Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Robert Budi Hartono Kembali ke Puncak Kekayaan

Robert Budi Hartono Kembali ke Puncak Kekayaan
Minat|Asia Tenggara

Hartono merebut kembali posisi teratas

Daftar orang terkaya Indonesia adalah peringkat kekayaan bersih para pengusaha yang dihitung dari nilai aset dan kepemilikan bisnis, sehingga posisinya dapat berubah mengikuti valuasi dan harga saham. Pada November 2026, Robert Budi Hartono kembali menempati urutan pertama, menggeser Prajogo Pangestu yang sebelumnya berada di puncak. Perubahan ini lebih dari sekadar pergantian nama di nomor satu: daftar tersebut memperlihatkan betapa cepat posisi para taipan dapat bergerak ketika nilai aset berubah. Hartono, pemilik Grup Djarum, mencatat kekayaan sekitar Rp221,76 triliun dalam laporan yang dirujuk sumber. Angka itu menegaskan jaraknya dari pesaing terdekat, tetapi bukan tumpukan uang tunai yang siap digunakan. Karena peringkat bertumpu pada estimasi kekayaan bersih, gelar orang terkaya November patut dibaca sebagai potret sesaat, bukan kepastian permanen.

Robert Budi Hartono Kembali ke Puncak Kekayaan

Susunan sepuluh besar dan pergeseran posisi

Susunan sepuluh besar menunjukkan kuatnya dominasi kelompok teratas, sekaligus keragaman sumber kekayaan di kalangan konglomerat. Setelah Hartono, Prajogo Pangestu berada di posisi kedua dan Low Tuck Kwong di posisi ketiga; urutan berikutnya ditempati Anthoni Salim, Tahir dan keluarga, lalu Sri Prakash Lohia. Otto Toto Sugiri berada di peringkat ketujuh, disusul Theodore Rachmat dan Lim Hariyanto Wijaya Sarwono. Sumber yang tersedia tidak memuat nama maupun posisi peringkat kesepuluh secara utuh, sehingga tidak tepat mengisinya dengan dugaan. Menurut data Forbes Real-Time Billionaires per 2 November 2026, enam nama teratas menguasai sekitar 76% dari total kekayaan sepuluh besar. Konsentrasi ini membuat perubahan di puncak lebih menonjol, meski persaingan juga bergerak di sektor-sektor yang berbeda.

PeringkatNamaKekayaan yang dilaporkan
1Robert Budi HartonoSekitar Rp221,76 triliun
2Prajogo PangestuSekitar Rp189,04 triliun
3Low Tuck KwongSekitar Rp178,13 triliun
4Anthoni SalimSekitar Rp165,41 triliun
5Tahir dan keluargaSekitar Rp163,59 triliun
6Sri Prakash LohiaSekitar Rp152,69 triliun
7Otto Toto SugiriSekitar Rp103,61 triliun
8Theodore RachmatSekitar Rp79,98 triliun
9Lim Hariyanto Wijaya SarwonoAngka tidak dicantumkan utuh dalam sumber
Robert Budi Hartono Kembali ke Puncak Kekayaan

Kekuatan bisnis lama, dengan satu penanda baru

Kekayaan Robert Hartono bertumpu pada perbankan dan industri rokok melalui BCA serta Grup Djarum. Pola serupa—kepemilikan bisnis besar yang tersebar di sektor strategis—terlihat pada para pesaingnya: Prajogo Pangestu melalui petrokimia dan energi, Low Tuck Kwong melalui batu bara dan energi, sementara Anthoni Salim memiliki kepentingan di pangan, ritel, telekomunikasi, dan infrastruktur. Namun daftar konglomerat Indonesia ini bukan hanya cerita tentang industri mapan. Otto Toto Sugiri, yang menempati posisi ketujuh, memperoleh kekayaan dari bisnis pusat data melalui DCI Indonesia. Kehadirannya memberi tanda bahwa teknologi digital mulai menjadi sumber nilai besar di tengah dominasi perbankan, energi, pertambangan, dan manufaktur. Meski begitu, komposisi teratas masih menunjukkan bahwa sektor konvensional tetap menjadi fondasi utama kekayaan para taipan.

Secara keseluruhan, estimasi kekayaan sepuluh nama teratas mencapai US$77,1 miliar, tetapi jumlah itu adalah perkiraan kekayaan bersih, bukan uang tunai, dan dapat berubah mengikuti valuasi aset serta pergerakan harga saham. Itulah sebabnya kenaikan atau penurunan posisi tidak selalu berarti perubahan seketika pada bisnis sehari-hari seseorang. Bagi pembaca, daftar ini paling berguna sebagai gambaran tentang siapa yang menguasai aset bernilai besar dan sektor mana yang menopang kekayaan mereka. Hartono kembali ke puncak, tetapi selisih dan urutan para pesaing tetap bergantung pada nilai kepemilikan yang terus bergerak. Kesimpulannya, gelar orang terkaya Indonesia pada November menjadi penanda penting, namun bukan ukuran yang beku: kekayaan dan peringkatnya dapat berubah seiring pasar.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!