Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Rumah Gizi dan Dapur B2SA Disiapkan di 153 Kelurahan

Rumah Gizi dan Dapur B2SA Disiapkan di 153 Kelurahan
Minat|Gaya Hidup Sehat

Layanan gizi harus hadir dekat dengan keluarga

Rumah gizi adalah layanan berbasis komunitas yang membantu keluarga memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan balita melalui pendampingan, makanan sesuai kebutuhan, serta dukungan tenaga kesehatan setempat. Gagasan ini layak diperluas karena pencegahan stunting tidak cukup mengandalkan bantuan sesekali: keluarga membutuhkan layanan yang dekat, berkelanjutan, dan memahami kondisi masing-masing. Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mendorong pembentukan rumah gizi dan dapur B2SA—Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman—di 153 kelurahan. Ia menyampaikan dorongan tersebut saat menghadiri kegiatan Penanganan Masalah Gizi Pokja IV TP PKK di Puskesmas Maccini Sombala pada Senin, 2 November 2026.

Target 153 kelurahan memberi arah yang jelas, tetapi keberhasilan tidak diukur dari banyaknya dapur yang dibuka. Yang lebih penting ialah apakah ibu hamil dan balita berisiko terdata, mendapat pendampingan, dan menerima makanan yang tepat secara konsisten.

Pendampingan menunjukkan hasil, tetapi belum tuntas

Data dari Kecamatan Tamalate memperlihatkan skala kebutuhan sekaligus alasan layanan lokal perlu diperkuat: sekitar 15 balita dan dua ibu hamil menjadi sasaran intervensi gizi. Setelah pendampingan selama 90 hari, rata-rata berat badan balita naik satu kilogram. Namun, dua balita masih menunjukkan kenaikan yang belum stabil dan satu ibu hamil belum mencapai ambang batas normal.

Angka rata-rata itu patut disambut, tetapi tidak boleh menutupi keluarga yang belum membaik. Gizi balita dan gizi ibu hamil memerlukan pemantauan individual, bukan ukuran keberhasilan yang berhenti pada capaian kelompok. Melinda mengingatkan agar anak dan ibu hamil yang masih membutuhkan perhatian terus didampingi.

Pemberian makanan tambahan pun harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan porsi menurut kelompok usia anak, dengan arahan ahli gizi. Tanpa kecermatan tersebut, bantuan bisa tersedia tetapi tidak menjawab kebutuhan penerimanya.

Dapur B2SA perlu bertumpu pada sumber daya setempat

Dapur B2SA akan lebih berguna jika menjadi bagian dari layanan kelurahan, bukan sekadar tempat membagikan makanan. Melinda mendorong setiap kelurahan mengembangkan rumah gizi dan dapur secara mandiri, dengan memanfaatkan hasil urban farming seperti telur, sayuran, dan ikan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

Pendekatan ini dapat mendekatkan bahan pangan dan pendampingan kepada keluarga, sekaligus memberi ruang bagi komunitas untuk terlibat. Namun, kemandirian tidak berarti setiap kelurahan dibiarkan berjalan sendiri: layanan kesehatan setempat, ahli gizi, TP PKK, komunitas, pemerintah, dan dunia usaha perlu membagi peran agar keluarga tidak kehilangan dukungan.

Data yang tepat menentukan siapa yang terjangkau

Perluasan program hanya akan tepat sasaran jika data keluarga terus diperbarui. Melinda menyoroti mobilitas penduduk sebagai tantangan untuk memastikan pendataan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita berisiko masalah gizi tetap akurat. Ia mendorong pembenahan data melalui program Wargata’ Sariwisma.

Tantangan berikutnya adalah jangkauan: intervensi yang berjalan masih terbatas pada satu kelurahan melalui anggaran PKK. Karena itu, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan pemangku kepentingan lain harus memperluas pendampingan, bukan sekadar memperbanyak titik kegiatan. Rumah gizi dan dapur B2SA berpotensi menjadi tulang punggung pencegahan stunting apabila data, tenaga lokal, pangan bergizi, dan tindak lanjut dirangkai dalam layanan rutin. Kesimpulannya, target 153 kelurahan baru bermakna ketika setiap keluarga yang membutuhkan benar-benar ditemukan dan didampingi secara berkelanjutan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!