Ismail, alumni Universitas Hasanuddin, terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia untuk periode 2026–2031 dalam Kongres IV di Jakarta pada Jumat malam, 23 Oktober 2026. Ia memperoleh 15 suara, sementara Hendra Yusran Siry meraih enam suara; dari 22 suara yang masuk, satu dinyatakan tidak sah. Pengalaman Darwis di ISKINDO, dari bendahara umum hingga wakil ketua umum, memberinya bekal untuk memimpin. Namun, tantangan sektor—mulai dari tekanan ekosistem dan perubahan iklim hingga kebutuhan kerja lulusan—menuntut lebih dari kesinambungan kepengurusan.

Konsolidasi harus terasa sampai ke anggota

Prioritas awal yang paling masuk akal bagi Ketua ISKINDO ialah merapikan kerja bersama di dalam organisasi. Konsolidasi, solidaritas lintas generasi, pengembangan kompetensi, etika organisasi, dan kemitraan tidak seharusnya menjadi daftar agenda kongres saja; semuanya perlu hadir dalam layanan bagi anggota dan kolaborasi lintas kampus maupun sektor. Fondasi dari periode sebelumnya dapat menjadi titik berangkat. ISKINDO telah mendigitalisasi pendataan dan kartu anggota, memperluas kepengurusan hingga 27 provinsi, serta bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menghadirkan empat jurnal kelautan terakreditasi. Kepengurusan Darwis sebaiknya menjaga capaian ini, lalu memastikan jaringan tersebut aktif menghubungkan anggota dengan peluang profesional dan kebutuhan lapangan. Organisasi yang luas tetapi tidak saling terhubung hanya akan menjadi struktur di atas kertas; solidaritas baru terbukti ketika keahlian anggotanya dapat diakses dan dipakai.

Darwis Ismail Pimpin ISKINDO dengan Agenda Konsolidasi dan Riset

Jejaring alumni dan riset sebagai daya ungkit

Penguatan jejaring alumni dan riset kelautan dapat memperluas kontribusi ISKINDO, asalkan keduanya diarahkan pada persoalan yang jelas. Alumni membawa pengalaman dari kampus, usaha, pemerintahan, dan komunitas; riset dapat memberi dasar untuk keputusan yang lebih baik. Pertemuan keduanya berpotensi membantu menjawab kebutuhan pengelolaan pesisir, konservasi ekosistem, pengembangan perikanan, adaptasi perubahan iklim, serta peningkatan kapasitas masyarakat pesisir. Dukungan penelitian mahasiswa merupakan contoh manfaat yang bisa diteruskan dan diperluas. Pada periode sebelumnya, ISKINDO menyediakan hibah riset untuk membantu penelitian anggota HIMITEKINDO yang menyelesaikan skripsi. Program seperti ini sebaiknya terhubung dengan publikasi ilmiah dan persoalan nyata di lapangan, bukan berhenti pada bantuan penelitian. Dengan begitu, riset kelautan menjadi bagian dari kontribusi profesional organisasi, bukan hanya keluaran akademik yang terpisah dari nelayan, pembudidaya, dan masyarakat pesisir.

Darwis Ismail Pimpin ISKINDO dengan Agenda Konsolidasi dan Riset

Ukuran keberhasilan: manfaat yang dirasakan

Pergantian kepemimpinan memberi kesempatan untuk merawat capaian sekaligus menyesuaikan arah organisasi dengan tantangan zaman. Bagi Darwis dan pengurus baru, ukuran keberhasilan yang paling meyakinkan bukan banyaknya agenda, melainkan apakah alumni, mahasiswa, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat pesisir merasakan manfaat ISKINDO dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Laut menghadapi masalah yang tidak berhenti pada batas wilayah atau organisasi. Karena itu, solidaritas perlu diterjemahkan menjadi kemitraan yang menyatukan ilmu, kompetensi, dan kepedulian, sementara konsolidasi harus membuat anggota lebih siap bekerja bersama. Harapan kepada Ketua ISKINDO ini tinggi dan wajar: organisasi profesi akan relevan bila mampu menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan publik. Darwis Ismail kini memegang mandat lima tahun untuk membuktikannya. Konsolidasi, jejaring alumni, dan riset harus menjadi alat bagi kontribusi yang terukur—bukan tujuan yang berdiri sendiri.

Darwis Ismail Pimpin ISKINDO dengan Agenda Konsolidasi dan Riset

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!