Cara Menjaga Kualitas Selimut Bayi Agar Tetap Lembut dan Awet

Foto: littlebuff/istockphoto
Selimut bayi merupakan salah satu perlengkapan penting yang digunakan hampir setiap hari. Selain berfungsi untuk menjaga kehangatan, selimut juga memberi rasa nyaman dan aman bagi bayi. Karena sering dipakai, selimut bayi rentan menjadi kasar, berbulu, atau cepat rusak kalau tidak dirawat dengan benar.
Padahal, kualitas selimut sangat berpengaruh pada kenyamanan dan kesehatan kulit bayi yang masih sensitif. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui cara merawat selimut bayi agar tetap lembut dan awet meski digunakan dalam jangka waktu lama.
Cara Menjaga Kualitas Selimut Bayi Agar Tetap Lembut dan Awet
Merawat selimut bayi sebenarnya tidak sulit, tetapi perlu perhatian khusus agar bahannya tetap terjaga. Cara mencuci, mengeringkan, hingga menyimpan selimut akan sangat memengaruhi kualitasnya. Dengan perawatan yang tepat, selimut bayi bisa tetap nyaman digunakan tanpa berubah tekstur. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kualitas selimut bayi.
1. Gunakan Deterjen Khusus Bayi
Langkah pertama yang penting adalah memilih deterjen yang tepat. Selimut bayi sebaiknya dicuci menggunakan deterjen khusus bayi yang lembut dan bebas bahan keras.
Deterjen biasa berisiko meninggalkan residu yang bisa membuat selimut terasa kaku. Selain itu, sisa bahan kimia juga bisa memicu iritasi pada kulit bayi. Dengan deterjen khusus bayi, selimut akan tetap lembut dan aman digunakan setiap hari.
2. Cuci Selimut dengan Air Dingin atau Suhu Rendah
Suhu air saat mencuci selimut bayi juga perlu diperhatikan. Air panas bisa merusak serat kain dan membuat selimut cepat kasar.
Sebaiknya gunakan air dingin atau suhu rendah agar tekstur kain tetap terjaga. Selain itu, mencuci dengan suhu rendah juga membantu warna selimut tidak cepat pudar. Cara ini efektif untuk menjaga selimut tetap awet meski sering dicuci.
3. Hindari Penggunaan Pelembut Berlebihan
Banyak orang mengira pelembut kain selalu membuat selimut lebih lembut. Padahal, penggunaan pelembut berlebihan justru bisa meninggalkan lapisan pada serat kain.
Lapisan ini lama-kelamaan membuat selimut terasa berat dan tidak nyaman. Kalau ingin menggunakan pelembut, pilih yang aman untuk bayi dan gunakan secukupnya. Dengan begitu, kelembutan selimut tetap terjaga tanpa risiko tambahan.
4. Keringkan dengan Cara yang Tepat
Cara mengeringkan selimut bayi juga berpengaruh pada keawetannya. Sebaiknya keringkan selimut dengan cara diangin-anginkan di tempat yang teduh. Paparan sinar matahari langsung terlalu lama bisa membuat kain menjadi kaku.
Kalau menggunakan mesin pengering, pilih mode suhu rendah. Mengeringkan dengan cara yang tepat akan membantu selimut tetap lembut dan tidak mudah rusak.
5. Simpan Selimut di Tempat yang Bersih dan Kering
Setelah selimut bersih dan kering, penyimpanan juga tidak boleh diabaikan. Simpan selimut bayi di tempat yang bersih, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Hindari menyimpan selimut di tempat lembap karena bisa memicu bau tidak sedap dan jamur. Kamu juga bisa melipat selimut dengan rapi agar bentuknya tetap terjaga. Penyimpanan yang tepat akan membantu selimut tetap nyaman digunakan kapan saja.
