Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Halal Indo Jadi Momentum Industri Halal Tembus Pasar Global

Halal Indo Jadi Momentum Industri Halal Tembus Pasar Global
Minat|Asia Tenggara

Halal Indo sebagai etalase strategis industri halal

Halal Indo adalah pameran industri halal yang dirancang sebagai platform bisnis untuk menghubungkan pelaku usaha, pembeli, dan mitra strategis lintas sektor sehingga produk halal lokal dapat memperluas jangkauan dari pasar domestik menuju pasar global melalui promosi terarah, kurasi peserta, dan rangkaian kegiatan interaksi bisnis yang fokus pada transaksi dan kolaborasi jangka panjang. Halal Indo bukan sekadar agenda rutin; pilihannya digelar di ICE BSD City Tangerang dengan skala besar menunjukkan ambisi ekosistem industri halal Indonesia menjadi pemain utama global. Kementerian Perindustrian secara terbuka menyebut pengembangan industri halal sebagai langkah strategis mengoptimalkan potensi pasar domestik dan internasional, bukan lagi agenda sampingan. Ketika negara lain berlomba menggarap pasar halal, Halal Indo adalah pernyataan bahwa produsen lokal siap naik kelas, asalkan desain kebijakannya konsisten memihak pelaku usaha yang ingin ekspor.

Skala pameran dan target transaksi: dari display ke deal

Skala Halal Indo menunjukkan bahwa ekosistem industri halal tidak lagi berpikir kecil: area 12.740 meter persegi, target lebih dari 30 ribu pengunjung, dan lebih dari 400 pelaku usaha dari dalam dan luar negeri. Angka ini penting karena pameran besar hanya relevan jika mampu mengubah lalu lintas pengunjung menjadi transaksi dan hubungan dagang. Kemenperin membangun Paviliun khusus seluas 1.818 meter persegi berisi 174 booth, terdiri atas 20 industri besar dan 154 IKM. Struktur ini jelas: industri besar menjadi magnet, IKM menjadi tulang punggung. Keberadaan business matching, talkshow, dan program interaksi bisnis membuat expo bergeser dari sekadar etalase menjadi ruang negosiasi nyata. Jika kurasi peserta tepat, Halal Indo berpotensi menjadi titik awal kontrak ekspor, bukan hanya foto-foto di media sosial.

Ekosistem industri halal: dari sertifikasi hingga akses pasar

Kemenperin menyadari bahwa tanpa ekosistem yang utuh, industri halal Indonesia akan berhenti di slogan. Penguatan dilakukan lewat peningkatan kapasitas industri, fasilitasi sertifikasi halal, promosi produk, dan perluasan akses pasar. Ini pendekatan yang relatif lengkap: pelaku usaha dibantu bukan hanya di depan kamera, tetapi di dapur produksi dan meja negosiasi. Integrasi sertifikasi halal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui Showcase Produk Unggulan Dalam Negeri dan Coaching Clinic TKDN adalah langkah berani. Produsen didorong memenuhi standar halal sekaligus menguatkan kandungan lokal, yang pada akhirnya memperkuat daya saing saat masuk pasar global. Rangkaian Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) dengan lebih dari seribu peserta memperkuat budaya penghargaan terhadap pelaku yang serius membangun produk halal berkelas ekspor. Namun penghargaan hanya akan bermakna jika diikuti percepatan izin, pembiayaan, dan dukungan logistik.

Lonjakan permintaan global dan peran BSI dalam ekspansi

Di luar ruang pamer, fakta pasar menunjukkan mengapa Halal Indo dan expo lain tak bisa lagi dianggap acara seremonial. Laporan State of the Global Islamic Economy 2025–2026 mencatat belanja konsumen Muslim pada enam sektor ekonomi Islam mencapai 2,60 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan naik menjadi 3,56 triliun dolar AS pada 2029. Ini bukan sekadar angka; ini sinyal bahwa produk halal pasar global sedang mencari pemasok baru. Di titik ini, peran bank syariah seperti BSI menjadi krusial. BSI menyatakan ingin menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan pembiayaan, teknologi, transaksi, jaringan bisnis, dan akses pasar, bukan hanya penyedia layanan keuangan tradisional. Melalui BSI International Expo bertema “Buy Local Go Global”, pelaku UMKM dan merek halal dipertemukan dengan pembeli dan investor untuk memperluas pasar dan membuka peluang kolaborasi. Pendekatan ini melengkapi fungsi Halal Indo: satu menguatkan basis industri, satu menggerakkan arus keuangan dan transaksi.

Expo sebagai jembatan produsen lokal dan pembeli global

Kekuatan utama Halal Indo adalah kemampuannya menjadi jembatan antara produsen lokal dan pembeli serta mitra strategis dari luar negeri. Business matching, talkshow, dan program interaksi bisnis yang melibatkan peserta internasional dari berbagai negara membuat expo ini berfungsi sebagai pasar perantara yang konkret. Kemenperin bahkan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan untuk menjaring potential buyers melalui perwakilan luar negeri, agar pertemuan di pameran tidak berhenti di kartu nama. Di sisi lain, BSI memperkuat rantai nilai industri halal melalui pembiayaan, digitalisasi, pendampingan sertifikasi, dan penguatan kapasitas UMKM agar siap bersaing ketika berhadapan dengan calon pembeli global. Strategi ini tepat: expo menjadi panggung, tetapi keberhasilan ekspor produk halal ditentukan oleh kesiapan ekosistem industri halal dari hulu ke hilir. Jika konsistensi dukungan dijaga, Halal Indo berpeluang menjadi titik balik: dari pasar yang konsumtif menjadi produsen dan eksportir yang diperhitungkan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!