Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Ekspansi Produk Halal Vietnam di Pasar Halal Global

Ekspansi Produk Halal Vietnam di Pasar Halal Global
Minat|Asia Tenggara

Halal Indo sebagai Panggung Strategis Produk Halal Vietnam

Ekspansi produk halal Vietnam adalah proses terstruktur ketika perusahaan Vietnam mengembangkan, mensertifikasi, dan memasarkan produk halal mereka untuk memasuki pasar halal Indonesia dan menjangkau komunitas halal global melalui pameran industri lintas negara yang mempertemukan produsen, pembeli, dan regulator. Pameran Industri Halal Internasional Indonesia (Halal Indo 2026) yang digelar pada 24–27 September di Indonesia Exhibition and Convention Center (ICE) menjadi panggung utama strategi ini. Lebih dari 500 merek domestik dan internasional, termasuk perusahaan Vietnam, ambil bagian dalam acara yang diperkirakan menarik lebih dari 28.000 pengunjung, mulai dari pembeli hingga mitra bisnis lintas negara. Fakta bahwa ini adalah penyelenggaraan ketiga dengan fokus memperluas akses pasar bagi produk dan layanan halal menunjukkan: siapa yang tidak hadir, berisiko tertinggal dalam perlombaan pasar halal bernilai miliaran dolar di Asia Tenggara.

Ekspansi Produk Halal Vietnam di Pasar Halal Global

Mengapa Pasar Halal Indonesia Jadi Target Utama Vietnam

Pasar halal Indonesia adalah magnet logis bagi produk halal Vietnam karena skala konsumsi besar, kebijakan industri halal yang jelas, dan ambisi menjadi pusat halal dunia. Menteri Perindustrian menegaskan bahwa pengembangan industri halal adalah arah strategis untuk memanfaatkan potensi pasar domestik dan internasional. Artinya, aturan mainnya sedang dibangun untuk mendukung pertumbuhan, bukan sekadar membatasi. Konselor Perdagangan Vietnam di Indonesia secara lugas menyebut pasar ini memiliki potensi besar bagi produk halal Vietnam. Kombinasi permintaan tinggi, kebijakan pro-industri, dan pameran seperti Halal Indo yang menghubungkan produksi dengan pembeli internasional menjadikan pasar halal Indonesia bukan sekadar tujuan ekspor, tetapi pintu gerbang perdagangan bilateral halal menuju seluruh Asia Tenggara.

Produk Pertanian dan Makanan Halal sebagai Ujung Tombak Ekspansi

Perusahaan Vietnam datang ke Halal Indo dengan senjata utama: produk pertanian dan makanan bersertifikasi halal. Di pameran tersebut, bisnis Vietnam memamerkan berbagai produk pertanian dan makanan halal, jelas membidik pasar halal Indonesia sekaligus komunitas halal internasional. Danny Green Joint Stock Company, misalnya, membawa pisang kering, kacang tanah, dan minuman yang seluruhnya sudah bersertifikat halal. Mereka mengandalkan bahan baku pertanian domestik yang melimpah dan berkualitas tinggi untuk memproduksi produk kering bagi pasar lokal dan ekspor. Strategi ini masuk akal: komoditas pertanian adalah kekuatan tradisional Vietnam, sementara ekspansi produk makanan olahan membuka nilai tambah lebih besar dibanding sekadar mengekspor bahan mentah. Dengan memosisikan produk halal Vietnam sebagai sehat, bersih, dan sesuai standar syariah, perusahaan Vietnam berupaya naik kelas di rantai nilai perdagangan bilateral halal.

Sertifikasi Halal: Tiket Masuk Wajib ke Pasar Regional

Di balik hingar bingar pameran, satu kata kunci menentukan: sertifikasi halal. Salah satu persyaratan utama bagi pelaku bisnis yang ingin masuk pasar halal Indonesia adalah sertifikasi halal yang diakui otoritas setempat. Menurut Badan Penjaminan Produk Halal (BPJPH), mulai 18 Oktober 2026 kewajiban sertifikasi halal akan berlaku untuk banyak kelompok produk, termasuk makanan, minuman, kosmetik, obat tertentu, bahan dan aditif makanan, serta sejumlah barang konsumsi. Regulasi ini juga mencakup produk impor, sehingga perusahaan Vietnam tidak punya pilihan selain menjadikan sertifikasi halal internasional sebagai bagian inti strategi ekspansi. Perwakilan lembaga Halal Surveyor menjelaskan bahwa bisnis Vietnam dapat mendaftar sertifikasi melalui sistem BPJPH. Jika mereka mengabaikan fase regulasi ini, produk halal Vietnam akan tertahan di perbatasan, sementara pesaing lain mengisi rak-rak ritel regional.

Membangun Jejaring dan Masa Depan Perdagangan Halal Lintas Negara

Halal Indo bukan sekadar pameran; ia adalah arena negosiasi masa depan perdagangan halal lintas negara. Kegiatan jejaring bisnis di acara ini dirancang untuk mempertemukan produsen dengan distributor, sistem ritel, dan mitra luar negeri. Dengan lebih dari 500 merek dari berbagai pasar, termasuk Vietnam, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Selandia Baru, Amerika Serikat, UEA, dan Kazakhstan, pameran ini memperkuat posisi tuan rumah sebagai jembatan antara produsen dan pembeli internasional. Di sisi lain, kantor perdagangan Vietnam aktif menyiapkan stan, mempromosikan produk, dan menghubungkan bisnis dengan mitra lokal. Indonesia terus mengembangkan ekosistem industri halalnya; Vietnam mengirim produk halal Vietnam yang kian matang. Kesimpulannya: masa depan perdagangan bilateral halal akan ditentukan oleh siapa yang paling cepat menggabungkan ekspansi produk makanan, kepatuhan sertifikasi, dan jaringan lintas negara yang nyata, bukan sekadar pidato.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!