Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pelatihan Literasi Numerasi Berbasis AI untuk Guru SMP

Pelatihan Literasi Numerasi Berbasis AI untuk Guru SMP
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Literasi Numerasi Berbasis Teknologi: Bukan Lagi Pelengkap

Pelatihan literasi numerasi berbasis teknologi adalah program pengembangan guru untuk merancang pembelajaran angka, data, dan penalaran matematis secara lebih interaktif dengan dukungan perangkat digital dan kecerdasan buatan, sehingga siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi memaknai konsep numerik dalam konteks kehidupan sehari-hari dan terbiasa memecahkan masalah secara mandiri dengan bantuan alat digital yang relevan dengan dunia mereka. Di SMP Negeri 2 Krian, sebanyak 65 guru mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi secara digital untuk menunjang proses belajar mengajar. Fakta ini menunjukkan bahwa kompetensi digital guru bukan lagi pilihan, melainkan syarat mutlak agar pembelajaran matematika tetap relevan dengan generasi yang tumbuh bersama gawai. Pelatihan semacam ini menempatkan guru sebagai perancang pengalaman belajar, bukan sekadar penyampai materi.

Pelatihan Literasi Numerasi Berbasis AI untuk Guru SMP

Dari Quizizz ke AI: Jejak Transformasi Kompetensi Digital Guru

Transformasi pendidikan berbasis teknologi tidak muncul tiba-tiba; ia berakar dari upaya bertahap memperkuat kompetensi digital guru. Pada 2021, Dinas Pendidikan di Banyumas membuka Bimbingan dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Quizizz yang dilaksanakan selama tiga hari pada 25, 27, dan 28 September dengan 60 peserta kepala sekolah dan guru. Pelatihan ini dilaksanakan secara virtual karena masih masa pandemi, sekaligus menguji kesiapan guru memasuki era 4.0 yang menuntut penguasaan teknologi. Saat itu guru diminta mengombinasikan berbagai aplikasi pembelajaran agar siswa tidak bosan mengikuti pelajaran. Jejak ini penting: dari sekadar mengenal aplikasi kuis interaktif, kini guru didorong merancang pembelajaran numerasi yang lebih kompleks, termasuk memanfaatkan platform berbasis AI. Artinya, kompetensi digital guru berkembang dari level operator alat menjadi perancang ekosistem belajar yang memadukan evaluasi, materi, dan interaksi daring.

Pelatihan Literasi Numerasi di SMP Negeri 2 Krian: Fokus pada Dampak di Kelas

Workshop bertema “Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Merancang Pembelajaran Interaktif Berbasis Penguatan Literasi Numerasi Murid” di SMP Negeri 2 Krian menegaskan bahwa inti pelatihan literasi numerasi adalah perubahan nyata di kelas, bukan sekadar sertifikat. Pelatihan digelar agar pembelajaran menyesuaikan perkembangan zaman, menciptakan suasana nyaman, interaktif, dan tidak membosankan bagi siswa. Kepala sekolah menekankan bahwa materi yang inovatif penting untuk mencegah kebosanan siswa yang bisa berujung perilaku mengganggu hingga merusak fasilitas. Di sini, guru berbasis AI bukan berarti digantikan mesin, tetapi menggunakan teknologi modern untuk memberi pengalaman belajar baru bagi siswa. "Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi modern, agar mampu memberikan pengalaman belajar baru bagi para siswa," tegas Achmad Haris.

Kompetensi Digital Guru dan Budaya Positif Sekolah

Pelatihan literasi numerasi berbasis AI di Krian tidak berdiri sendiri; ia diposisikan sebagai bagian dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk memperkuat karakter siswa melalui budaya positif di sekolah. Dr. Lilik Sulistyowati menekankan bahwa pengembangan keprofesian harus berkelanjutan dan tidak boleh terputus, karena guru dituntut terus bertumbuh dan beradaptasi demi layanan terbaik bagi murid. Kompetensi digital guru di sini menyatu dengan visi sistem: integrasi dashboard terpadu untuk memantau kegiatan sekolah, kehadiran guru, dan sarana-prasarana secara real time. Penambahan 123 guru pendamping khusus yang dikelola bersama Unit Layanan Disabilitas juga menunjukkan arah kebijakan yang inklusif dan data-driven. Ketika literasi numerasi digarap bersama budaya positif dan sistem informasi digital, pembelajaran matematika berpeluang menjadi lebih manusiawi dan terarah, bukan sekadar perhitungan di atas kertas.

Tindak Lanjut Konkret: Mengukur Karya, Bukan Hanya Pelatihan

Program pelatihan guru sering berhenti di ruang workshop; SMP Negeri 2 Krian mencoba memutus pola itu dengan tindak lanjut yang terukur. Tim Waka Kurikulum menyiapkan sistem pengumpulan produk hasil kerja peserta melalui Google Form sebagai bukti karya nyata dan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran. Ini langkah penting: kompetensi literasi numerasi tidak dinilai dari seberapa sering guru ikut pelatihan, tetapi dari bagaimana mereka mengubah bahan ajar dan strategi mengajar di kelas. Di sisi lain, harapan agar guru tidak lelah meningkatkan kompetensi dan terus menjadi garda terdepan kemajuan pendidikan menunjukkan bahwa transformasi digital adalah maraton, bukan lomba sprint. Jika konsisten, kombinasi pelatihan digital, sistem pemantauan, dan tindak lanjut karya akan mengarah pada pembelajaran matematika yang lebih efektif, relevan, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari murid.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!