Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Akses Warga Aceh Timur: Satu Ruas Terputus, Tujuh Titik Pulih

Akses Warga Aceh Timur: Satu Ruas Terputus, Tujuh Titik Pulih
Minat|Asia Tenggara

Dua keadaan jalan, dua tahap penanganan

Jalan rusak Aceh Timur memperlihatkan dua kebutuhan yang berbeda: akses yang sudah pulih setelah pemeliharaan di Blang Tualang dan jalur penghubung Peureulak–Lokop yang masih menghadapi kerusakan berat serta menunggu perbaikan permanen. Perbedaan ini penting, sebab kabar baik dari satu gampong tidak berarti persoalan jalan di wilayah lain telah selesai. Di Gampong Blang Tualang, Kecamatan Birem Bayeun, tujuh titik jalan yang rusak telah diperbaiki dan kini dapat dilalui masyarakat serta anak-anak sekolah. Sementara itu, warga Serbajadi dan Lokop mendesak Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, agar memberi perhatian segera kepada Jalan Peureulak–Lokop Segmen II yang belum tertangani secara permanen. Kedua ruas berada di Kabupaten Aceh Timur, tetapi sumber informasi tidak menyebutnya sebagai bagian dari satu proyek. Menyamakan keduanya akan mengaburkan perbedaan antara pemeliharaan yang telah selesai dan kerusakan kritis yang masih menunggu tindakan.

Jalur Peureulak–Lokop masih membahayakan

Di Jalan Peureulak Lokop Segmen II, masalahnya bukan sekadar permukaan berlubang. Warga melaporkan sedikitnya 19 titik kerusakan berupa badan jalan ambles dan lubang dalam. Yang paling genting berada di STA 73, Dusun Cane, Desa Rampah: sekitar 60 meter badan jalan terputus akibat abrasi saat banjir bandang pada 26 November 2025. Menurut keterangan warga, sampai laporan tersebut disampaikan, kerusakan itu belum memperoleh penanganan permanen. Pengendara menghadapi risiko ketika melewati jalur yang menjadi penghubung Peureulak dan Lokop, terutama kendaraan roda empat dan roda enam. Untuk melewati bagian yang putus, warga menggunakan jalur darurat di atas tanah milik warga setempat. Kendaraan roda empat dikenai Rp5.000 sekali melintas, sedangkan kendaraan roda enam dan yang lebih besar dikenai Rp10.000. Bagi warga yang bolak-balik untuk bekerja, berdagang, mengangkut barang, atau memenuhi kebutuhan harian, kondisi ini mengubah kerusakan jalan menjadi persoalan keselamatan sekaligus beban akses.

Perbaikan Blang Tualang memberi hasil langsung

Respons di Blang Tualang menunjukkan manfaat konkret ketika keluhan akses ditindaklanjuti: pemeliharaan dan perbaikan pada tujuh titik telah selesai, sehingga jalan kembali bisa digunakan masyarakat dan anak-anak sekolah. Penanganan tersebut terlaksana atas arahan Bupati Aceh Timur yang meminta perusahaan di sekitar gampong ikut membantu pemeliharaan jalan. Warga pun menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan tersebut. Perbaikan jalan Birem Bayeun ini patut diapresiasi karena hasilnya langsung terasa dalam mobilitas sehari-hari. Namun, keberhasilan itu tidak boleh dijadikan alasan untuk menyimpulkan bahwa akses di seluruh Aceh Timur sudah pulih. Kondisinya berbeda dari Peureulak–Lokop: Blang Tualang melaporkan tujuh titik yang sudah selesai diperbaiki, sedangkan di Serbajadi terdapat badan jalan yang terputus dan membutuhkan solusi permanen. Warga Blang Tualang juga berharap jalan gampong tetap mendapat perhatian agar aktivitas mereka lancar.

Prioritas berikutnya harus menutup kesenjangan akses

Pekerjaan pemerintah berikutnya seharusnya berangkat dari tingkat risiko, bukan sekadar membandingkan jumlah titik yang telah diperbaiki. Di Peureulak–Lokop, warga meminta Gubernur Aceh dan jajaran terkait meninjau lokasi, mempercepat langkah konkret, serta memprioritaskan badan jalan yang putus di STA 73. Penanganan sementara saja tidak cukup: warga menginginkan pembangunan kembali yang permanen agar jalur aman dan berfungsi lancar. Sementara itu, perhatian berkelanjutan tetap diperlukan di Blang Tualang supaya hasil pemeliharaan tidak cepat hilang dan perjalanan warga tetap lancar. Dua kabar ini bukan satu paket proyek, melainkan gambaran dua tahap respons yang berbeda: satu ruas telah kembali dapat dilalui, satu lagi masih menyisakan putusnya akses dan risiko bagi pengguna. Kesimpulannya tegas: perbaikan tujuh titik di Birem Bayeun merupakan kemajuan nyata, tetapi kebutuhan paling mendesak yang disuarakan warga Serbajadi adalah penanganan permanen Jalan Peureulak–Lokop.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!