Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Peran Ayah Mengurangi Ketergantungan Gadget Anak

Peran Ayah Mengurangi Ketergantungan Gadget Anak
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Ayah Hadir, Gadget Mundur: Inti Pengasuhan di Era Digital

Peran ayah dalam pengasuhan anak di era digital adalah keterlibatan aktif dan konsisten ayah dalam interaksi, komunikasi, dan aktivitas sehari-hari anak untuk menyeimbangkan pengaruh teknologi, mengurangi ketergantungan gadget, dan membangun kedekatan emosional yang menjadi fondasi tumbuh kembang sehat. Ini bukan sekadar soal menemani, tetapi tentang kehadiran yang sadar, terencana, dan penuh kualitas di tengah arus layar yang makin mendominasi rumah. Di banyak keluarga, gawai telah menjadi pengasuh bayangan yang menutup ruang dialog. Karena itu, langkah berani daerah yang menempatkan ayah sebagai garda depan pengasuhan layak diapresiasi—dan dikritisi ketika hanya berhenti pada seremonial. Pertanyaannya: maukah para ayah keluar dari zona nyaman kerja dan layar mereka sendiri demi memutus siklus anak yang tumbuh ditemani gadget, bukan orang tua?

Sangkepan Bape Cager: Saat Ayah Bali Utara Diajak Turun Tangan

Program Sangkepan Bape Cager di Bali Utara secara tegas mengirim pesan: ayah bukan figur cadangan dalam pengasuhan anak, melainkan pemain utama yang wajib hadir di lapangan. Melalui program ini, para ayah diajak membangun pola asuh interaktif, hangat, dan komunikatif bersama anak, sebagai strategi pemerintah daerah untuk menjaga keharmonisan keluarga dan membendung ketergantungan anak pada gawai yang tumbuh dari minimnya interaksi langsung di rumah. Kepala dinas terkait, Made Supartawan, mengakui akar masalahnya ada di rutinitas kerja yang menyita energi dan waktu orang tua, sehingga kualitas komunikasi dengan anak tergerus. Pernyataannya tajam: “Ayah harus mampu hadir di tengah era digital ini dan menyeimbangkan waktu antara pekerjaan serta keluarga.” Program ini patut diapresiasi karena berani menantang budaya ayah yang absen, tapi keberhasilannya akan ditentukan oleh apakah materi pelatihan benar-benar mengubah kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar menambah slogan pengasuhan di spanduk.

Kualitas Waktu, Bukan Larangan Teknologi: Cara Nyata Mengurangi Ketergantungan Gadget

Inisiatif di Buleleng menempatkan aktivitas alternatif berkualitas sebagai senjata utama untuk mengurangi ketergantungan gadget anak: pendekatan pola asuh yang humanis dan menyenangkan diarahkan agar perhatian anak beralih dari layar ke interaksi positif bersama ayah dan ibu, termasuk lewat kegiatan luar ruangan. Ini langkah yang tepat; pelarangan gawai tanpa menawarkan pengalaman yang lebih hangat hanya akan memicu konflik dan sembunyi-sembunyi. Namun program ini juga mengandung kritik implisit bagi orang tua: anak kecanduan layar bukan semata salah teknologi, tetapi konsekuensi rumah yang sepi dialog. Ketika ayah pulang dan memilih menatap ponselnya sendiri, pesan pengasuhan apapun akan runtuh. Mengurangi ketergantungan gadget perlu strategi sederhana tapi tegas: jadwal rutin tanpa gawai, permainan fisik, obrolan sebelum tidur, dan ruang di mana anak merasa diperhatikan tanpa syarat—bukan hanya saat nilai bagus atau perilaku ideal.

Lamongan: Seminar Parenting dan Alarm Serius tentang Fatherless

Di Lamongan, Forum PAUD bersama TP PKK dan dinas pendidikan memilih jalur peningkatan kapasitas orang tua lewat seminar parenting bertema pengasuhan anak di era digital. Wakil bupati menegaskan bahwa teknologi bukan musuh, tetapi anak belum mampu memfilter informasi yang masuk ke gadget, sehingga membutuhkan pendampingan orang tua. Pernyataan paling menggelisahkan muncul saat ia menyebut, berdasarkan survei, 24,9 persen anak di Jawa Timur merasakan fatherless—ayah ada secara fisik, namun absen secara emosional. Ia bahkan menyerukan agar bapak-bapak menyediakan setidaknya satu jam quality time tanpa gadget setiap hari bersama anak untuk membangun mental dan sentuhan sosial yang menjadi pondasi masa depan mereka. Seminar yang diikuti 215 peserta dari 27 kecamatan ini jelas bukan kegiatan biasa; ini upaya menggeser ego orang tua yang gemar memenuhi semua permintaan anak dengan gawai, menuju pola pengasuhan positif yang menahan dorongan instan demi perkembangan jangka panjang.

Peran Ayah Mengurangi Ketergantungan Gadget Anak

Ekosistem Pengasuhan: Ayah, Ibu, Guru, dan Media Harus Satu Nada

Baik di Buleleng maupun Lamongan, pesan yang muncul sebenarnya sama: parenting di era digital tidak bisa diserahkan pada satu figur, melainkan butuh ekosistem pengasuhan yang utuh. Program Sangkepan Bape Cager berharap perhatian anak yang sebelumnya didominasi gawai beralih ke interaksi positif bersama ayah dan ibu, di rumah maupun di luar ruangan. Di Lamongan, seminar parenting ditujukan memberi tambahan wawasan kepada Ayah Bunda tentang pola pengasuhan positif, sekaligus menegaskan bahwa keteladanan orang tua adalah pondasi pendidikan anak usia dini, dengan peran guru, masyarakat, dan media yang juga berpengaruh. Ini arah yang tepat: keterlibatan orang tua tidak boleh timpang, di mana ibu menanggung beban pengasuhan sementara ayah bersembunyi di balik alasan kerja. Jika ayah dan ibu kompak mengatur screen time, menyepakati aturan gawai, dan menyediakan waktu hadir yang konsisten, anak akan tumbuh dalam rumah yang lebih kuat daripada rayuan notifikasi. Kesimpulannya jelas: mengurangi ketergantungan gadget bukan soal aplikasi pengendali layar, tetapi soal keberanian orang tua—terutama ayah—untuk menata ulang prioritas hidup mereka.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!