Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pemenang Menswear Membaca Ulang Arketipe Modern di Panggung Mode

Pemenang Menswear Membaca Ulang Arketipe Modern di Panggung Mode
Minat|Pertunjukan Busana

Delapan finalis, satu panggung besar

Lomba Perancang Mode Menswear (LPMM) adalah kompetisi yang memberi desainer muda ruang untuk menafsirkan ulang bentuk busana pria dan menguji gagasan melalui koleksi yang utuh. Pemenang edisi 2026 diumumkan di Jakarta Fashion Week (JFW) 2027, yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3. Dari delapan finalis, Rifki Daelami meraih juara, disusul Saifudin Aulya Akhsan sebagai juara kedua dan Desi Dwi Lestari sebagai juara ketiga. Enam finalis lainnya adalah Alifa Muthmainnah, Andrean Nuur Ramadhan, Feby Adhitya Permana, I Kadek Krisna Dwipayana, dan Karel Karuniawan. Daftar ini memperlihatkan luasnya ruang bagi desainer muda Jakarta Fashion Week untuk membawa karakter masing-masing ke panggung utama.

Pemenang Menswear Membaca Ulang Arketipe Modern di Panggung Mode

Arketipe lama, kemungkinan baru

Tema “Modern Archetype” menantang finalis berangkat dari bentuk-bentuk dasar busana pria, bukan mengabaikannya. Potongan klasik, struktur pakaian, proporsi, dan material menjadi perangkat untuk dipertahankan, diubah, atau disusun kembali. Di sinilah Modern Archetype busana pria terasa menarik: kebaruan tidak harus lahir dari siluet yang sepenuhnya asing, tetapi juga dari cara desainer menggeser detail yang sudah akrab. Pendekatan ini membuat koleksi-koleksi finalis beragam tanpa kehilangan kaitan dengan tema bersama. Setelah melewati beberapa tahap pengembangan konsep dan penyempurnaan rancangan, mereka membawa gagasan tersebut ke panggung JFW 2027. Kompetisi ini menunjukkan bahwa busana pria kontemporer tidak perlu tunduk pada satu pakem; bentuk yang dikenal masih bisa menjadi awal bagi eksplorasi personal.

Pemenang Menswear Membaca Ulang Arketipe Modern di Panggung Mode

Memori sekolah sebagai bahan rancangan

Koleksi pemenang JFW 2027, “Student Archive: His Memory Project”, menjadikan memori tentang Hollandsch-Inlandsche School (HIS) sebagai titik berangkat. Rifki Daelami meninjau kesederhanaan busana dan palet warna terbatas dari masa itu melalui sudut pandang masa kini. Pilihan untuk mengolah fragmen sejarah, bukan menyalin bentuknya, memberi koleksi ini arah yang lebih personal: masa lalu hadir sebagai arsip yang dapat dibaca ulang. Itulah kekuatan kemenangan Rifki—gagasan historis diterjemahkan menjadi pendekatan desain yang memiliki identitas, tanpa menjadikan nostalgia sebagai tujuan akhir. Selain gelar juara, ia memperoleh kesempatan mengikuti kursus singkat di POLIMODA, Firenze, Italia. Bagi seorang perancang muda, pengalaman belajar tersebut menambah dimensi pada pencapaian panggung sekaligus membuka ruang untuk memperluas wawasan mode.

Pemenang Menswear Membaca Ulang Arketipe Modern di Panggung Mode

Kreativitas lokal dengan cakrawala global

LPMM 2026 lebih berarti sebagai ruang regenerasi daripada sekadar penentuan peringkat. Delapan koleksi menunjukkan bahwa talenta lokal mampu membawa gagasan busana pria ke panggung yang mempertemukan kreativitas setempat dengan perspektif global. Posisi JFW sebagai ajang mode dengan jangkauan luas memberi karya finalis konteks yang tepat: mereka tidak hanya menyelesaikan rancangan untuk kompetisi, tetapi juga memperkenalkan cara pandang kepada publik dan industri. JFW 2027 dibuka oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama Svida Alisjahbana, CEO GCM Group sekaligus Ketua Jakarta Fashion Week, di bawah tema “City of New Lights”. Dalam suasana itu, penampilan para finalis terasa sejalan dengan ambisi memperluas percakapan mode. Kesimpulannya, LPMM memberi alasan kuat untuk menantikan generasi berikutnya: arketipe klasik tetap relevan ketika perancang berani mengolah

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!