Kenapa Dunia Mulai Jatuh Cinta dengan Pedasnya Seblak?

sumber gambar: R Eris via unsplash
Siapa yang menyangka bahwa kerupuk mentah yang direbus dengan bumbu kencur ini akan menjadi pembicaraan hangat di mancanegara? Dahulu, seblak hanyalah kuliner kaki lima yang identik dengan Jawa Barat. Namun, saat ini Kamu bisa menemukan seblak di berbagai kota besar dunia, mulai dari Seoul hingga London. Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam preferensi rasa global yang kini lebih terbuka terhadap tekstur unik dan aroma rempah yang tajam.
Ledakan Konten Kreatif dan Diplomasi Lidah
Kunci utama dari mendunianya seblak adalah masifnya konten digital. Para pembuat konten dari berbagai negara sering melakukan tantangan makan atau mukbang dengan menu seblak yang sangat pedas. Visual kerupuk yang kenyal dipadukan dengan warna kuah merah membara sangat efektif menarik perhatian audiens internasional di media sosial. Selain itu, diaspora Indonesia yang semakin kreatif dalam memperkenalkan kuliner lokal turut membawa seblak masuk ke dalam menu restoran Indonesia di luar negeri.
Mengapa Tekstur dan Rasa Seblak Begitu Menarik?
Ada alasan psikologis dan sensorik mengapa seblak begitu diminati. Tren dunia saat ini sedang mengarah pada comfort food yang memberikan sensasi pedas ekstrem namun nagih. Seblak menawarkan tekstur chewy yang mirip dengan tteokbokki dari Korea Selatan, namun dengan profil rasa yang lebih kompleks karena penggunaan kencur dan bawang putih. Bagi warga global, seblak menawarkan pengalaman baru yang menantang adrenalin sekaligus memuaskan rasa lapar dengan harga yang relatif terjangkau.
Dampak Besar pada Industri Kreatif dan UMKM
sumber gambar: ginan perdana via iStock
Popularitas seblak yang mendunia memberikan dampak positif yang nyata bagi industri kuliner tanah air. Permintaan ekspor untuk produk seblak instan meningkat tajam guna memenuhi kerinduan masyarakat Indonesia di luar negeri dan rasa penasaran warga lokal di sana. Banyak UMKM kini mulai melakukan standardisasi produk dengan kemasan yang lebih modern dan tahan lama. Hal ini membuktikan bahwa kuliner tradisional memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan sentuhan inovasi yang tepat sesuai selera pasar global.
Masa Depan Seblak sebagai Ikon Baru Nusantara
Ke depannya, seblak diprediksi akan semakin mapan sebagai salah satu representasi kuliner Indonesia selain rendang dan nasi goreng. Inovasi pada topping dan penyesuaian level kepedasan akan membuat makanan ini semakin inklusif bagi berbagai lidah. Kamu akan melihat seblak hadir dalam berbagai festival kuliner internasional sebagai bukti bahwa kekuatan rasa lokal mampu menembus batas negara. Seblak bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari sejarah baru diplomasi kuliner Indonesia di mata dunia.
Referensi: Sejarah seblak sering dikaitkan dengan tradisi kuliner di wilayah Priangan, Jawa Barat, yang memanfaatkan kerupuk sisa agar tetap bisa dikonsumsi dengan cara direbus dan diberi bumbu pedas.




