Acer Smart School Awards: Kompetisi yang Sebenarnya Program Transformasi
Acer Smart School Awards adalah program penghargaan pendidikan yang dirancang untuk mendorong sekolah dan guru mengintegrasikan kecerdasan artifisial (AI) dan coding ke dalam pembelajaran, sekaligus menjadi wadah kompetisi, pelatihan, dan praktik inovasi pendidikan digital yang berdampak nyata bagi ekosistem sekolah.
Fokus utama Acer Smart School Awards (ASSA) bukan sekadar lomba bergengsi, tetapi dorongan agar sekolah menjadikan AI dan coding sebagai kompetensi dasar siswa dan guru. Acer Indonesia kembali membuka ASSA 2026 untuk mengapresiasi sekolah dan pendidik yang menghadirkan inovasi dalam pembelajaran. Memasuki tahun keenam penyelenggaraan, ASSA memperkuat fokus pada pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan coding dalam pendidikan. Artinya, sekolah yang masih memandang AI sebagai “tambahan” akan tertinggal dari mereka yang menjadikannya bagian dari strategi pembelajaran. ASSA 2026 resmi dibuka sejak 16 September 2026 dan ini saatnya sekolah berhenti sebatas visi, lalu menunjukkan bukti nyata inovasi berbasis teknologi.

Kategori Penghargaan: Mengukur Kesiapan Nyata AI dan Coding di Sekolah
ASSA 2026 menghadirkan dua kategori utama yang secara terang menilai kedewasaan inovasi pendidikan digital di sekolah: School of The Year Award dan Guru Kreatif Award. Ini bukan soal siapa paling ramai membuat poster digital, tetapi siapa yang sanggup membuktikan integrasi AI dan coding ke ruang kelas secara konsisten. Untuk School of The Year, sekolah wajib menunjukkan bukti inovasi, dampaknya terhadap ekosistem pendidikan, serta penerapan prinsip keberlanjutan. Dengan kata lain, panitia ingin melihat apakah inovasi yang dilakukan punya daya hidup, bukan sekadar proyek sesaat demi lomba.
Sementara itu, Guru Kreatif Award menuntut proyek pembelajaran berbasis AI lengkap dengan karya atau artefak yang dihasilkan siswa. Di sini, guru diuji sebagai perancang pengalaman belajar, bukan hanya pengguna aplikasi. Acer akan memilih satu pemenang School of The Year dan tiga pemenang Guru Kreatif Award pada setiap jenjang yang dikompetisikan, dengan total hadiah lebih dari Rp600 juta sebagai insentif konkret bagi para inovator pendidikan. Sekolah dasar hingga SMK, termasuk SLB dan madrasah, semuanya punya peluang yang sama untuk menunjukkan bahwa AI dan coding sudah menjadi bagian dari kultur belajar mereka.

Penilaian dan Acer Innovation Arena: Dari Wacana ke Bukti
Hal paling menarik dari ASSA 2026 adalah keberanian penyelenggara menempatkan implementasi di atas wacana. Pada penyelenggaraan tahun ini, aspek implementasi dan bukti nyata mendapat bobot penilaian lebih besar dibandingkan sekadar visi transformasi digital. Pernyataan Fransisca Maya bahwa “AI dan coding kini menjadi bagian dari kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan” menegaskan bahwa sekadar mengenal teknologi tidak lagi cukup; sekolah harus menunjukkan bagaimana teknologi diimplementasikan dalam pembelajaran sehari-hari.
Tahap akhir penilaian dilakukan melalui Acer Innovation Arena, sebuah sesi studi kasus langsung yang menuntut finalis menyusun struktur pemikiran dan mengembangkan solusi berbasis AI dalam waktu terbatas. Di sinilah kesiapan sejati guru dan sekolah akan terlihat: apakah mereka mampu menerjemahkan masalah nyata pendidikan menjadi solusi AI yang relevan. Kompetisi seperti ini penting karena memaksa peserta keluar dari zona nyaman modul dan presentasi, menuju simulasi situasi riil yang menuntut kreativitas, kecepatan berpikir, dan kemampuan kolaborasi.
Acer Smart School Academy dan Intel Skills for Innovation: Hadiah Terbesar Bukan Uang
Total hadiah lebih dari Rp600 juta sering menjadi sorotan utama ASSA 2026. Namun hadiah paling berharga sesungguhnya adalah kesempatan belajar terstruktur melalui Acer Smart School Academy yang berkolaborasi dengan Intel Skills for Innovation (SFI). Seluruh peserta, bukan hanya pemenang, mendapat akses ke program pelatihan ini yang digelar pada November 2026. Materinya mencakup design thinking, computational thinking, pemrograman, analisis data, simulasi, pemanfaatan AI dan machine learning, serta integrasi teknologi ke kurikulum dan pembelajaran berbasis proyek.
Jika sekolah serius membangun budaya AI dan coding, maka program ini adalah “kurikulum pendamping” yang tidak boleh diabaikan. Di banyak sekolah, guru masih bingung memulai inovasi pendidikan digital dari mana; Acer Smart School Academy menawarkan rute yang lebih terarah. Dengan menggabungkan kompetisi, pelatihan, serta penerapan AI dan coding, ASSA 2026 diharapkan menjadi ruang bagi sekolah dan guru untuk menunjukkan inovasi pembelajaran yang benar-benar diterapkan, bukan sekadar dipresentasikan.
Bagaimana Sekolah Seharusnya Menyikapi ASSA: Panduan Praktis dan Sikap Strategis
ASSA 2026 terbuka bagi sekolah, sekolah luar biasa (SLB), madrasah, dan guru dari jenjang setara SD/MI hingga SMK/MAK. Pendaftaran telah dibuka sejak 16 September 2026 melalui laman resmi Acer Smart School. Namun pertanyaan pentingnya bukan “ikut atau tidak”, melainkan “apa yang ingin diubah di sekolah melalui keikutsertaan ini?”. Sekolah sebaiknya memulai dengan mengaudit praktik pembelajaran: apakah sudah ada proyek yang melibatkan AI sederhana, coding dasar, atau analisis data yang dekat dengan kehidupan siswa. Jika belum, inilah momentum memulai dengan tujuan jelas, lalu mendokumentasikannya sebagai portofolio untuk ASSA.
Guru juga perlu memosisikan diri bukan sebagai peserta lomba, tetapi sebagai arsitek perubahan. Proyek Guru Kreatif berbasis AI tidak harus rumit; yang penting relevan, terukur, dan menghasilkan artefak pembelajaran yang nyata. ASSA akan memberi panggung, Acer Smart School Academy menyediakan pelatihan, Intel Skills for Innovation menghadirkan kerangka berpikir. Tugas sekolah adalah memastikan semua ini terjaga pasca lomba. Jika diperlakukan sebagai program transformasi jangka panjang, Acer Smart School Awards dapat menjadi katalis penting untuk menjadikan AI dan coding sebagai bahasa baru literasi di sekolah.






