Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Aries Budiman: Drummer yang Mengubah Wajah Rock Lokal

Aries Budiman: Drummer yang Mengubah Wajah Rock Lokal
Minat|Musik Rock

Mengapa Aries Budiman Lebih dari Sekadar Drummer Garasi

Aries Budiman adalah drummer band Garasi yang kepopulerannya melesat sejak pertengahan 2000-an, dikenal sebagai musisi dan aktor yang menjembatani dunia film dan musik rock alternatif melalui proyek Garasi, serta meninggalkan warisan gaya permainan drum yang membentuk selera generasi muda terhadap rock lokal. Kepergian drummer Garasi meninggal ini bukan sekadar kabar duka; ini adalah momen refleksi bahwa identitas rock lokal modern banyak ditopang oleh satu sosok bernama Aries Budiman. Ia meninggal dunia pada 18 September 2026 dan kabar itu disampaikan keluarga lewat akun Instagram resminya, memantik gelombang belasungkawa dari penggemar dan rekan musisi. Fakta bahwa reaksi emosional begitu kuat menunjukkan satu hal: Aries bukan hanya bagian dari Garasi, ia adalah salah satu fondasi persepsi publik terhadap rock lokal era 2000-an.

Aries Budiman Profil: Dari Sukabumi ke Panggung Nasional

Bicara tentang Aries Budiman profil, kita bicara tentang perjalanan panjang seorang anak Sukabumi yang menjadikan drum sebagai jalan hidup. Lahir 31 Maret 1982 di Sukabumi, Jawa Barat, ia menapakkan karier dari festival lokal hingga ajang nasional dan meraih gelar Best Drummer pada awal 2000-an, yang membuka pintu ke industri musik profesional. Penghargaan itu bukan sekadar piala; itu tanda bahwa teknik dan rasa yang ia bawa di set drum sudah melampaui standar kompetisi. Dari sana, ia sempat mengisi posisi additional drummer di grup musik Omelette sebelum akhirnya direkrut Miles Films untuk film Garasi pada 2005. Di titik itulah trajektori hidupnya berbelok: dari drummer festival, menjadi wajah utama film, dan kemudian menjadi tulang punggung band Garasi yang nyata, lengkap dengan peran ganda sebagai musisi dan aktor di mata publik.

Garasi Band Sejarah: Saat Fiksi Melahirkan Ikon Rock Alternatif

Garasi band sejarah tidak bisa dilepaskan dari keberanian menjadikan film sebagai pintu lahirnya sebuah band sungguhan, dan di jantung eksperimen itu berdiri Aries Budiman. Proyek film Garasi melibatkan Aries, Fedi Nuril, dan Aiu Ratna, memerankan remaja yang memperjuangkan hasrat bermusik, lalu melahirkan grup Garasi di dunia nyata. Kehadiran mereka bertiga membentuk warna musik rock alternatif yang khas dan digemari remaja saat itu, menjadikan Garasi ikon transisi dari rock keras ke rock yang lebih peka narasi dan emosinya. Album soundtrack Garasi yang berisi sembilan lagu dirilis pada 2006, disusul Garasi II (2008) dan Kembali (2011), menegaskan bahwa ini bukan proyek sesaat melainkan karier band yang berkelanjutan. Ketukan drum Aries menjadi semacam bahasa ritmis yang menyatukan karakter film dengan energi panggung; tanpa fondasi ritme itu, Garasi mungkin hanya akan dikenang sebagai film kultus, bukan sebagai band yang mengubah selera rock lokal.

Duka Kolektif: Komunitas Rock Mengantar Aries ke Peristirahatan

Reaksi komunitas musisi terhadap drummer Garasi meninggal menunjukkan betapa luas jangkauan pengaruh Aries Budiman. Kepergiannya pada usia 44 tahun menurut catatan biodata resmi, dan 42 tahun dalam laporan lain, justru menyorot ironi: di tengah produktivitas dan pengabdian, ia pergi saat masih berada di usia matang kreatif. Prosesi pemakamannya berlangsung khidmat pada Sabtu, 19 September 2026, di TPU Depok, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat. Tokoh seperti Fedi Nuril, Axel Andaviar, Wembri Arlistha, dan Aiu Ratna hadir, bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai simbol bahwa keluarga Garasi menyadari band tersebut tidak akan pernah sama tanpanya. "Ketukan drummu takkan tergantikan," tulis Aiu di Instagram sambil memegang pusara Aries, sebuah kalimat yang merangkum posisi Aries: bukan drummer yang bisa digantikan, melainkan bagian dari identitas kolektif band itu sendiri.

Rock Indonesia Warisan: Sekolah Drum dan Generasi Baru

Jika ingin memahami rock Indonesia warisan yang ditinggalkan Aries, jangan hanya lihat katalog album Garasi; lihat juga bagaimana ia menginvestasikan pengetahuan ke generasi berikutnya. Pada awal 2000-an ia sudah membuktikan diri sebagai Best Drummer di ajang Sukabumi hingga nasional, membuat standar tinggi bagi drummer muda. Warisan itu kemudian dilembagakan lewat Aries Garasi Drum School, tempat ia mengajarkan teknik dan filosofi menabuh drum kepada murid-murid yang kelak mewarnai panggung rock lokal. Kunjungan Fedi, Axel, dan Wembri ke sekolah drum miliknya setelah kepergiannya adalah pengakuan diam-diam: di ruang latihan itu, Aries sedang menulis bab berikut sejarah rock lokal melalui para siswa. Selama lebih dari dua dekade ia setia menjaga eksistensi Garasi meski ditinggal vokalis Aiu Ratna, menunjukkan bahwa baginya rock bukan mode sesaat, melainkan komitmen jangka panjang. Warisan Aries adalah kombinasi karya, konsistensi, dan keberanian mengajar, dan itu yang membuat pengaruhnya akan terasa jauh melampaui tanggal di batu nisannya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!