Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Gianyar Perluas Akses Prasekolah: Bekal Anak Sebelum SD

Gianyar Perluas Akses Prasekolah: Bekal Anak Sebelum SD
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Prasekolah sebagai fondasi sebelum SD

Pendidikan prasekolah adalah layanan belajar bagi anak usia 5–6 tahun sebelum memasuki sekolah dasar, yang membantu membangun kemampuan, kemandirian, dan kesiapan belajar sesuai tahap perkembangannya. Inilah alasan wajib belajar prasekolah patut dipandang sebagai bekal tumbuh kembang, bukan sekadar tambahan masa sekolah. Pemkab Gianyar memperkuat pelaksanaannya melalui sosialisasi yang memadukan kelas parenting dan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di TK Negeri Hindu Kerta Winangun Santhi, Tulikup, pada 26 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung empat hari, 26–29 Oktober, di tujuh kecamatan, dengan sekitar 170 peserta di setiap kecamatan. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun prasekolah serta 12 tahun pendidikan dasar dan menengah.

Skala sosialisasi menunjukkan bahwa keluarga dan pemerintah desa perlu ikut menggerakkan partisipasi, bukan menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada sekolah. Bagi orang tua, pesan utamanya praktis: cari tahu layanan PAUD yang tersedia dan manfaatkan masa prasekolah untuk mendukung persiapan anak masuk SD. Sosialisasi di tujuh kecamatan ditujukan pula untuk membantu orang tua memahami stimulasi perkembangan, pengasuhan positif, dan pendidikan karakter.

Gianyar Perluas Akses Prasekolah: Bekal Anak Sebelum SD

Fasilitas harus diikuti layanan yang menyeluruh

Akses prasekolah akan lebih bermakna jika tempat belajar aman, layak, dan mendukung kebutuhan anak sehari-hari. Karena itu, Pemkab Gianyar membangun serta meningkatkan sarana PAUD, termasuk ruang kelas, taman, pagar, area bermain, dan fasilitas pendukung lainnya. Langkah ini penting: keluarga lebih mungkin percaya pada layanan ketika lingkungan belajar tertata dan nyaman, sementara anak membutuhkan ruang untuk belajar melalui kegiatan yang sesuai usianya. Pemerintah daerah juga menyediakan Seragam Gratis (SERGAP) bagi peserta didik PAUD negeri serta pemberian makanan tambahan untuk membantu pemenuhan gizi. Dukungan tersebut diharapkan meringankan beban keluarga dan mendorong anak mengikuti layanan PAUD.

Namun, gedung dan perlengkapan saja tidak cukup. Layanan PAUD Gianyar perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak. Integrasi ini menempatkan pendidikan anak usia dini sebagai tanggung jawab bersama. Orang tua dapat menanyakan langsung kepada satuan PAUD tentang fasilitas, kegiatan, serta dukungan yang tersedia, lalu melanjutkan kebiasaan belajar dan pengasuhan positif di rumah.

Kesiapan belajar bukan sekadar bisa membaca

Nilai prasekolah terletak pada perkembangan yang luas, bukan pada percepatan pelajaran SD. Pengalaman belajar yang menyenangkan dan sesuai tahap usia membantu anak mengembangkan bahasa, kemampuan berpikir, kemandirian, keterampilan sosial, karakter, dan kesiapan belajar. Fondasi itu lebih berguna daripada tekanan agar anak menguasai materi akademik sebelum waktunya. Masa keemasan anak juga perlu mendapat stimulasi pada aspek fisik, mental, emosional, sosial, kognitif, dan bahasa agar transisi ke SD lebih mantap.

Sosialisasi Gianyar turut menghubungkan pendidikan prasekolah dengan pendidikan karakter bagi orang tua. Dalam kegiatan di Ubud pada 29 Oktober, Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Dr. Surya Adnyani Mahayastra, menekankan pentingnya prasekolah untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Bagi keluarga, langkah terbaik bukan menuntut anak tampil seperti murid SD lebih awal, melainkan mendampingi rasa ingin tahu, komunikasi, kemandirian, dan kemampuan bergaulnya. Kolaborasi rumah dan sekolah membuat persiapan anak masuk SD lebih selaras dengan kebutuhan nyata anak.

Peran orang tua menentukan keberlanjutan program

Pemkab Gianyar telah menyiapkan dukungan, tetapi keberhasilan wajib belajar prasekolah bergantung pada apakah anak benar-benar terjangkau dan keluarga merasa mampu berpartisipasi. Sosialisasi yang melibatkan orang tua, Gugus Tugas Wajar, camat, kepala desa atau lurah, serta Bunda PAUD menjadi upaya membangun kerja bersama di tingkat kecamatan dan desa. Orang tua dapat memulai dengan menanyakan pilihan PAUD di wilayahnya, memastikan anak mengikuti layanan sebelum SD, dan menjalin komunikasi dengan guru mengenai perkembangan serta kebiasaan belajar anak.

Arah kebijakan ini tepat selama perluasan akses disertai mutu dan perhatian pada kebutuhan setiap anak. Infrastruktur, seragam, makanan tambahan, pengasuhan, dan perlindungan bukan unsur terpisah, melainkan bagian dari pengalaman prasekolah yang mendukung tumbuh kembang. Dengan kolaborasi keluarga, satuan PAUD, dan pemerintah desa, Gianyar dapat menjadikan satu tahun prasekolah sebagai fondasi yang nyata bagi perjalanan belajar anak—bukan sekadar tahap administratif sebelum SD.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!