Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pengusaha Perempuan Siap Menaklukkan Pasar Global

Pengusaha Perempuan Siap Menaklukkan Pasar Global
Minat|Asia Tenggara

Dari Ekonomi Kerakyatan ke Panggung Global: Mengapa Pengusaha Perempuan Jadi Kunci

Pengusaha perempuan ekspor adalah pelaku usaha milik perempuan yang mengembangkan UMKM pasar internasional melalui peningkatan kapasitas, penguatan jejaring, dan pemanfaatan akses pasar internasional, sehingga bisnis perempuan global tidak hanya bertahan di level lokal, tetapi mampu bersaing, berkontribusi, dan memimpin dalam rantai perdagangan lintas negara yang terhubung dengan ekosistem ekonomi kerakyatan dan dunia usaha yang lebih luas. Fokus baru Kadin pengusaha wanita bukan sekadar memberi panggung, tetapi mengubah struktur kekuatan ekonomi. Ketika Kamar Dagang dan Industri mendorong pengusaha perempuan untuk naik kelas dan memperluas jangkauan bisnis hingga ke pasar internasional, pesan yang disampaikan jelas: perempuan bukan pelengkap, melainkan penggerak utama. Langkah ini datang di saat ekonomi kerakyatan dituntut naik kelas, dan UMKM didorong menembus pasar nasional hingga global melalui penguatan daya saing dan sinergi antarpelaku usaha.

Rapimda DIY: Ekonomi Kerakyatan sebagai Landasan Ekspansi UMKM

Rapimda Kadin DIY menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan harus menjadi mesin yang mendorong UMKM pasar internasional, bukan hanya slogan di spanduk. Tema “Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia Mendunia, UMKM Naik Kelas, Ekonomi DIY Berkualitas” menunjukkan ambisi jelas: produk lokal, termasuk yang digerakkan pengusaha perempuan, harus hadir di pasar global. Sikap ini penting karena UMKM sering dianggap terlalu kecil untuk ekspor, padahal justru di skala mikro dan kecil terdapat fleksibilitas inovasi dan kedekatan dengan komunitas. Ketika Ketua Umum Kadin DIY menegaskan bahwa UMKM tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu bersaing di pasar Indonesia maupun dunia, itu seharusnya dibaca sebagai mandat politik ekonomi: struktur dukungan, kebijakan, dan jaringan harus diarahkan ke pelaku usaha yang selama ini berada di pinggir, termasuk perempuan pengusaha.

Arah StrategisFokusDampak bagi Pengusaha Perempuan
Ekonomi kerakyatanPenguatan UMKM dan kolaborasi pemangku kepentinganMemperluas basis dukungan untuk bisnis perempuan global
UMKM naik kelasDaya saing dan profesionalisme pelaku usahaMendorong pengusaha perempuan ekspor dari lokal ke internasional
Konsolidasi organisasiSinergi Kadin, pemerintah, dunia usahaMemudahkan akses pasar internasional lewat jaringan formal
Pengusaha Perempuan Siap Menaklukkan Pasar Global

Strategi Kadin: Connect, Collaborate, Co-create, Compassion

Di tingkat nasional, Kadin pengusaha wanita digerakkan lewat pendekatan yang eksplisit: connect, collaborate, co-create, dan compassion. Ini bukan sekadar jargon, melainkan kerangka kerja yang, bila diterjemahkan ke kebijakan konkret, bisa mengubah peta bisnis perempuan global. Connect berarti membuka akses pasar internasional melalui jejaring dagang dan forum bisnis. Collaborate menuntut kemitraan setara antara pengusaha perempuan dan pelaku usaha lain, bukan relasi subordinat. Co-create mengisyaratkan bahwa perempuan harus terlibat dalam merancang model bisnis dan rantai nilai global. Compassion, yang sering diabaikan, justru penting untuk memastikan ekspansi tidak mengorbankan pekerja, komunitas, dan lingkungan. Ketika Ketua Umum Kadin menegaskan bahwa perempuan menyumbang 67% daripada ekonomi dan harus naik kelas bersama, itu adalah pernyataan politik yang menuntut reposisi perempuan sebagai pusat strategi ekspor, bukan sekadar penerima pelatihan.

Dari Peserta ke Pemimpin: Menggeser Peran Perempuan dalam Ekonomi Global

Inisiatif mendorong pengusaha perempuan ekspor akan gagal bila mereka tetap diposisikan sebagai peserta pasif. Kadin secara terang menyatakan bahwa pengusaha perempuan diharapkan tidak hanya berpartisipasi dalam rantai ekonomi internasional, tetapi juga mampu memimpin dan memengaruhi arah perkembangan ekonomi dunia melalui penguatan kapasitas dan jaringan bisnis. Pernyataan ini penting karena mengubah target dari sekadar “ikut ekspor” menjadi “mengendalikan rantai nilai”. Artinya, perempuan harus hadir sebagai pemilik merek global, pengendali distribusi, dan pengambil keputusan dalam negosiasi dagang lintas negara. Seruan untuk menciptakan masa depan di mana usaha milik perempuan menjadi pemimpin dalam ekonomi global adalah ajakan untuk merombak struktur kekuasaan ekonomi. Tanpa keberanian mengambil posisi tawar, akses pasar internasional hanya akan menjadikan perempuan pemasok murah, bukan aktor utama.

Kesimpulan: Ekspor Perempuan sebagai Strategi Pertumbuhan, Bukan Tambahan

Jika ekonomi kerakyatan ingin “mendunia”, maka ekspansi UMKM pasar internasional yang digerakkan pengusaha perempuan harus diperlakukan sebagai strategi inti, bukan lampiran program. Rapimda Kadin DIY sudah menyiapkan fondasi lewat penguatan sinergi dan perumusan program konkret yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha. Di sisi lain, arah nasional menempatkan bisnis perempuan global sebagai calon pemimpin dalam ekonomi dunia, bukan sekadar pengikut. Potensi pertumbuhan ekonomi melalui partisipasi perempuan pengusaha di sektor ekspor dan perdagangan lintas negara tidak akan terwujud jika akses pasar internasional tetap tertutup oleh birokrasi, minim jaringan, dan bias gender. Kesimpulannya tegas: keberhasilan strategi Kadin pengusaha wanita akan diukur bukan dari jumlah pelatihan, tetapi dari berapa banyak usaha milik perempuan yang naik kelas, menembus pasar global, dan memegang kendali dalam rantai ekonomi internasional.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!