Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pembayaran Lintas Batas Beralih ke Stablecoin dan Mata Uang Lokal

Pembayaran Lintas Batas Beralih ke Stablecoin dan Mata Uang Lokal
Minat|Asia Tenggara

Dua jalur menuju pembayaran lintas negara

Pembayaran lintas batas adalah pemindahan dana antara pihak di negara berbeda, melalui jalur penyelesaian yang dapat memakai mata uang lokal atau aset digital seperti stablecoin. Perbedaan jalur ini bukan sekadar soal teknologi: keduanya mencerminkan pilihan tentang bagaimana nilai dipindahkan dan ketergantungan pada dolar AS dikurangi.

Bank sentral Malaysia dan Thailand bergabung dengan BLOOM, inisiatif Singapura yang menguji transaksi lintas batas menggunakan stablecoin teregulasi dan simpanan bank dalam bentuk token. Pada saat yang sama, Bank Indonesia menyatakan perdagangan dan investasi memakai mata uang lokal melalui Local Currency Transaction (LCT) terus meningkat. Kedua perkembangan itu menunjukkan bahwa kawasan sedang menguji lebih dari satu cara untuk memperlancar pembayaran antarnegara. Namun, keduanya tidak boleh dicampuradukkan: stablecoin mengubah bentuk dan jalur pemindahan nilai, sedangkan LCT mengubah mata uang yang dipakai untuk bertransaksi.

BLOOM menjadikan infrastruktur digital sebagai arena uji

BLOOM dimulai pada Oktober tahun sebelumnya dengan mempertemukan bank dan perusahaan teknologi untuk menguji pembayaran memakai uang bank berbentuk token serta stablecoin yang teregulasi. Bergabungnya Malaysia dan Thailand sebagai pembuat kebijakan memperluas dimensi lintas negara dari eksperimen yang sebelumnya diprakarsai Otoritas Moneter Singapura. Kehadiran pelaku seperti Ripple, Visa, Mastercard, Circle, Coinbase, JPMorgan, Standard Chartered, dan Stripe menegaskan bahwa pengujian ini melibatkan perusahaan pembayaran, keuangan, dan teknologi.

Keunggulan pendekatan ini adalah fokus pada cara uang bergerak dan diselesaikan secara digital. Ripple menyatakan akan menguji pembayaran perdagangan menggunakan RLUSD di XRP Ledger, dengan pelepasan pembayaran yang diotomatisasi ketika syarat tertentu terpenuhi. Itu masih pengujian, bukan bukti bahwa stablecoin telah menjadi jalur pembayaran umum. Nilai BLOOM terletak pada upayanya menguji interoperabilitas dan penyelesaian lintas batas; hasilnya akan bergantung pada aturan, tata kelola, dan kemampuan sistem untuk bekerja bersama.

LCT mengurangi ketergantungan pada dolar

LCT mengambil jalur berbeda: eksportir, importir, atau investor menggunakan mata uang lokal dalam transaksi dengan mitra negara lain, alih-alih selalu bergantung pada dolar AS. Gubernur BI Destry Damayanti menyebut nilai transaksi LCT diperkirakan mencapai US$55 miliar pada akhir 2026, dibandingkan sekitar US$25 miliar pada 2025; China menjadi salah satu mitra utama dengan kontribusi besar. Angka itu menunjukkan bahwa pendekatan berbasis mata uang lokal sudah mencatat peningkatan penggunaan, meski tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa ketergantungan pada dolar telah hilang.

Bagi BI, diversifikasi mata uang dalam perdagangan dan investasi dapat mengurangi penggunaan dolar AS serta membantu menjaga keseimbangan nilai tukar rupiah. Jadi, LCT terutama menyasar pilihan mata uang dan hubungan bilateral antarpasar, sementara pembayaran stablecoin berfokus pada infrastruktur digital untuk memindahkan serta menyelesaikan nilai. Keduanya dapat membantu transaksi lintas batas, tetapi menjawab persoalan yang berbeda. LCT bukan teknologi pembayaran baru, dan stablecoin bukan dengan sendirinya kesepakatan untuk berdagang dalam mata uang lokal.

Persaingan jalur akan ditentukan oleh tindak lanjut

Perkembangan berikutnya akan memperlihatkan apakah eksperimen digital dan kerja sama mata uang lokal bisa saling melengkapi. BI telah bekerja sama dalam LCT dengan sekitar enam hingga tujuh negara. Singapura berencana bergabung, sedangkan India berminat menjajaki LCT sekaligus QRIS lintas negara. Di sisi BLOOM, pengujian pembayaran perdagangan dengan RLUSD menjadi salah satu langkah yang masih harus membuktikan kelayakan operasionalnya.

Keduanya patut dipandang sebagai strategi paralel, bukan pilihan yang harus saling menyingkirkan. Stablecoin berpotensi menguji penyelesaian digital lintas mata uang; LCT membangun kebiasaan dan kesepakatan agar perdagangan dapat berlangsung memakai mata uang mitra. Bagi pengambil kebijakan, tantangannya adalah memastikan inovasi jalur pembayaran tidak mengaburkan aturan dan tujuan pengurangan ketergantungan pada dolar.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!