Industri halal sebagai mesin pertumbuhan baru, bukan sekadar tren
Industri halal adalah ekosistem ekonomi yang mencakup produk dan layanan sesuai prinsip syariah, mulai dari makanan, fesyen, kosmetik, farmasi, pariwisata hingga jasa keuangan, yang kini berkembang menjadi mesin pertumbuhan global dengan permintaan lintas negara, lintas budaya, dan lintas segmen usia. Di dalam ekosistem ini, produk halal Indonesia tidak lagi layak diposisikan hanya sebagai pelengkap pasar domestik, melainkan sebagai komoditas strategis untuk ekspor halal global yang bernilai tinggi. Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/26 menunjukkan belanja konsumen Muslim pada enam sektor ekonomi Islam terus naik dan diproyeksikan terus tumbuh hingga beberapa tahun ke depan. Di tengah tren ini, industri halal Indonesia dinilai berpeluang menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru karena permintaan global terhadap produk halal terus meningkat.

BSI International Expo: dari pameran menjadi mesin ekspor
Jika selama ini banyak pameran berhenti pada hiruk-pikuk transaksi sesaat, BSI International Expo ambil posisi berbeda: ambisius menjadi platform ekspor halal global. Komitmen penguatan industri ini diwujudkan lewat BSI International Expo 2026 yang akan digelar pada 22–25 Oktober 2026 di JICC Hall A & B, Jakarta, dengan tema “Buy Local Go Global”. Acara ini dirancang sebagai business platform yang membuka peluang kolaborasi, memperluas akses pasar, serta mempertemukan produk lokal dengan potensial buyer, bukan sekadar etalase produk. Di sini, produk halal Indonesia diposisikan untuk naik kelas: dari pemain lokal menjadi kandidat serius di pasar halal internasional. Yang patut diapresiasi, fokusnya bukan hanya pada brand besar, tetapi juga pelaku UMKM yang selama ini kesulitan menembus jaringan distribusi lintas negara.
Buy Local Go Global: strategi ekosistem, bukan slogan promosi
Tema “Buy Local Go Global” berpotensi berbahaya jika berhenti sebagai jargon pemasaran, namun di sini konsepnya diarahkan menjadi strategi ekosistem. Buy Local berarti memperkuat fondasi produk halal Indonesia di pasar domestik: meningkatkan standar, kapasitas produksi, dan kesadaran konsumen untuk memilih produk lokal. Go Global berarti menyiapkan produk itu agar kompatibel dengan standar, selera, dan regulasi pasar halal internasional. BSI International Expo 2026 dirancang membawa produk lokal dari pasar domestik menuju pasar yang lebih luas melalui koneksi bisnis, peluang transaksi, kolaborasi, hingga akses pasar baru. Dengan tema tersebut, expo ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem halal sekaligus membuka peluang bagi produk dan bisnis lokal agar berkembang di pasar domestik dan memperluas jangkauan ke pasar global.
Rantai nilai halal: pembiayaan, digital, dan sertifikasi sebagai kunci ekspor
Tantangan terbesar ekspor halal global bukan hanya promosi, tetapi konsistensi di seluruh rantai nilai: dari pembiayaan hingga sertifikasi. Di sinilah peran penguatan ekosistem oleh BSI menjadi krusial. Pihak bank menegaskan ingin mengambil peran lebih dari sekadar penyedia layanan keuangan, yaitu sebagai penghubung antara pelaku usaha dengan pembiayaan, teknologi, transaksi, jaringan bisnis, dan akses pasar. BSI International Expo menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri halal melalui pembiayaan, digitalisasi, transaksi, dan akses pasar bagi UMKM binaan. Pembinaan dilakukan melalui UMKM Center, pendampingan sertifikasi halal, dan pertemuan terarah dengan potensial buyer, termasuk dari pasar global. Pendekatan ini tepat, sebab tanpa dukungan pembiayaan, teknologi, dan sertifikasi yang kuat, produk halal berisiko mentok di pasar lokal.
Dampak bagi pelaku usaha dan konsumen: dari event ke hubungan jangka panjang
Manfaat expo ini akan terasa nyata jika dua kelompok utama — pelaku usaha dan konsumen — mendapat dampak langsung. BSI International Expo 2026 akan mempertemukan pelaku UMKM, brand lokal, industri halal, buyer, investor, komunitas, dan konsumen dalam satu ruang interaksi. Masyarakat dapat menikmati berbagai produk dan aktivitas, sementara pelaku usaha memperoleh kesempatan memperkenalkan brand, bertransaksi, dan membangun koneksi bisnis baru. Konsep yang menggabungkan business, lifestyle, dan hiburan membuat produk halal tidak tampil kaku, tetapi relevan dengan gaya hidup modern. Yang paling penting, penyelenggara menegaskan bahwa manfaat yang dibangun diharapkan tidak berhenti selama penyelenggaraan expo, tetapi berlanjut menjadi hubungan bisnis dan peluang pertumbuhan bagi pelaku usaha setelah event berlangsung. Jika konsistensi ini terjaga, posisi negara sebagai calon pusat industri halal dunia bukan sekadar klaim optimistis, tetapi target yang realistis.






