Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Festival Kuliner Jadi Senjata Baru Menggaet Wisatawan Mancanegara

Festival Kuliner Jadi Senjata Baru Menggaet Wisatawan Mancanegara
Minat|Destinasi Luar Negeri

Kuliner Naik Kelas: Dari Panggung Lokal ke Magnet Wisata Global

Festival kuliner nusantara adalah rangkaian kegiatan gastronomi yang menampilkan ragam makanan khas berbagai daerah sebagai warisan budaya, sarana diplomasi, dan daya tarik wisata kuliner, dengan tujuan menghubungkan pelaku ekonomi kreatif, lembaga pemerintah, dan sektor swasta agar kuliner menjadi pintu masuk utama bagi wisatawan mancanegara dan penggerak devisa melalui pariwisata gastronomi yang terstruktur dan berkelanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, arah kebijakan pariwisata jelas bergeser: makanan bukan lagi pelengkap, melainkan alasan orang bepergian. Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival mengusung tema “From Local Roots to Global Recognition” untuk menegaskan ambisi itu, yakni mengangkat kekayaan gastronomi nusantara sebagai warisan budaya sekaligus daya tarik pariwisata nasional. Jika dikelola konsisten, festival semacam ini bisa menjadi etalase utama wisata kuliner Indonesia di mata dunia.

Festival Kuliner Jadi Senjata Baru Menggaet Wisatawan Mancanegara

Wonderful Indonesia Gastronomy: Laboratorium Pariwisata Gastronomi

Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival digelar 7 Oktober hingga 1 November di berbagai pusat perbelanjaan, melanjutkan rangkaian yang sebelumnya berlangsung di Solo dan Yogyakarta pada 26 September hingga 4 Oktober. Ini bukan sekadar bazar makanan, melainkan laboratorium pariwisata gastronomi: bagaimana cerita, teknik memasak, dan bahan lokal dikemas menjadi pengalaman wisata yang layak dijual ke pasar internasional. Pendiri jaringan gastronomi, Vita Datau, menekankan bahwa setiap hidangan menyimpan kisah asal-usul bahan, cara pengolahan, dan tradisi lintas generasi. Pernyataan ini penting, karena wisatawan mancanegara datang bukan hanya mencari rasa, tetapi narasi dan identitas. Dengan menonjolkan kuliner Semarang dan kawasan Joglosemar melalui kolaborasi dengan festival bertema heritage, WIG menunjukkan bahwa daya tarik wisata kuliner lahir dari kedalaman budaya, bukan dari gimmick sesaat.

BTN dan APPBI: Bukti Sektor Swasta Melihat Peluang Devisa

Keterlibatan Bank Tabungan Negara sebagai Main Bank Partner dalam WIG Culinary Festival adalah sinyal kuat bahwa sektor keuangan mulai melihat wisata kuliner sebagai sumber ekonomi serius, bukan hiburan musiman. BTN mendukung promosi kuliner nusantara sekaligus mengembangkan ekosistem kuliner dengan memperluas pemanfaatan layanan perbankan dalam transaksi sehari-hari dan menghadirkan kemudahan bertransaksi melalui balé by BTN di lokasi festival. Ini langkah strategis: ketika transaksi pelaku kuliner terdigitalisasi dan tercatat, potensi pembiayaan, ekspansi usaha, hingga akses pasar global menjadi lebih realistis. Di sisi lain, kolaborasi dengan asosiasi pengelola pusat belanja yang melibatkan Jakarta, Bandung, Denpasar, Solo, Yogyakarta, Pontianak, dan Palembang menjadikan festival kuliner nusantara dekat dengan arus utama konsumen. Pusat belanja berubah fungsi menjadi gerbang wisata kuliner Indonesia, tempat warga lokal dan wisatawan mancanegara merasakan langsung kekayaan rasa dan cerita.

Diplomasi Kuliner di Turki: Makanan Sebagai Bahasa Politik dan Bisnis

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional bersama KBRI Ankara menggelar Indonesia Culinary Diplomacy di Turki pada 10–11 Oktober, dihadiri perwakilan dari 70 negara. Ini contoh terang bagaimana diplomasi kuliner Indonesia bergerak keluar negeri, memanfaatkan makanan sebagai bahasa universal untuk membangun kedekatan politik, budaya, dan bisnis. Kuliner dipilih sebagai sarana diplomasi budaya untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, kreativitas, dan potensi usaha kepada masyarakat internasional, sekaligus menyambut Hari Ekonomi Kreatif Nasional yang diperingati setiap 24 Oktober. Pernyataan Adjie Himawan bahwa kuliner dapat menjadi pintu masuk mengenalkan potensi ekonomi kreatif ke masyarakat global bukan retorika kosong; ketika perwakilan 70 negara mencicipi hidangan, mereka sekaligus melihat peluang produk, jasa, dan kolaborasi kreatif. Dengan dukungan bank-bank nasional sebagai sponsor resmi, diplomasi kuliner jelas diarahkan untuk mendekatkan pelaku usaha ke pasar internasional dan memperluas jejaring ekonomi kreatif berorientasi ekspor.

Festival Kuliner Jadi Senjata Baru Menggaet Wisatawan Mancanegara

Mengapa Strategi Kuliner Layak Dijadikan Pilar Devisa

Jika pemerintah serius menjadikan pariwisata gastronomi sebagai pilar devisa, festival kuliner nusantara dan diplomasi kuliner luar negeri harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan acara seremonial. Kuliner Nusantara sudah diakui memiliki potensi besar memperkuat daya tarik pariwisata nasional; tugas kebijakan adalah menghubungkan potensi itu dengan paket wisata, promosi terarah, dan dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha. Melalui festival, masyarakat diajak mengenal ragam makanan khas daerah dan nilai budaya yang menyertainya, sementara wisatawan mancanegara mendapatkan alasan tambahan untuk datang dan tinggal lebih lama. Di luar negeri, diplomasi kuliner menjadi strategi membawa produk dan pelaku ekonomi kreatif lebih dekat ke pasar internasional, membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dan jaringan baru. Kesimpulannya tegas: tanpa menjadikan kuliner sebagai komponen utama dalam perencanaan pariwisata dan ekonomi kreatif, kita akan terus kehilangan kesempatan menjadikan meja makan sebagai mesin devisa.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!