Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Posyandu Perlu Menjadi Garda Depan Layanan Dasar Terpadu

Posyandu Perlu Menjadi Garda Depan Layanan Dasar Terpadu
Minat|Pelatihan Komprehensif

Dari layanan kesehatan menuju pusat solusi warga

Posyandu terintegrasi adalah layanan berbasis desa yang menghubungkan kebutuhan kesehatan, pendidikan, sosial, dan layanan dasar lainnya dengan pendataan serta pendampingan warga. Perubahan ini penting karena persoalan masyarakat jarang berhenti pada satu bidang. Di Lombok Barat, Wakil Bupati Hj. Nurul Adha mendorong Posyandu agar tak hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi pintu untuk menemukan masalah sosial dan menghubungkan warga dengan pemerintah. Dorongan itu disampaikan saat penilaian lomba Posyandu tingkat provinsi di Posyandu Seruni, Desa Nyiurlembang, Kecamatan Narmada, pada 28 Oktober 2026. Arah kebijakan ini tepat: layanan publik lebih berguna ketika warga dapat memulai dari tempat yang dekat dan dikenal. Namun, memperluas mandat tidak cukup dengan menambah daftar tugas. Posyandu harus punya jalur tindak lanjut yang jelas agar temuan kader tidak berhenti sebagai catatan.

Enam SPM memberi kerangka, bukan sekadar daftar

Kerangka enam standar pelayanan mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Dengan cakupan ini, layanan dasar Posyandu dapat menjadi penghubung antara masalah yang ditemukan di lingkungan warga dan program perangkat daerah. Alasannya nyata: Lombok Barat mencatat kemiskinan 11,60 persen, sebanyak 7.364 anak tidak bersekolah, dan rata-rata lama sekolah 7,15 tahun. Kemiskinan, pernikahan anak, anak tidak sekolah, dan ketepatan bantuan sosial bukan urusan satu dinas saja. Posyandu dapat membantu mengenali kondisi sejak dini, mendata, mendampingi keluarga, lalu merujuk kebutuhan kepada instansi yang berwenang. Nilainya bukan karena kader menggantikan tenaga profesional, melainkan karena mereka bisa membuat layanan pemerintah lebih mudah dijangkau dan lebih tepat sasaran.

Gili Air menunjukkan jarak antara aturan dan praktik

Penilaian Posyandu Cucut 1 di Dusun Gili Air, Desa Gili Indah, pada 27 Oktober 2026 memperlihatkan bahwa penerapan enam SPM masih belum seimbang. Evaluasi menemukan tata kelola kelembagaan dan administrasi yang tertib, tetapi pelayanan rutin yang berjalan maksimal masih didominasi bidang kesehatan; lima bidang lainnya memerlukan perhatian agar penerapannya tidak timpang. Kehadiran Satpol PP Provinsi NTB dalam penilaian itu juga menegaskan bahwa layanan terpadu membutuhkan keterlibatan lintas instansi, termasuk untuk urusan ketenteraman dan perlindungan masyarakat. Contoh Gili Air penting karena menunjukkan bahwa keputusan memperluas peran Posyandu belum otomatis menghadirkan layanan lintas bidang di lapangan. Posyandu terintegrasi harus dinilai dari apakah warga benar-benar memperoleh rujukan, pendampingan, dan tindak lanjut, bukan hanya dari kelengkapan dokumen atau cakupan bidang di atas kertas.

Untuk mempercepat penerapan, Wakil Bupati meminta Dinas PMD dan Tim Penggerak Posyandu mengawal pelaksanaan secara bertahap di seluruh kecamatan. Setiap camat didorong memiliki Posyandu binaan sebagai percontohan, sementara setiap kepala desa diharapkan mengembangkan sedikitnya satu Posyandu yang mampu menjalankan enam SPM secara optimal. Evaluasi di Gili Air juga menyoroti perlunya penguatan sinergi lintas sektor dan pelatihan berkala agar kader memiliki kemampuan melayani kebutuhan warga yang beragam. Langkah berikutnya harus mengikat pembinaan dengan pembagian tanggung jawab: kader menemukan dan mencatat kebutuhan, pemerintah desa membantu menghubungkan warga, dan perangkat daerah memastikan penanganan. Tanpa pembagian kerja dan umpan balik, beban baru berisiko jatuh pada kader tanpa memperbaiki akses warga.

Posyandu Perlu Menjadi Garda Depan Layanan Dasar Terpadu

Ukuran keberhasilan harus terasa bagi warga

Perluasan Posyandu Lombok Barat layak didukung, tetapi keberhasilannya jangan diukur dari banyaknya program yang ditempelkan pada satu tempat. Ukurannya ialah apakah anak yang tidak sekolah teridentifikasi dan mendapat tindak lanjut, apakah keluarga rentan tersambung ke bantuan yang sesuai, dan apakah kebutuhan lintas bidang tidak lagi berpindah-pindah tanpa kejelasan. Pemerintah daerah memegang peran penting untuk memastikan koordinasi, tenaga pendamping, dan rujukan berjalan; Posyandu menyediakan titik temu dekat warga untuk menemukan kebutuhan. Penilaian lomba dapat menjadi ruang pembinaan dan berbagi praktik, bukan sekadar kompetisi. Kesimpulannya, enam SPM memberi arah yang kuat untuk menjadikan Posyandu garda depan layanan dasar. Namun, perubahan nyata hanya terjadi bila pemerintah menindaklanjuti temuan kader dan warga memperoleh layanan yang terhubung, bukan sekadar janji integrasi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!