Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

QRIS Antarnegara Tembus Rp8 Triliun: Wisata dan UMKM Naik Kelas

QRIS Antarnegara Tembus Rp8 Triliun: Wisata dan UMKM Naik Kelas
Minat|Asia Tenggara

QRIS Antarnegara: Dari Standar Lokal ke Mesin Devisa

QRIS antarnegara transaksi adalah sistem pembayaran berbasis kode QR yang menghubungkan standar QR lokal dengan jaringan pembayaran lintas negara sehingga wisatawan asing dan pengguna dompet digital bisa melakukan pembayaran lintas negara secara langsung dalam mata uang asal mereka, tanpa perlu menukar uang tunai terlebih dahulu, sekaligus membuka jalur UMKM ekspor digital dan transaksi internasional yang lebih mudah dan murah. Fakta paling mencolok: nilai total transaksi QRIS antarnegara sudah menembus sekitar Rp8,05 triliun sejak diluncurkan pada 2022 hingga Agustus 2026. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan tanda bahwa standar QR yang dulu dianggap lokal kini berubah menjadi mesin devisa dan panggung baru bagi UMKM. Ketika pembayaran lintas negara menjadi semudah memindai satu kode QR, pertanyaannya bukan lagi apakah pelaku usaha akan ikut, melainkan seberapa cepat mereka mampu beradaptasi.

QRIS Antarnegara Tembus Rp8 Triliun: Wisata dan UMKM Naik Kelas

Lonjakan Wisatawan Asing Belanja: Net Inbound Jadi Sinyal Kuat

Data menunjukkan bahwa pendorong utama QRIS antarnegara transaksi saat ini adalah wisatawan asing belanja di destinasi lokal. Bank sentral mencatat 17,8 juta transaksi inbound dengan nilai Rp6,2 triliun sejak 2022 hingga Agustus 2026. Artinya, wisatawan mancanegara dari Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan China lebih sering memindai QRIS di sini dibandingkan warga yang bertransaksi di enam negara tersebut. Dominasi net inbound ini adalah kabar baik bagi pariwisata dan pelaku usaha yang melayani wisatawan asing. Transaksi yang sebelumnya terhambat oleh uang tunai, kurs, dan kartu asing kini berubah menjadi satu gerakan cepat di layar ponsel. Ketika wisatawan asing belanja menjadi lebih lancar, potensi devisa meningkat tanpa harus membangun kampanye besar-besaran: cukup pastikan kode QRIS terpampang jelas di depan kasir.

Kolaborasi Lokal-Global: Infrastruktur Pembayaran Jadi Jembatan Ekspor

Di balik angka Rp8,05 triliun ada kerja sama serius antara pemain lokal dan jaringan pembayaran global. Pembayaran digital memasuki fase baru dengan kolaborasi yang menghubungkan metode pembayaran lokal, relasi merchant, dan posisi regulasi dengan platform merchant acquiring global serta ekosistem produk internasional, termasuk gateway dompet digital lintas negara. CEO Doku yang juga Head of Antom Indonesia menegaskan bahwa perkembangan perdagangan digital sekarang menuntut infrastruktur pembayaran yang mampu menghubungkan bisnis dengan pasar internasional. Jalur ini tidak hanya penting bagi ritel besar, tetapi krusial bagi UMKM ekspor digital. Penguatan infrastruktur diarahkan untuk mendukung pembayaran lintas negara sekaligus membuka peluang bagi bisnis memperluas jangkauan ke pasar Asia Tenggara dan global. Ditambah lagi, konektivitas QRIS antarnegara dinilai memberi manfaat bagi pariwisata, perdagangan, perluasan akses pasar UMKM, dan inklusi keuangan. Jika UMKM mengabaikan jembatan ini, mereka dengan sengaja memilih tetap terkurung di pasar domestik.

GoPay dan Dompet Digital: Paspor Baru di Saku Pengguna

Perubahan paling terasa di level pengguna muncul lewat dompet digital seperti GoPay. Layanan QRIS Cross Border membuat pengguna bisa membayar di luar negeri menggunakan saldo rupiah di aplikasi; nilai pembayaran kemudian dikonversi sesuai kurs yang berlaku. Dengan memindai kode QR di negara yang sudah terhubung—Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China—pengguna tak perlu lagi menukarkan uang tunai. China dan Malaysia tercatat sebagai dua negara dengan transaksi QRIS Cross Border yang cukup tinggi bagi pengguna GoPay. Di sisi lain, nilai transaksi GoPay sendiri pernah mencapai Rp360 triliun pada 2022, menunjukkan basis pengguna yang besar siap memanfaatkan pembayaran lintas negara. Ini bukan sekadar fitur tambahan; ini adalah “paspor keuangan” di saku yang mengubah cara orang merencanakan perjalanan, belanja di luar negeri, dan kelak, mungkin juga bertransaksi dengan UMKM ekspor digital tanpa rasa asing terhadap sistem pembayaran.

Pariwisata dan UMKM: Saatnya Menganggap QRIS Sebagai Strategi, Bukan Sekadar Alat

QRIS antarnegara sudah terhubung dengan enam negara hingga Agustus 2026, dan tren ini jelas tidak akan kembali ke titik nol. Deputi Gubernur bank sentral menegaskan bahwa perluasan QRIS antarnegara penting untuk memperkuat konektivitas sistem pembayaran yang menghubungkan ekonomi lokal dengan dunia, dan menekankan bahwa pembayaran lintas negara hanya bisa tumbuh lewat kolaborasi regulator, industri, pelaku usaha, asosiasi, dan masyarakat: “Technology sets the pace. Collaboration sets the direction.” Bagi sektor pariwisata, ini berarti pengalaman wisatawan asing belanja harus didesain digital terlebih dahulu, baru fisik. Bagi UMKM, ini langkah pertama yang nyata menuju transaksi internasional: dari menampilkan QRIS di toko fisik sampai memasukkan opsi pembayaran QRIS antarnegara di toko daring. Kesimpulannya tegas: siapa pun pelaku usaha yang belum menjadikan QRIS antarnegara sebagai bagian strategi bisnis, sedang membiarkan Rp8 triliun peluang mengalir lewat kode QR milik orang lain.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!