Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pemberdayaan Perempuan UMKM Lewat Literasi Keuangan yang Terarah

Pemberdayaan Perempuan UMKM Lewat Literasi Keuangan yang Terarah
Minat|Pelatihan Komprehensif

Literasi Keuangan UMKM: Bukan Sekadar Menghitung Uang, Tapi Mengubah Cara Berusaha

Literasi keuangan UMKM adalah kemampuan perempuan pelaku usaha memahami, merencanakan, dan mengendalikan arus uang dalam bisnisnya—mulai dari memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, mencatat pemasukan dan pengeluaran, hingga memilih produk jasa keuangan yang aman—agar usaha dapat tumbuh profesional, berkelanjutan, dan menopang kesejahteraan keluarga. Program literasi keuangan yang menyasar perempuan UMKM kini bukan lagi pelengkap, melainkan strategi inti pemberdayaan ekonomi perempuan. Di Kelurahan Sindangsari, Bogor Timur, sebuah perusahaan asuransi menyelenggarakan program Reach for Great Financial Literacy bertajuk “Great Everyday Together: Perempuan Berdaya, Bersama Jadi Hebat” untuk 30 perempuan UMKM dan pengrajin Kampung Perca Sindangsari pada Jumat, 2 Oktober 2026. Fakta bahwa literasi keuangan nasional baru 69,57% sementara inklusi keuangan sudah 93,61% menunjukkan banyak perempuan sudah punya akses ke layanan keuangan, tetapi belum cukup terampil mengelolanya secara cerdas.

Pemberdayaan Perempuan UMKM Lewat Literasi Keuangan yang Terarah

Memisahkan Keuangan Usaha dan Pribadi: Disiplin Kecil, Dampak Besar bagi UMKM Perempuan

Pemisahan keuangan usaha dari keuangan pribadi adalah garis batas yang menentukan apakah sebuah UMKM akan tumbuh atau terus berjalan di tempat. Dalam sesi literasi keuangan di Sindangsari, materi utama yang diberikan mencakup pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, pencatatan arus kas, penghitungan keuntungan, serta penyiapan dana darurat dan perlindungan keuangan. Tanpa pemisahan ini, perempuan pelaku usaha mudah mengaburkan modal dengan belanja rumah, sulit menghitung laba, dan akhirnya tidak punya dasar untuk mengambil keputusan bisnis. Pendekatan yang diajarkan menekankan bahwa setiap rupiah yang keluar dan masuk usaha harus tercatat, sementara kebutuhan keluarga memiliki anggaran sendiri. Dengan cara ini, pengelolaan keuangan usaha menjadi lebih terukur, dan perempuan bisa melihat apakah usahanya benar-benar menguntungkan atau sekadar “mengalir” tanpa arah. Seperti disampaikan Fennicia Auliantika, pengelolaan keuangan yang terencana membuat perempuan lebih mandiri secara ekonomi dan menjaga stabilitas keuangan keluarga.

Peran Lembaga Keuangan dan Regulator: Dari Kelas Pelatihan ke Jaringan Pemberdayaan

Program literasi keuangan UMKM untuk perempuan tidak lahir dari ruang hampa; ia bergerak seiring agenda nasional meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Di Bogor Timur, pelatihan yang digelar perusahaan asuransi menggabungkan pengelolaan keuangan keluarga dan usaha dengan edukasi kesehatan payudara, termasuk SADARI dan USG payudara untuk 15 peserta, serta medical check-up bagi 44 peserta bersama rumah sakit setempat. Pendekatan ini mengakui bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan tidak bisa dipisahkan dari kesehatan mereka. Di sisi lain, regulator keuangan di Jawa Tengah membentuk 70 kader perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah sebagai duta literasi keuangan melalui Training of Trainers (ToT) di Semarang pada 10–11 Oktober 2026. Selama pelatihan, para kader mendapatkan materi tentang tugas dan fungsi regulator, pengelolaan keuangan yang bijak, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, serta risiko investasi dan pinjaman daring ilegal. Ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan kini dipandang sebagai kerja ekosistem, bukan sekadar program satu lembaga.

Duta Literasi Keuangan Perempuan: Menggerakkan Perubahan dari Akar Rumput

Strategi paling menjanjikan dalam pemberdayaan ekonomi perempuan adalah menjadikan mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga penggerak literasi keuangan di komunitas. Di Jawa Tengah, program DILAN menyiapkan 70 kader Nasyiatul Aisyiyah sebagai duta literasi keuangan berbasis komunitas, memanfaatkan jejaring dakwah, pengajian, pendampingan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat hingga tingkat akar rumput. Para kader dibekali pengetahuan produk keuangan, pelindungan konsumen, hingga sarana seperti APPK, SLIK, dan Indonesia Anti-Scam Centre agar mampu membantu masyarakat memahami hak sebagai konsumen dan menghindari penipuan. Pendekatan ini selaras dengan pandangan bahwa literasi keuangan tidak cukup hanya dipahami untuk kepentingan pribadi; pengetahuan tersebut perlu disebarluaskan agar manfaatnya dirasakan keluarga dan lingkungan sekitar. Ketika perempuan menjadi duta literasi keuangan, mereka tidak hanya menguatkan usahanya sendiri, tetapi juga membangun tameng kolektif terhadap praktik keuangan ilegal di lingkungannya.

Kesimpulan: Literasi Keuangan sebagai Jalan Mandiri bagi Perempuan Pelaku Usaha

Rangkaian inisiatif literasi keuangan UMKM yang menyasar perempuan menunjukkan satu pesan tegas: kemandirian ekonomi perempuan dibangun dari disiplin keuangan sehari-hari, bukan dari slogan besar. Pemisahan keuangan usaha dan keluarga, pencatatan arus kas, dan pemahaman produk jasa keuangan adalah keterampilan dasar yang mengubah usaha rumahan menjadi bisnis yang punya arah dan daya tahan. Program di Sindangsari memperlihatkan bagaimana edukasi keuangan dan kesehatan berjalan beriringan untuk menguatkan perempuan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga. Sementara jaringan duta literasi keuangan di Jawa Tengah menegaskan bahwa perempuan mampu menjadi agen perubahan finansial di komunitasnya. Harapan lurah Sindangsari agar program serupa menjangkau wilayah lain adalah panggilan agar model pemberdayaan ini diperluas, bukan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Jika literasi keuangan UMKM terus diperdalam dan disebarkan oleh perempuan sendiri, pemberdayaan ekonomi perempuan akan bergerak dari wacana menuju kenyataan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!