Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Populasi Kendaraan Listrik Naik, Industri Dituntut Berproduksi Lokal

Populasi Kendaraan Listrik Naik, Industri Dituntut Berproduksi Lokal
Minat|Memilih Kendaraan Energi Baru

Pertumbuhan pasar mengubah ukuran keberhasilan

Populasi kendaraan listrik adalah jumlah kendaraan bertenaga listrik yang beredar, mencakup beragam jenis dan fungsi, dari roda dua hingga kendaraan komersial dan khusus. Angkanya di Indonesia mencapai 541.678 unit hingga Agustus 2026, menurut data yang disampaikan pejabat Kementerian Perindustrian Setia Diarta dalam pembukaan Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di JIExpo Kemayoran, 29 Oktober. Skala itu menandai kemajuan adopsi, tetapi bukan ukuran lengkap keberhasilan industri EV. Pasar mobil listrik berbasis baterai juga membesar: pangsa pasarnya naik dari 0,99% pada 2022 menjadi 16,88% pada Agustus 2026. Pertumbuhan tersebut memberi alasan kuat bagi produsen untuk memperluas pasokan. Namun, bila kendaraan yang terjual tidak ditopang produksi dan komponen lokal, kenaikan jumlah unit berisiko lebih menguntungkan aktivitas pemasaran daripada memperdalam kemampuan manufaktur di dalam negeri.

Populasi Kendaraan Listrik Naik, Industri Dituntut Berproduksi Lokal

TKDN menguji keseriusan produksi lokal

Pemerintah sudah menetapkan arah yang jelas melalui target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik: minimum 40% hingga 2026, naik menjadi 60% pada 2027–2029, lalu 80% pada 2030. Tahapan ini lebih dari sekadar angka administratif. Target yang terus meningkat menuntut industri membangun kemampuan produksi yang sesuai, bukan mengandalkan perakitan akhir sambil mengimpor bagian penting. Setia Diarta menekankan bahwa pertumbuhan pasar perlu diikuti kapasitas industri nasional, pendalaman struktur manufaktur, serta penggunaan komponen buatan dalam negeri. Ambisi itu tepat, tetapi pencapaiannya tidak otomatis mengikuti besarnya permintaan. Pemerintah dan produsen perlu memastikan pemasok lokal mampu memenuhi kebutuhan produksi dan bahwa investasi menghasilkan keahlian serta rantai pasok yang bertahan. Tanpa kemajuan nyata di sisi produksi, target TKDN berisiko menjadi kepatuhan di atas kertas, bukan penguatan industri.

Baterai dan komponen adalah pekerjaan inti

Penguatan manufaktur baterai harus menjadi pusat agenda berikutnya karena baterai dan sistem pendukungnya menentukan seberapa dalam nilai produksi dapat tinggal di dalam negeri. Ekosistem yang tersedia telah mencakup pengolahan bahan baku, pembuatan sel, modul dan paket baterai, hingga produksi kendaraan listrik. Namun, keberadaan tahapan-tahapan itu belum cukup jika produsen kendaraan belum memperluas penggunaan baterai lokal. Pengembangan sistem manajemen baterai juga membuka ruang untuk memperluas kemampuan komponen, melampaui perakitan kendaraan. Pemerintah mendorong kolaborasi produsen kendaraan, pemasok baterai, asosiasi, dan investor, termasuk melalui keterlibatan produsen baterai dalam kegiatan industri. Daur ulang baterai pun perlu dipercepat agar rantai nilai tidak berhenti saat baterai mencapai akhir masa pakainya. Ini bukan tambahan belakangan: tanpa pemasok, teknologi, dan pengelolaan baterai yang kuat, target TKDN tinggi akan sulit ditopang.

Tenaga kerja menentukan apakah target tercapai

Kapasitas pabrik hanya berguna jika tersedia tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai. Kementerian Perindustrian menyiapkan dukungan pengembangan sumber daya manusia melalui balai-balai industri, termasuk untuk memenuhi kebutuhan tenaga vokasi di sektor kendaraan listrik. Langkah ini penting karena pendalaman manufaktur mencakup lebih dari memperbanyak lini produksi: industri juga perlu menguasai proses dan komponen yang membentuk rantai pasoknya. Pertumbuhan dari 541 ribu kendaraan dan target TKDN 80% pada 2030 memberi arah, tetapi hasilnya harus diukur dari kemampuan produksi lokal yang benar-benar digunakan, termasuk pada baterai dan komponen utama. Kesimpulannya, pasar yang berkembang adalah peluang, bukan jaminan. Industri EV akan naik kelas hanya jika kebijakan TKDN, investasi manufaktur baterai, pemasok lokal, daur ulang, dan pelatihan tenaga kerja bergerak searah. Keberhasilan berikutnya bukan sekadar lebih banyak kendaraan di jalan, melainkan lebih besar kemampuan industri dalam negeri untuk membuatnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!