Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Al-Izzah Gandeng NEC dan Mentari Assessment untuk Perkuat Pembelajaran Cambridge

Al-Izzah Gandeng NEC dan Mentari Assessment untuk Perkuat Pembelajaran Cambridge
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Kemitraan untuk pembelajaran yang lebih terukur

Kemitraan pendidikan bahasa Inggris adalah kerja sama antara sekolah dan penyedia layanan pembelajaran serta asesmen untuk mengembangkan kemampuan siswa secara terarah, terukur, dan sesuai standar yang diakui. Pada 4 November 2026, Yayasan Al-Izzah Serang menjalin kerja sama dengan National English Centre (NEC) melalui Mentari Assessment sebagai langkah memperkuat kompetensi bahasa Inggris dan pembelajaran berstandar internasional. Arah ini tepat: mutu bahasa tidak cukup dinilai dari banyaknya kosakata atau aturan tata bahasa yang dihafal. Siswa perlu mampu memahami, menggunakan, dan mengembangkan bahasa dalam situasi nyata. Kemitraan akan berarti jika standar internasional diterjemahkan menjadi pengalaman belajar yang konsisten di kelas, bukan hanya menjadi label atau kesempatan mengikuti ujian.

Program direncanakan berjalan bertahap di seluruh unit pendidikan yayasan, dari pendidikan anak usia dini hingga jenjang menengah. Rentang ini memberi peluang membangun perkembangan yang berkesinambungan, asalkan materi dan target disesuaikan dengan usia serta kemampuan siswa.

Dari empat keterampilan menuju capaian yang bisa dipantau

Nilai praktis kerja sama ini terletak pada pergeseran dari pembelajaran yang berpusat pada hafalan menuju penggunaan bahasa. Program diarahkan untuk mengembangkan Listening, Speaking, Reading, dan Writing, serta membiasakan siswa memakai bahasa Inggris dalam percakapan, presentasi, diskusi, dan kegiatan akademik lainnya. Jika diterapkan dengan baik, pendekatan itu dapat membuat bahasa Inggris menjadi alat untuk bertukar gagasan, bukan sekadar mata pelajaran yang diuji.

Asesmen berdasarkan acuan internasional juga memungkinkan sekolah memetakan kemampuan siswa dan memantau kemajuannya secara bertahap. Mentari Assessment merupakan bagian dari Mentari Group yang bergerak di bidang asesmen dan sertifikasi bahasa Inggris. Lembaga ini berstatus Authorised Platinum Exam Centre untuk Cambridge Assessment English dengan nomor ID280. Kredensial tersebut memberi jalur menuju asesmen Cambridge, tetapi hasilnya akan bergantung pada mutu pengajaran dan tindak lanjut terhadap kebutuhan tiap siswa.

Standar Cambridge harus hadir dalam pengalaman belajar

Kaitan kemitraan dengan pembelajaran Cambridge bukan semata-mata soal sertifikat. Siswa diharapkan dapat mengikuti asesmen atau ujian Cambridge English sesuai usia dan tingkat kemampuan sebagai bukti kompetensi bahasa Inggris. Sebelum sampai ke tahap itu, dukungan kurikulum, konsultasi, pelatihan, dan persiapan ujian perlu tersambung dengan pembelajaran harian. Tanpa kesinambungan tersebut, ujian berisiko menjadi tujuan tersendiri, sementara kemampuan berkomunikasi yang seharusnya dibangun tertinggal.

Di sinilah peran NEC pendidikan dan Mentari Assessment perlu dinilai dari dampaknya di kelas: apakah guru memperoleh dukungan yang berguna, apakah target belajar sesuai tahap perkembangan siswa, dan apakah hasil asesmen dipakai untuk memperbaiki pengajaran. Acuan CEFR, yang disebut sebagai kerangka pengukuran kemampuan bahasa dari tingkat pemula hingga mahir, dapat membantu menjadikan capaian lebih jelas. Ukuran keberhasilan bukan banyaknya siswa yang ikut ujian, melainkan perkembangan keterampilan yang bisa ditunjukkan dan digunakan.

Investasi jangka panjang bagi siswa dan pendidik

Yayasan Al-Izzah memandang pendidikan berwawasan internasional sebagai bagian dari pembentukan generasi yang memiliki kompetensi akademik, karakter Islami, kemampuan komunikasi, dan kesiapan berkontribusi di tengah masyarakat global. Itu alasan yang lebih kuat daripada sekadar mengejar pengakuan eksternal: kompetensi bahasa Inggris dapat membantu siswa mengakses sumber pengetahuan, menyampaikan gagasan, dan membuka pilihan pendidikan lanjutan.

Ke depan, penguatan ini diharapkan menjadi bekal bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, di dalam maupun luar negeri. Namun, manfaatnya tidak otomatis muncul dari penandatanganan kerja sama. Yayasan perlu menjaga mutu pelaksanaan lintas jenjang, memberi ruang bagi guru untuk mengembangkan metode yang sesuai, serta menggunakan hasil asesmen sebagai dasar perbaikan. Jika komitmen itu dijalankan, kolaborasi dengan NEC dan Mentari Assessment dapat menghubungkan standar Cambridge dengan pembelajaran yang benar-benar terasa bagi siswa.

Kesimpulannya, kemitraan ini memiliki arah yang menjanjikan karena memadukan penguatan kompetensi bahasa Inggris, pemetaan kemampuan, dan akses ke asesmen Cambridge. Tolok ukur akhirnya haruslah siswa yang semakin mampu berkomunikasi dan belajar dengan bahasa Inggris, bukan sekadar siswa yang memiliki kesempatan mengikuti ujian.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!