Desain mobil sebagai bahasa gaya
Kolaborasi otomotif dan fashion adalah pertemuan dua bidang yang memakai desain untuk menyampaikan karakter, identitas, dan cara seseorang menjalani kehidupan sehari-hari. Gagasan itulah yang dibawa LEPAS saat menjalani debut di Jakarta Fashion Week 2027 pada Rabu malam, 28 Oktober 2026, dengan tema “Drive Your Elegance”. Merek ini menggandeng desainer Danjyo Hiyoji dan label busana pria OTHMAN untuk mempertemukan bahasa desain kendaraan dengan kreativitas mode. Langkah tersebut terasa lebih berarti daripada sekadar menempatkan mobil di acara fashion: LEPAS berusaha memperluas identitasnya ke ruang yang dekat dengan pilihan gaya personal. Bagi konsumen urban, kendaraan dapat menjadi bagian dari citra diri, bukan hanya alat untuk berpindah tempat. Itulah sudut pandang yang membuat mobil dan fashion layak dibicarakan bersama, selama hubungan keduanya diwujudkan melalui gagasan desain yang jelas, bukan sekadar dekorasi.

Dua desainer, dua tafsir karakter
Kolaborasi LEPAS fashion bertumpu pada perbedaan pendekatan kedua mitranya. Danjyo Hiyoji dikenal melalui eksplorasi mode kontemporer yang ekspresif, sementara OTHMAN menghadirkan busana pria modern dengan perhatian pada identitas dan gaya personal. Dalam kolaborasi Danjyo Hiyoji LEPAS, kesamaan antara kendaraan dan busana terlihat pada cara bentuk, proporsi, material, serta detail membangun karakter. Mobil menampilkan identitas melalui siluet dan elemen desainnya; pakaian melakukan hal serupa lewat pilihan potongan dan bahan. Perbedaan medium justru memberi ruang untuk menerjemahkan filosofi otomotif tanpa harus menyalin bentuk kendaraan ke dalam busana. Pendekatan ini lebih meyakinkan daripada kolaborasi yang hanya mengandalkan logo, sebab ia mengajak audiens melihat bagaimana prinsip desain dapat melintasi industri. Bagi LEPAS, kehadiran dua sudut pandang mode juga membuka percakapan dengan publik yang mungkin mengenal estetika lebih dulu daripada spesifikasi mobil.
Filosofi merek bertemu gaya urban
Sebagai bagian dari Chery Group, LEPAS mengusung filosofi Leopard and Passion: “Leopard” merujuk pada kelincahan, kekuatan, dan keanggunan, sedangkan “Passion” mewakili semangat, koneksi emosional, serta pengalaman berkendara yang berkesan. Filosofi itu diterjemahkan melalui Leopard Aesthetics, yang memadukan karakter kuat dengan sentuhan elegan. Inilah landasan yang membuat kehadiran LEPAS Jakarta Fashion Week lebih dari upaya mencari perhatian di luar industri otomotif; ajang tersebut menjadi cara untuk menguji apakah identitas merek dapat dipahami dalam konteks gaya hidup urban. Perusahaan menyebut desain sebagai bagian penting dari karakternya dan melihat panggung fashion sebagai ruang kreatif untuk mempertemukan perspektif otomotif dengan mode. Bagi calon pengguna, manfaat praktisnya bukan perubahan fungsi kendaraan, melainkan kesempatan menilai bagaimana estetika merek selaras dengan selera mereka. Kesimpulannya, kolaborasi ini berhasil ketika desain menjadi jembatan yang terasa relevan bagi kehidupan sehari-hari, bukan sekadar latar acara.






