Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Literasi Keuangan dan Kompetensi Digital: Langkah Berani Kota Solok

Literasi Keuangan dan Kompetensi Digital: Langkah Berani Kota Solok
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Mengapa Literasi Keuangan dan Digital Menjadi Titik Awal Reformasi Pembelajaran

Literasi keuangan guru dan kompetensi guru digital adalah kemampuan pendidik untuk memahami pengelolaan keuangan secara sehat sekaligus memanfaatkan teknologi digital dengan kreatif dan bertanggung jawab dalam proses belajar-mengajar, sehingga mereka mampu menjadi fasilitator yang relevan di tengah ekonomi modern dan ekosistem pendidikan yang semakin terdigitalisasi. Dalam konteks itu, langkah Pemerintah Kota Solok berkolaborasi dengan Ruangguru melalui Webinar Financial Literacy & Digitalisasi bertema "Financial Awareness & Digital Creativity" patut dibaca sebagai strategi reformasi pembelajaran yang dimulai dari pendidiknya. Alih-alih sebatas pelatihan teknis, program ini menempatkan guru dan tenaga kependidikan sebagai aktor utama yang perlu paham uang dan paham digital sebelum menuntut hal serupa dari murid.

Detail Program: Financial Awareness & Digital Creativity untuk Pendidik

Webinar Financial Literacy & Digitalisasi yang digelar pada awal Oktober diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan dari berbagai satuan pendidikan di Kota Solok. Fokusnya jelas: meningkatkan literasi keuangan guru sekaligus pelatihan digital pendidik agar mereka lebih siap menghadapi kelas yang serba online dan lingkungan sekolah yang terhubung dengan berbagai layanan keuangan digital. Kehadiran unsur Bagian Perekonomian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan dipandang sebagai isu lintas sektor, bukan sekadar materi tambahan di pelajaran ekonomi. Mengutip Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok, Lusya Adelina, guru saat ini “tidak hanya dituntut meningkatkan kompetensi di bidang pendidikan, tetapi juga perlu memiliki pemahaman yang baik tentang literasi keuangan dan perkembangan teknologi digital”. Pernyataan ini menegaskan bahwa kompetensi guru digital dan finansial bukan lagi pilihan, melainkan standar profesi baru.

Dari Pelatihan ke Kelas: Guru sebagai Fasilitator Literasi Finansial dan Digital

Nilai penting kolaborasi ini terletak pada dampaknya terhadap praktik sehari-hari, bukan pada seremoninya. Lusya Adelina berharap pengetahuan dari webinar dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendukung pelaksanaan tugas di lingkungan pendidikan. Ini berarti guru tidak hanya mempelajari konsep literasi keuangan guru untuk diri sendiri, tetapi juga bersiap mengubahnya menjadi program literasi finansial yang hidup di kelas: mengajak siswa mengenal anggaran, tabungan, risiko utang, hingga etika penggunaan dompet digital. Di sisi lain, kecakapan digital membuat guru berani bereksperimen dengan materi, platform, dan format pembelajaran; bukan sekadar mengoperasikan gawai, tetapi memanfaatkannya untuk kreativitas dan produktivitas. Pelatihan digital pendidik seperti ini menjadikan guru fasilitator yang sanggup mengajarkan cara menggunakan teknologi dan layanan keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab kepada generasi muda.

Membangun Ekosistem Pendidikan yang Adaptif di Era Ekonomi Digital

Perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi kreativitas dan produktivitas guru, tetapi juga membawa risiko jika tidak diimbangi kemampuan mengelola keuangan dan kesadaran digital. Di titik inilah inisiatif Kota Solok menjadi menarik: alih-alih menunggu guru beradaptasi sendiri, pemerintah daerah menginisiasi peningkatan kompetensi guru digital yang terintegrasi dengan literasi keuangan guru. Kolaborasi dengan platform edtech diarahkan untuk memperkuat kapasitas guru dan tenaga kependidikan menghadapi perubahan teknologi, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang adaptif dan inovatif. Jika pengetahuan dari webinar benar-benar dipraktikkan, kita bisa berharap sekolah di Kota Solok melahirkan lulusan yang tidak gagap digital dan tidak abai terhadap keuangan pribadi. Langkah ini bukan solusi tunggal bagi semua masalah pendidikan, tetapi adalah fondasi strategis: mulai dari pendidik, baru menata kurikulum dan budaya belajar. Kota lain yang masih mengabaikan aspek finansial dan digital dalam pengembangan guru patut menjadikannya cermin.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!