Pelatihan Guru Digital: Pintu Masuk Transformasi Pembelajaran
Pelatihan guru digital adalah serangkaian kegiatan pendampingan yang terstruktur untuk membantu guru menguasai alat dan platform teknologi, seperti media pembelajaran Canva dan AI flipbook pembelajaran, agar mampu merancang konten ajar yang interaktif, visual, dan relevan dengan karakter peserta didik abad 21, sekaligus memperkuat transformasi digital sekolah yang menuntut guru tidak hanya mampu menggunakan perangkat, tetapi juga mengubah pendekatan pedagogisnya menjadi lebih kreatif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan nyata di kelas. Inti persoalan pendidikan saat ini bukan lagi apakah teknologi perlu digunakan, melainkan sejauh mana guru sanggup menjadikannya bagian dari praktik mengajar sehari-hari. Program pengabdian masyarakat yang dilakukan perguruan tinggi mulai menjawab kesenjangan tersebut, dengan memposisikan dosen dan mahasiswa sebagai mitra peningkatan kapasitas guru. Pelatihan yang menyentuh langsung kebutuhan kelas—bukan sekadar teori—menjadi penentu apakah transformasi digital sekolah akan hidup atau berhenti sebagai slogan.
Canva di SD Negeri 2 Sumerta: Visual Kreatif Mengubah Kelas
Pelatihan media pembelajaran Canva di SD Negeri 2 Sumerta menunjukkan bahwa transformasi digital sekolah bisa dimulai dari hal sederhana: presentasi yang lebih menarik. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat dengan agenda utama pelatihan pemanfaatan Canva untuk meningkatkan kreativitas digital guru dalam membuat media pembelajaran. Dipimpin oleh Dr. Gde Bayu Surya Parwita bersama empat dosen dan tiga mahasiswa, kegiatan ini mendampingi tiga guru secara intensif dari pengenalan fitur dasar hingga praktik menyusun bahan presentasi yang siap dipakai di kelas. Di balik angka yang tampak kecil—tiga guru, satu sekolah—terdapat dampak yang jauh lebih besar. Materi yang lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami peserta didik menjadi bukti bahwa desain visual tidak sekadar dekorasi, tetapi strategi pedagogis. Pelatihan berbasis praktik memaksa guru keluar dari zona nyaman metode ceramah dan slide monoton. Di titik ini, Canva bukan hanya aplikasi; ia menjadi simbol pergeseran cara guru memandang media ajar: dari tugas administratif menjadi ruang ekspresi kreatif.
AI Flipbook di SMPN 21 Palu: Dari Teks Tebal ke Pembelajaran Joyful
Jika Canva mengubah cara guru menyusun presentasi, program pendampingan di SMPN 21 Palu mendorong lompatan yang lebih besar: menggabungkan Generative AI, Canva Magic Studio, dan platform Flipping Book untuk menciptakan digital flipbook interaktif. Tim PkM dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris melatih guru memanfaatkan teknologi ini lewat pendekatan Participatory Technology Development, menjadikan guru bukan penerima pasif, melainkan perancang media sesuai kebutuhan pembelajaran di sekolah. Pendekatan abad 21 yang ditawarkan tidak berhenti pada bentuk digital, tetapi menyentuh paradigma belajar: mindful, meaningful, dan joyful learning. Guru diajak merancang aktivitas kritis hingga level tinggi Taksonomi Bloom, mengaitkan materi dengan kearifan lokal Palu dan Sulawesi Tengah, lalu membungkusnya dalam komik, ilustrasi, dan animasi flipbook yang menarik. "Generasi digital saat ini lebih mudah terdistraksi jika disajikan teks tebal tanpa dinamika visual. Dengan bantuan platform AI dan desain Canva, guru dapat memangkas waktu pembuatan media tanpa mengorbankan kualitas pedagogisnya," ungkap tim pengabdi.

Transformasi Digital Sekolah: Peran Strategis Perguruan Tinggi
Dua contoh pelatihan—Canva di sekolah dasar dan AI flipbook di sekolah menengah—menegaskan satu hal: transformasi digital sekolah membutuhkan ekosistem, bukan hero individu. Perguruan tinggi melalui program pengabdian masyarakat menjalankan fungsi strategis mengisi kekosongan pelatihan yang seringkali tidak tersentuh dalam pelatihan rutin guru. Mereka membawa pengetahuan teknologi terbaru sekaligus membangun jembatan antara teori pendidikan dan realitas kelas. Menariknya, pendampingan di SMPN 21 Palu membuktikan bahwa transformasi digital tidak harus dimulai dari teknologi rumit; portal sederhana berisi belasan digital flipbook karya guru sudah cukup menjadi etalase inovasi yang bisa diakses siswa dan masyarakat. Rencana fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual untuk modul terbaik menunjukkan pengakuan bahwa karya digital guru adalah aset intelektual yang pantas dilindungi, bukan sekadar produk tugas pelatihan. Di sisi lain, kegiatan di SD Negeri 2 Sumerta memberikan ruang belajar bagi mahasiswa, memperkuat mata rantai generasi pendidik yang saling mengasah keterampilan digital.

Mengapa Sekarang Saatnya Mempercepat Pelatihan Guru Digital
Latar belakang kedua program ini sama: guru menghadapi generasi Z yang akrab dengan gawai, namun masih terbatas dalam penggunaan aplikasi desain digital untuk penyusunan media pembelajaran. Tanpa intervensi terarah, kelas akan terus dipenuhi teks tebal, materi statis, dan komunikasi satu arah yang menjauhkan siswa dari pembelajaran bermakna. Pelatihan guru digital bukan lagi pelengkap, melainkan syarat minimum agar sekolah relevan. Pelatihan Canva menghasilkan guru yang mampu menciptakan media komunikasi visual kreatif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Pendampingan AI flipbook melahirkan belasan bahan ajar digital lintas mata pelajaran yang siap digunakan di SMPN 21 Palu. Keduanya menunjukkan bahwa ketika guru dibekali alat yang tepat dan didampingi dengan serius, mereka sanggup membuat konten yang menarik dan engaging bagi siswa modern. Kesimpulannya, jika transformasi digital sekolah ingin bergerak nyata, investasi utama bukan pada perangkat keras, melainkan pada pelatihan berkualitas yang memampukan guru mengubah teknologi menjadi pengalaman belajar yang hidup.






