Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Verifikasi Identitas Jadi Kunci Keamanan Domain .id

Verifikasi Identitas Jadi Kunci Keamanan Domain .id
Minat|Solusi Pintar

Verifikasi identitas harus menjadi bagian dari keamanan domain

Verifikasi identitas digital adalah proses memastikan bahwa seseorang atau organisasi benar-benar pihak yang mereka klaim, menggunakan bukti elektronik yang dapat diperiksa tanpa bergantung semata pada pengakuan pengguna. Karena itu, rencana PANDI dan Privy mengaitkan pemeriksaan identitas dengan pengelolaan domain .id merupakan langkah yang tepat: keamanan tidak cukup dibebankan kepada pengguna yang diminta waspada.

PANDI dan penyedia layanan identitas digital Privy menandatangani nota kesepahaman secara elektronik melalui layanan Privy, di Bali, pada pertemuan ICANN ke-87. Ketua Dewan Pengurus PANDI Isnawan dan CEO sekaligus pendiri Privy, Marshall Pribadi, meneken kerja sama yang berfokus pada riset dan pengembangan teknologi identitas, termasuk Kredensial Terverifikasi atau Verifiable Credentials (VC) dan Tanda Tangan Elektronik (TTE). Kesepakatan ini penting bukan karena tanda tangan digitalnya, melainkan karena kedua pihak mulai merancang cara agar klaim identitas dalam ekosistem domain dapat diperiksa.

Dorongan itu muncul di tengah penyalahgunaan domain .id. PANDI melalui Indonesia Domain Abuse Data Exchange melaporkan 32.535 domain terindikasi disalahgunakan pada semester pertama 2026; sebanyak 6.491 laporan berkaitan dengan phishing untuk mencuri informasi sensitif. Angka tersebut menunjukkan bahwa penipuan domain bukan gangguan pinggiran. Ketika alamat, pesan, dan dokumen palsu makin sulit dibedakan, verifikasi yang tertanam dalam proses pengelolaan domain berpotensi memberi lapisan kepercayaan tambahan.

Verifikasi Identitas Jadi Kunci Keamanan Domain .id

Kepercayaan perlu dibangun tanpa mengorbankan privasi

Nilai kolaborasi ini akan ditentukan oleh penerapannya, bukan pengumuman kerja sama. PANDI dan Privy menjajaki proyek percontohan untuk membuat pemeriksaan lebih efisien sekaligus menerapkan minimisasi data, sehingga risiko kebocoran salinan dokumen identitas dapat ditekan. Ini pendekatan yang patut dipertahankan: keamanan yang meminta pengguna menyerahkan data berlebihan justru dapat menciptakan risiko baru.

Pengembangan mencakup riset, standar, tata kelola, interoperabilitas, VC, dan TTE. Privy, sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik berlisensi, mendukung verifikasi identitas serta autentikasi dokumen elektronik yang sah secara hukum. Kerangka kerja juga perlu selaras dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi dan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019. Standar yang jelas akan membantu memastikan kredensial dapat diperiksa lintas layanan, sementara pengguna tetap memiliki perlindungan atas data mereka.

Bagi pengguna biasa, hasil yang diharapkan bukan sekadar proses registrasi yang lebih ketat, melainkan lebih banyak alasan untuk percaya bahwa identitas dan dokumen elektronik yang terkait dengan layanan domain telah diverifikasi. Marshall Pribadi menilai ekosistem digital perlu memungkinkan identitas dan komunikasi diverifikasi, bukan hanya terus meminta pengguna berhati-hati. Prinsip itu masuk akal, tetapi kepercayaan baru tumbuh jika verifikasi efektif, transparan, dan tidak berubah menjadi pengumpulan data tanpa batas.

Verifikasi identitas melengkapi infrastruktur domain

Keamanan domain .id juga bergantung pada infrastruktur domain yang menopang resolusi nama dan pertukaran lalu lintas internet. PANDI menggandeng APJII untuk memperkuat DNS nasional, termasuk DNS Resolver Indonesia, DNS Authoritative .id, penempatan Root Server, serta keamanan siber melalui jaringan Indonesia Internet Exchange di Jakarta, Balikpapan, dan Bandung. Pada tingkat internasional, kerja sama dengan NIXI mencakup pertukaran pengetahuan tata kelola registri, penerapan IPv6, dan penguatan keamanan berbasis RPKI, DMARC, serta DNSSEC di kawasan Asia-Pasifik.

Lapisan teknis tersebut dan verifikasi identitas menangani sisi risiko yang berbeda. DNS dan mekanisme keamanan jaringan membantu menjaga pengoperasian serta keutuhan infrastruktur; pemeriksaan identitas dapat membantu memastikan pihak yang mengajukan atau memakai kredensial benar-benar pihak yang berhak. Keduanya tidak otomatis menghentikan semua penipuan, tetapi pendekatan berlapis lebih meyakinkan daripada mengandalkan satu alat atau imbauan.

Skalanya membuat pelaksanaan yang cermat semakin penting: pendaftaran domain .id mencapai 1,43 juta nama hingga 31 Desember 2025, sementara Privy melayani lebih dari 72 juta pengguna terverifikasi dan 300.000 bisnis. Jumlah itu menunjukkan peluang memperluas solusi, bukan bukti bahwa proyek percontohan sudah berhasil. PANDI dan Privy perlu menguji akurasi, kemudahan penggunaan, perlindungan data, serta interoperabilitas sebelum mekanisme verifikasi diperluas.

Kesimpulannya, kolaborasi PANDI-Privy layak dinilai dari kemampuannya mengubah verifikasi identitas digital menjadi perlindungan praktis tanpa mengorbankan privasi. Jika proyek percontohan menghasilkan pemeriksaan yang tepercaya dan hemat data, ekosistem .id dapat memperoleh dasar kepercayaan yang lebih kuat. Jika tidak, MoU hanya akan menjadi niat baik; keamanan domain harus terlihat dalam pengalaman pengguna dan ketahanan layanan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!