Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bimtek Literasi-Numerasi Harus Berujung pada Perubahan Kelas

Bimtek Literasi-Numerasi Harus Berujung pada Perubahan Kelas
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Ukuran keberhasilan ada pada cara mengajar

Bimbingan teknis literasi-numerasi adalah pelatihan bagi guru untuk menguatkan cara mengajar membaca, memahami informasi, mengolah data, dan bernalar dalam pembelajaran sehari-hari. Nilainya bukan pada banyaknya peserta atau sesi, melainkan pada perubahan yang terasa oleh murid di kelas.

Pada 27–28 Oktober 2026, Kemenag Kota Yogyakarta mengadakan bimtek bagi guru dari 16 madrasah negeri dan swasta di Aula 1 kantor setempat. Materinya mencakup mata pelajaran umum dan Pendidikan Agama Islam, dengan fokus pada penyusunan soal yang menguji pemahaman dan penerapan, bukan sekadar hafalan. Ini arah yang tepat: literasi dan numerasi perlu hadir dalam berbagai pelajaran, bukan menjadi urusan satu mata pelajaran saja. Pola kegiatan in-on memberi ruang belajar bersama narasumber sekaligus tindak lanjut mandiri; peserta mendapat tugas dua jam pelajaran setelah sesi tatap muka. Penguatan sejak dini juga ditujukan untuk membantu murid menghadapi Tes Kemampuan Akademik dengan lebih siap. Namun, belum ada data hasil belajar yang membuktikan dampak pelatihan ini. Karena itu, bimbingan teknis guru baru layak disebut efektif jika praktik dan kemampuan murid ikut membaik.

Bimtek Literasi-Numerasi Harus Berujung pada Perubahan Kelas

Pelatihan SD perlu dekat dengan kebutuhan kelas

Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan menggelar Bimtek Pengembangan Kompetensi Guru Kelas SD Angkatan I pada 28–30 Oktober 2026 di Saga Murni Hotel. Kegiatan ini menargetkan kemampuan guru merancang dan menjalankan pembelajaran yang inovatif, kreatif, serta menyenangkan. Fokus tersebut penting, tetapi istilah pengembangan kompetensi guru hanya bermakna jika strategi yang dipelajari benar-benar sesuai dengan kebutuhan murid sekolah dasar.

Narasumber dan fasilitator dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Sumatera Barat serta tingkat nasional dan daerah mendampingi peserta. Dinas berharap guru menerapkan materi di sekolah, sehingga kegiatan belajar lebih menarik bagi murid. Harapan itu masuk akal, tetapi pelatihan singkat berisiko berhenti sebagai pengalaman beberapa hari bila tidak disertai praktik, umpan balik, dan dukungan setelah guru kembali ke kelas. Untuk memperkuat literasi numerasi SD, penyelenggara perlu menilai apakah murid makin mampu memahami bacaan, menggunakan informasi, dan menyelesaikan persoalan matematika dasar—bukan hanya mencatat jumlah peserta. Sumber informasi kegiatan ini belum menyajikan hasil pengukuran semacam itu, sehingga dampaknya masih perlu dibuktikan.

Kolaborasi memperluas jangkauan, tindak lanjut menentukan dampak

Dikbudpora Bima bekerja sama dengan STKIP Taman Siswa Bima dan Program INOVASI NTB untuk memperkuat kompetensi guru di bidang literasi dan numerasi. Pelatihan di Auditorium Sudirman STKIP Tamsis pada 28 Oktober 2026 diikuti 182 guru SD dari 16 kecamatan, melampaui target awal 160 peserta. Skala ini menunjukkan minat yang besar, tetapi jumlah peserta sendiri belum membuktikan peningkatan kemampuan mengajar.

Kegiatan tersebut menindaklanjuti rapat kerja kabupaten pada 9 Oktober yang melibatkan Bappeda, Kementerian Agama, BPMP Provinsi NTB, STKIP Tamsis, dan INOVASI NTB. Program INOVASI pendidikan mendapat dukungan Pemerintah Australia dan bergerak di bidang pendidikan di lima provinsi. Peserta didorong menerapkan ilmu serta membagikannya kepada rekan sejawat. Langkah berbagi ini berpotensi membawa materi melampaui peserta langsung, asalkan praktiknya dipantau. Kemitraan direncanakan berlangsung hingga 2031, dengan evaluasi pada 2027 dan Gelar Karya pada Desember mendatang. Rencana tersebut memberi kesempatan menilai hasil, bukan hanya penyelenggaraan. Kesimpulannya, bimtek di tiga daerah menunjukkan komitmen yang menjanjikan; efektivitasnya tetap harus diukur dari perubahan pembelajaran dan kemajuan murid.

Bimtek Literasi-Numerasi Harus Berujung pada Perubahan Kelas

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!