Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

MARASA Mengubah Warisan Sulawesi Menjadi Cerita Aroma

MARASA Mengubah Warisan Sulawesi Menjadi Cerita Aroma
Minat|Parfum

Parfum sebagai medium bercerita

MARASA adalah merek parfum lokal yang menerjemahkan sejarah dan identitas budaya Sulawesi Selatan menjadi wewangian, dengan nama, komposisi aroma, dan rancangan visual yang membawa cerita daerah kepada pemakai. Diluncurkan oleh empat anak muda asal Sulawesi Selatan, merek ini memperkenalkan identitas barunya sekaligus tiga produk perdana di Atrium Mal Pipo Makassar pada 7 November 2026.

Langkah ini terasa lebih bermakna daripada sekadar mengganti nama merek. MARASA tumbuh dari rebranding Sultan Parfum, setelah para pendirinya melihat peluang membangun parfum lokal dengan pendekatan budaya yang lebih kuat. Mereka dipertemukan melalui komunitas parkour dan berasal dari Bulukumba, Pinrang, Gowa, serta Enrekang. Dalam sekitar tiga bulan, mereka merumuskan konsep dan terlibat dalam peracikan awal sebelum sampel diserahkan ke pabrik.

Pilihan menjadikan parfum budaya Sulawesi sebagai pusat identitas merek memberi produk ini alasan untuk diingat di luar aromanya. Tantangannya adalah menjaga agar kisah budaya tidak berhenti sebagai hiasan pemasaran: setiap varian perlu tetap terasa utuh sebagai wewangian yang layak dipakai, sekaligus membawa makna yang dapat dikenali.

MARASA Mengubah Warisan Sulawesi Menjadi Cerita Aroma

Tiga aroma, tiga tafsir budaya

Tiga varian parfum MARASA mengusung sumber inspirasi berbeda: PHÉÉNISI merujuk pada kapal Phinisi dari Tanah Ara, Bulukumba, yang melambangkan kejayaan maritim dan ketangguhan pelaut Bugis-Makassar. Perpaduan saffron, amber, dan vanila membentuk kesan eksotis, hangat, serta lembut.

SORA mengambil gagasan langit dalam kebudayaan Bugis, termasuk konsep Botting Langiq. Aroma floral fresh dan rhubarb membuka komposisi, disusul melati, lalu musk, woody, ambergris, dan vanila sebagai dasar yang hangat. Sementara itu, LUNAÉ membawa simbol bulan: namanya berakar pada kata Luna, sedangkan bulan dikenal sebagai Uleng dalam Lontara Bugis. Vanila dan white floral, iris, serta white musk merangkai kesan lembut.

Perbedaan ini membuat koleksi terasa seperti tiga sudut pandang, bukan satu aroma yang diberi tiga label. Hubungan antara cerita dan bahan memberi konsumen pintu masuk untuk memilih berdasarkan suasana maupun filosofi—cara yang lebih kuat untuk menghubungkan produk dengan budaya daripada mengandalkan nama daerah semata.

Identitas budaya hadir sampai ke kemasan

Pendekatan MARASA tidak hanya berada di dalam botol. Logo dan kemasan memadukan empat simbol: songkok Bugis, Phinisi, Patonro, dan Rumah Tongkonan. Pilihan ini memperluas cakupan identitas visualnya, menghubungkan sejumlah warisan budaya Sulawesi dalam satu bahasa desain.

Perpaduan merah, kuning, hijau, dan biru dirancang untuk mempertemukan simbol lokal dengan tampilan yang lebih modern dan dekat dengan semangat anak muda. Arah tersebut penting: budaya tidak harus disajikan sebagai sesuatu yang kaku atau jauh dari keseharian. Namun, keberagaman simbol juga menuntut pengolahan yang cermat agar setiap unsur terasa sebagai bagian dari identitas, bukan sekadar kumpulan ikon.

Sebagai parfum lokal Sulsel, MARASA menawarkan contoh bahwa produk kreatif dapat menjadi medium pengenalan budaya tanpa kehilangan fungsi praktisnya. Keberhasilannya akan bergantung pada konsistensi antara cerita, aroma, dan desain—serta pada kemampuan merek menjelaskan inspirasi tiap unsur dengan cara yang tetap menarik bagi pemakai baru.

Harga dan langkah berikutnya

Untuk konsumen, ketiga parfum ditawarkan seharga Rp98.000 per botol 30 mililiter dan menggunakan konsentrasi extrait de parfum. Ketahanan disebut dapat mencapai sekitar 12 jam dalam kondisi tertentu, tetapi hasil pemakaian bisa berbeda menurut kulit, aktivitas, dan lingkungan. Artinya, klaim daya tahan sebaiknya dipahami sebagai kemungkinan, bukan jaminan yang sama bagi semua orang.

MARASA berencana mengutamakan penjualan digital dan membuka peluang kerja sama dengan distributor serta penjual ulang untuk memperluas jangkauan. Para pendirinya berharap merek ini dikenal bukan hanya di Makassar dan Sulawesi Selatan, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia.

Pada akhirnya, kekuatan parfum lokal MARASA terletak pada upayanya menyatukan aroma dan narasi budaya dalam produk yang bisa dipakai sehari-hari. Tiga varian ini memberi awal yang menjanjikan, tetapi keberlanjutan gagasannya akan ditentukan oleh mutu produk dan konsistensi cerita. Jika keduanya berjalan seiring, MARASA dapat membuat warisan Sulawesi terasa dekat—bukan hanya dibaca, melainkan juga dikenakan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!