Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Daycare bagi Pekerja: Dukungan Kerja, Ruang Tumbuh Anak

Daycare bagi Pekerja: Dukungan Kerja, Ruang Tumbuh Anak
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Pengasuhan anak juga urusan dunia kerja

Daycare pekerja adalah layanan pengasuhan anak yang membantu orang tua memenuhi tanggung jawab pekerjaan sambil memastikan anak berada di lingkungan yang aman, terawat, dan mendukung tumbuh kembangnya. Karena akses pengasuhan memengaruhi kemampuan orang tua—terutama perempuan—untuk memasuki dan bertahan di dunia kerja, menyediakan dukungan ini seharusnya menjadi bagian dari kebijakan ketenagakerjaan, bukan semata urusan pribadi keluarga.

Gagasan itu mengemuka dalam dialog kebijakan Employer-Supported Childcare (ESC) yang digelar IBCWE di Jakarta pada 29 Oktober 2026. IBCWE mendorong perusahaan memperkuat dukungan pengasuhan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mempertahankan tenaga kerja. Kebutuhannya nyata: tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan berada di kisaran 56 persen, sementara laki-laki sekitar 84 persen. Kesenjangan ini memiliki banyak penyebab, tetapi sulit mengabaikan beban pengasuhan yang tidak terbagi seimbang.

Dukungan perusahaan tidak harus selalu berupa daycare tempat kerja. Kemitraan dengan penyedia layanan, pengaturan kerja fleksibel, dan cuti orang tua juga dapat membantu. Yang penting, pengasuhan anak dipandang sebagai bagian dari ekosistem kerja yang memungkinkan pekerja hadir, fokus, dan bertahan.

Daycare bagi Pekerja: Dukungan Kerja, Ruang Tumbuh Anak

Pelajaran dari layanan TAMASYA di Ambon

Di Ambon, Daycare TAMASYA yang digagas Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku memberi pilihan pengasuhan bagi orang tua bekerja, termasuk ASN yang perlu membagi waktu antara tugas kantor dan kebutuhan anak. Sebelum memakai layanan tersebut, seorang ibu bekerja dengan dua anak mengaku kesulitan karena fasilitas daycare terbatas dan pengasuh pribadi kerap tidak konsisten.

Setelah menitipkan kedua anaknya, pegawai BPS Provinsi Maluku Ilha Istiqomah Senen merasa lebih tenang dan berenergi saat menjalankan tugas. Layanan itu, menurut pengalamannya, membantu mengurangi kecemasan tentang keamanan anak dan ketepatan waktu pengasuhan. Dampaknya bukan hanya pada fokus orang tua: TAMASYA disebut menyediakan pengasuhan ramah anak yang terstruktur, aman, penuh kasih sayang, dan memberi stimulasi tumbuh kembang.

Contoh ini menunjukkan nilai daycare pekerja yang dikelola dengan standar pengasuhan, bukan sekadar tempat menunggu sampai jam kantor berakhir. Namun, pengalaman satu keluarga tidak membuktikan bahwa satu model akan cocok bagi semua pekerja. Kebutuhan keluarga dan kondisi layanan di setiap tempat berbeda; TAMASYA di Ambon lebih tepat dibaca sebagai contoh yang menjanjikan, bukan cetak biru universal.

Daycare bagi Pekerja: Dukungan Kerja, Ruang Tumbuh Anak

Fasilitas belajar membuat penitipan lebih bermakna

Dukungan pengasuhan akan lebih lengkap ketika kebutuhan anak ikut menjadi pusat perhatian. Di TPA Al Hasan, Bandung, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat melalui AFT Husein Sastranegara memberikan alat permainan edukatif lewat Program TAMASYA pada 29 Oktober. Bantuan itu ditujukan bagi 24 anak usia 3–6 tahun dan enam pengasuh.

Puzzle, balok susun, permainan angka dan huruf, serta alat permainan motorik menjadi bagian dari fasilitas belajar anak di sana. Melalui permainan, anak dapat mengenal konsep dasar, melatih kreativitas dan koordinasi gerak, mencoba memecahkan masalah, serta berinteraksi dengan teman sebaya. Artinya, mutu daycare tidak cukup dinilai dari kemudahan lokasinya bagi pekerja; ruang, bahan bermain, dan kegiatan harian juga perlu mendukung perkembangan anak.

Fasilitas belajar yang baik tidak otomatis menjamin seluruh kebutuhan perkembangan anak terpenuhi. Namun, contoh TPA Al Hasan memperlihatkan langkah konkret: dukungan bagi orang tua bekerja dapat berjalan beriringan dengan pengalaman bermain dan belajar yang lebih kaya bagi anak.

Pilih dukungan sesuai kebutuhan, bukan sekadar tren

Alasan bisnis untuk berinvestasi pada pengasuhan juga patut diperhitungkan. IBCWE menyampaikan bahwa sebuah studi di Indonesia menemukan penambahan satu prasekolah per 1.000 anak dapat meningkatkan produktivitas pabrik manufaktur dengan rata-rata proporsi pekerja perempuan sebesar 11 persen. Angka itu memberi alasan kuat bagi perusahaan untuk menilai dukungan pengasuhan sebagai investasi pada produktivitas dan retensi, bukan sekadar fasilitas tambahan.

Tetapi perusahaan tidak seharusnya menyalin satu bentuk layanan tanpa menguji kecocokannya. Dialog IBCWE menegaskan bahwa tidak ada satu model dukungan pengasuhan yang berlaku seragam; karakteristik tenaga kerja dan kebutuhan operasional perlu dipertimbangkan. Perusahaan dapat menimbang daycare di lokasi kerja, kemitraan dengan penyedia, atau pilihan kerja fleksibel berdasarkan kebutuhan pekerjanya.

Kesimpulannya, daycare dan kebijakan pendukungnya bermanfaat ketika benar-benar menjawab dua kebutuhan sekaligus: orang tua dapat bekerja dengan lebih tenang, sementara anak memperoleh pengasuhan aman dan ruang belajar yang sesuai. Contoh Ambon dan Bandung menunjukkan kemungkinan itu, tetapi pekerjaan berikutnya adalah merancang layanan yang terjangkau, bermutu, dan cocok dengan keadaan tiap tempat kerja.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!