Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

PLN Kembangkan Ekowisata Mangrove, Lingkungan Lestari Ekonomi Tumbuh

PLN Kembangkan Ekowisata Mangrove, Lingkungan Lestari Ekonomi Tumbuh
Minat|Asia Tenggara

Ekowisata mangrove PLN: dari tanggung jawab sosial ke strategi wisata

Ekowisata mangrove adalah bentuk wisata alam yang berfokus pada edukasi dan rekreasi di kawasan hutan mangrove, dengan tujuan utama pelestarian ekosistem pesisir, pemberdayaan masyarakat lokal, dan menciptakan wisata berkelanjutan yang membatasi dampak kerusakan lingkungan sembari tetap membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar pesisir. Di titik inilah program tanggung jawab sosial lingkungan PLN mulai terlihat bukan sekadar penghijauan simbolis, tetapi sebagai strategi menggabungkan konservasi mangrove dengan pengembangan destinasi wisata yang konkret. Melalui penanaman ribuan bibit, renovasi jalur trekking, dan pelibatan kelompok warga, perusahaan listrik ini sedang menguji model di mana proyek energi besar berdampingan dengan ruang rekreasi publik yang aman dan edukatif. Pesannya tegas: infrastruktur ketenagalistrikan tidak boleh hadir dengan mengorbankan pesisir, tetapi harus ikut merawatnya.

Padak Guar: jalur trekking sebagai pintu masuk wisata berkelanjutan

Di Desa Padak Guar, Lombok Timur, PLN UIP Nusra melanjutkan program TJSL pengembangan ekowisata mangrove di kawasan ring 1 PLTU Lombok FTP-2 Sambelia dengan merenovasi jalur trekking yang progresnya sudah mencapai 90 persen setelah sebelumnya menanam 3.000 bibit mangrove. Renovasi ini bukan sekadar mempercantik akses, tetapi mengubah hutan mangrove menjadi ruang publik yang lebih aman dan nyaman bagi warga dan pengunjung, sehingga aktivitas wisata dan edukasi lingkungan bisa berjalan sepanjang tahun. Kepala dusun menegaskan, perbaikan jalur membuat kawasan lebih tertata dan mudah diakses serta diharapkan berkembang menjadi tempat wisata yang menguntungkan warga. Di sini terlihat jelas bagaimana ekowisata mangrove diposisikan sebagai instrumen pelestarian ekosistem pesisir sekaligus motor baru ekonomi desa—sebuah langkah yang seharusnya ditiru proyek-proyek energi lain.

Sungai Siak dan Tambak Lorok: konservasi mangrove yang menyentuh hidup sehari-hari

Di aliran Sungai Siak, PLN Icon Plus menjalankan program TJSL Iconnectivity for Green bertema “Menjaga Sungai, Mendukung Ekosistem Laut” melalui penanaman 120 bibit mangrove bersama komunitas lokal untuk menjaga fungsi ekologis sungai yang terhubung hingga kawasan pesisir Selat Malaka. Mangrove di sini menjadi pagar hidup yang menjaga pelestarian ekosistem pesisir dan laut, bukan ornamen lanskap. Di Semarang, ancaman rob, gelombang besar, abrasi, dan penurunan muka tanah mendorong warga Tambak Lorok memperkuat perlindungan pesisir melalui penanaman mangrove yang didukung PLN Indonesia Power dengan sekitar 1.000 pohon. Rob yang selama ini merusak rumah dan mengganggu aktivitas warga hingga jalan tergenang 50 sentimeter menjadikan konservasi mangrove bukan pilihan, melainkan kebutuhan dasar pertahanan kampung pesisir. Di dua lokasi ini, mangrove terbukti menyentuh kepentingan paling sederhana: rumah tetap berdiri, warga tetap bisa bekerja.

PLN Kembangkan Ekowisata Mangrove, Lingkungan Lestari Ekonomi Tumbuh

Dari reklamasi citra ke model wisata berkelanjutan

Rangkaian inisiatif ini menunjukkan tanggung jawab sosial lingkungan PLN bergerak ke arah yang lebih strategis: konservasi mangrove dirangkai dengan peluang wisata berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi. Di Padak Guar, penataan kawasan secara eksplisit diarahkan untuk mendukung wisata, edukasi, dan ruang usaha masyarakat di sekitar ekowisata mangrove. Di Tambak Lorok, program Green Movement PLN Indonesia Power terhubung dengan Kelompok Wanita Tani Cantik Bahari melalui program Intan Bahari yang mengintegrasikan pertanian, urban farming, peternakan, dan inovasi warga berbasis kondisi pesisir yang asin. Program di Sungai Siak bahkan menekankan pentingnya pemeliharaan jangka panjang, bukan aksi tanam satu hari lalu selesai. Kesimpulannya, bila konsistensi dijaga, model kolaborasi energi–ekowisata ini bisa menjadi contoh wisata berkelanjutan Indonesia yang melindungi garis pantai sekaligus mengangkat martabat ekonomi kampung pesisir.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!