Handuk Bayi Cepat Bau dan Lembap? Begini Cara Mengatasinya

Foto: byakkaya/istockphoto
Handuk bayi adalah perlengkapan penting yang digunakan setiap hari, terutama setelah mandi. Sayangnya, banyak orang tua menghadapi masalah handuk bayi yang cepat bau dan terasa lembap meski sudah dicuci. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga berisiko memicu iritasi pada kulit bayi yang masih sensitif.
Bau apek pada handuk biasanya muncul karena sisa air, sabun, dan kelembapan yang terperangkap di serat kain. Supaya handuk bayi tetap bersih, segar, dan aman digunakan, kamu perlu tahu cara merawat dan mengatasinya dengan tepat.
Cara Mengatasi Handuk Bayi yang Cepat Bau dan Lembap
Masalah handuk bayi yang cepat bau sebenarnya bisa dicegah dengan kebiasaan perawatan yang benar. Mulai dari cara mencuci, mengeringkan, hingga pemilihan produk pendukung, semuanya berperan penting menjaga kualitas handuk tetap optimal.
1. Pastikan handuk langsung dikeringkan setelah digunakan
Setelah dipakai mengeringkan bayi, handuk sebaiknya tidak dibiarkan lembap terlalu lama. Handuk yang menumpuk dalam kondisi basah akan menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur penyebab bau.
Biasakan langsung menjemur handuk di tempat yang terkena sinar matahari atau memiliki sirkulasi udara baik. Kalau cuaca tidak mendukung, kamu bisa menggunakan pengering mesin agar handuk benar-benar kering sempurna.
2. Gunakan deterjen yang lembut dan tidak berlebihan
Pemakaian deterjen terlalu banyak justru bisa meninggalkan residu pada serat handuk. Residu ini membuat handuk terasa licin, sulit menyerap air, dan mudah menimbulkan bau.
Pilih deterjen khusus bayi atau deterjen lembut tanpa pewangi menyengat. Dengan takaran yang pas, handuk akan lebih bersih dan tidak menyimpan sisa sabun di dalam seratnya.
3. Pisahkan handuk bayi dari cucian lain
Mencampur handuk bayi dengan pakaian orang dewasa berisiko memindahkan bakteri, kotoran, dan bau tidak sedap.
Selain itu, jenis kain yang berbeda bisa membuat serat handuk bayi cepat rusak. Sebaiknya, cuci handuk bayi secara terpisah agar kebersihannya lebih terjaga. Cara ini juga membantu handuk tetap lembut dan nyaman saat digunakan pada kulit bayi.
4. Hindari penggunaan pelembut pakaian berlebihan
Banyak orang mengira pelembut membuat handuk lebih wangi dan lembut. Padahal, pelembut berlebih dapat melapisi serat handuk sehingga daya serapnya menurun.
Handuk yang kurang menyerap air akan lebih lama kering dan akhirnya mudah bau. Kalau ingin hasil lebih aman, cukup gunakan pelembut khusus bayi dengan jumlah minimal atau bahkan hindari sama sekali.
5. Cuci handuk secara rutin meski terlihat bersih
Meski handuk tampak bersih, bakteri bisa tetap menempel di serat kain. Idealnya, handuk bayi dicuci setiap 2–3 kali pemakaian. Dengan rutinitas ini, handuk akan selalu segar dan tidak menjadi sarang kuman. Jangan menunggu handuk berbau baru dicuci karena itu menandakan bakteri sudah berkembang.
Rekomendasi Perawatan Tambahan agar Handuk Bayi Tetap Segar
Selain memperhatikan cara mencuci dan mengeringkan handuk, kebersihan tubuh bayi juga berpengaruh pada kondisi handuk. Sabun dan sampo bayi yang tepat membantu mengurangi sisa kotoran atau minyak berlebih yang menempel di handuk.



