Jalur ekspor harus lebih dari sekadar etalase
Jalan Global Kreasi Lokal adalah program kolaborasi Shopee, Kementerian Perdagangan, dan mitra logistik untuk membantu penjual produk lokal memperluas akses ekspor serta bersaing di pasar internasional. Shopee Indonesia meluncurkan program ini bersama Kemendag, Anteraja, dan JNE pada Oktober 2026.
Langkah ini tepat karena membuka pasar saja tidak cukup. Penjual juga perlu memahami cara menetapkan harga, mempromosikan produk, dan mengirim pesanan dengan andal. Program Ekspor Shopee FLEXI memberi penjual keleluasaan mengatur harga serta strategi promosi di toko luar negeri secara mandiri. Artinya, Shopee ekspor global bukan semata-mata soal menambah negara tujuan; peluang itu akan berarti jika pelaku usaha mampu mengelola penjualan lintas pasar. Keterlibatan pemerintah dan perusahaan swasta memberi program ini jangkauan dukungan yang lebih luas, meski hasil akhirnya tetap bergantung pada kemampuan usaha lokal memenuhi kebutuhan pembeli.
Empat tujuan baru, ditambah bekal bagi penjual
Program Ekspor Shopee FLEXI kini menambahkan Singapura, Filipina, Thailand, dan Brunei Darussalam sebagai tujuan ekspor. Keempat negara itu melengkapi Malaysia, yang telah tersedia sejak Juli 2025. Perluasan tersebut memberi penjual pilihan pasar yang lebih beragam di Asia Tenggara, tetapi akses baru saja tidak otomatis menjamin produk laku.
Karena itu, Shopee juga memperbarui fitur FLEXI, mengadakan pelatihan khusus, dan memfasilitasi Seller Immersion ke Malaysia untuk membantu pelaku usaha memahami karakter konsumen serta menyusun strategi operasional dan promosi. Pendekatan ini lebih berguna daripada sekadar mengumumkan peta pasar yang bertambah: penjual mendapat akses sekaligus dukungan untuk menyiapkan diri. Program tersebut meneruskan upaya Shopee sejak 2019 dalam membawa produk lokal ke Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin.
Logistik menentukan apakah janji pasar bisa dipenuhi
Ekspor produk lokal tidak berhenti ketika pembeli menemukan barang di platform. Pesanan harus sampai dengan aman, efisien, dan dapat diandalkan agar pengalaman konsumen tidak merusak reputasi penjual. Karena itu, Anteraja dan JNE dilibatkan sebagai mitra logistik ekspor untuk memperkuat dukungan pengiriman bagi penjual yang menggunakan Program Ekspor Shopee FLEXI.
Direktur Utama Anteraja, Handy Widiya, menyebut efisiensi logistik sebagai kunci membangun kepercayaan konsumen internasional. Pandangan itu tepat: jalur penjualan ke luar negeri akan rapuh bila pengiriman tidak sejalan dengan janji toko. Kolaborasi ini menjadikan logistik bagian dari ekosistem ekspor, bukan urusan tambahan yang dibebankan sendiri kepada penjual. Namun, keberhasilannya perlu diukur dari konsistensi layanan dan kemampuan usaha lokal mengelola pesanan, bukan hanya dari banyaknya tujuan yang diumumkan.
Skala awal menjanjikan, tantangan berikutnya adalah dampak
Shopee menyatakan Program Ekspor Shopee telah membantu 90 juta produk lokal menembus pasar ekspor hingga 2025. Sementara itu, FLEXI telah membantu penjualan ekspor untuk lebih dari 5 juta produk lokal sejak diluncurkan. Angka tersebut menunjukkan skala jangkauan yang sudah terbentuk, tetapi jumlah produk saja belum menjawab apakah ekspor membuat usaha kecil tumbuh berkelanjutan.
Batik, aksesori olahraga, dan kerajinan tangan termasuk produk yang diminati pembeli melalui FLEXI. Ini memberi gambaran bahwa karya dan kategori lokal punya ruang di pasar luar negeri, asalkan penjual mampu menjaga mutu, memahami selera pembeli, dan memenuhi pesanan. Jalan Global Kreasi Lokal patut dinilai dari kemampuannya mengubah akses menjadi penjualan yang konsisten dan kapasitas usaha yang lebih kuat. Kesimpulannya, kolaborasi Shopee, Kemendag, Anteraja, dan JNE menawarkan fondasi yang masuk akal; manfaat nyatanya akan ditentukan oleh dukungan yang benar-benar sampai kepada penjual.






