Dari Lhok Raya, genangan menjangkau tiga gampong
Banjir Trumon Tengah adalah luapan sungai yang sejak 28 Oktober menggenangi permukiman dan jalan, memaksa warga meninggalkan rumah saat dampaknya bergerak melampaui titik awal di Lhok Raya. Setelah hujan lebat pada Rabu, Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya meluap; air kemudian merendam Lhok Raya dan Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah, serta Padang Harapan di Kecamatan Trumon. Perluasan ini menjadikan banjir Aceh Selatan lebih dari gangguan sesaat di satu desa: jalur antargampong, rumah, kebun, dan lahan pertanian ikut terdampak. Bagi warga, bahaya juga tidak berhenti ketika hujan reda, sebab debit sungai dapat naik kembali. Karena itu, perkembangan dari Lhok Raya menuju dua gampong lain harus dibaca sebagai alasan untuk menjaga pemantauan dan kesiapan evakuasi, bukan sebagai tanda bahwa keadaan sudah terkendali.
Laporan terbaru hingga Jumat sore mencatat 132 warga dari 37 keluarga mengungsi, sedangkan 81 keluarga di tiga gampong tercatat terdampak. Angka pengungsi itu menunjukkan kebutuhan bantuan telah bertambah seiring meluasnya wilayah genangan. Di Lhok Raya, 23 keluarga atau 76 jiwa mengungsi; dari Cot Bayu, 14 keluarga atau 56 jiwa. Belum ada laporan warga Padang Harapan yang mengungsi, meski 21 keluarga atau 82 jiwa di sana terdampak. Perbedaan antara warga terdampak dan pengungsi penting: tidak semua keluarga yang rumahnya terkena genangan telah meninggalkan tempat tinggal, tetapi mereka tetap memerlukan informasi dan dukungan yang sesuai kondisi.

Kenaikan pengungsi menuntut bantuan yang menjangkau semua titik
Catatan awal dari Lhok Raya menyebut 150 rumah terdampak dan 46 jiwa mengungsi ke lokasi aman di Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Aceh. Pada laporan berikutnya, jumlah pengungsi Lhok Raya tercatat 76 jiwa, sementara total dari Lhok Raya dan Cot Bayu mencapai 132 warga. Angka 150 rumah berasal dari pendataan sementara di Lhok Raya; laporan lanjutan memetakan dampak ke tiga gampong dengan ukuran keluarga terdampak. Kedua data itu menggambarkan skala dan perkembangan berbeda, bukan alasan untuk menganggap seluruh rumah terdampak hanya berada di satu lokasi. Bagi keluarga yang terpaksa pergi, kehilangan akses ke rumah, barang penting, dan kebutuhan harian menjadikan kecepatan pendataan sama pentingnya dengan evakuasi.
Personel gabungan TNI, Polri, dan BPBD membantu mengevakuasi warga serta memindahkan barang penting dari rumah yang terkena banjir. Sebagian warga mencari perlindungan di Posko Kompi Brimob Trumon, tempat pendidikan Al-Qur’an, atau rumah kerabat yang lebih aman. Sebaran lokasi ini menuntut petugas memastikan bantuan tidak hanya tersedia di satu posko. Lansia, balita, dan anak-anak termasuk di antara warga yang mengungsi dari Lhok Raya, sehingga kebutuhan mereka perlu diperhatikan dalam penanganan harian. Prioritas yang jelas—keselamatan, informasi, dan kebutuhan dasar—akan lebih berarti bagi warga daripada sekadar menghitung jumlah orang yang telah dievakuasi.

Tim darurat dan dapur lapangan perlu mengikuti kondisi
Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS mengerahkan tim penanganan darurat dan mendirikan dapur lapangan di tengah banjir Lhok Raya pada 28 Oktober. BPBD dan Dinas Sosial mengirim personel untuk membantu warga serta memenuhi kebutuhan dasar pengungsi; unsur TNI turut memantau situasi dan mendukung evakuasi bila diperlukan. Dapur lapangan banjir disiapkan untuk menyediakan makanan bagi warga yang belum dapat pulang. Ini respons yang tepat, tetapi manfaatnya bergantung pada kemampuan tim mengikuti perubahan jumlah pengungsi dan kebutuhan di beberapa gampong. Ketika tempat berlindung tersebar, pendataan berkala dan penyaluran yang menjangkau setiap titik harus berjalan beriringan dengan layanan makanan.
Air di Lhok Raya mulai surut, tetapi jalan lintas gampong masih terendam sekitar 20–30 sentimeter. Di Cot Bayu, air di badan jalan mencapai sekitar 60 sentimeter dan genangan di permukiman sekitar 10–20 sentimeter; air juga mulai memasuki rumah di Padang Harapan. Kondisi yang berbeda ini membuat satu penilaian umum tentang surut atau belum surut tidak cukup untuk menentukan keselamatan warga. BPBD terus memantau genangan, mendata kebutuhan, dan mengantisipasi kemungkinan dampak meluas. Warga diminta tetap waspada jika hujan deras kembali turun, terutama karena sungai dapat meluap lagi. Bantuan darurat perlu dipertahankan sampai pemantauan dan kondisi lapangan menunjukkan warga dapat kembali dengan aman.






