5 Kesalahan Memilih Legging Ibu Hamil yang Bikin Tidak Nyaman dan Cara Mengatasinya

Foto: consulgian/istockphoto
Kehamilan membuat tubuh mengalami banyak perubahan, terutama di area perut, pinggul, dan paha. Karena itu, pemilihan pakaian, termasuk legging ibu hamil, tidak bisa disamakan dengan celana biasa.
Banyak bumil merasa cepat pegal, gerah, bahkan sesak hanya karena salah memilih legging. Padahal, legging yang tepat justru bisa membantu aktivitas harian jadi lebih nyaman. Supaya kamu tidak salah pilih, yuk pahami kesalahan yang sering terjadi dan cara mengatasinya.
Kesalahan Memilih Legging Ibu Hamil yang Bikin Tidak Nyaman
Memilih legging saat hamil memang terlihat sepele, tapi dampaknya bisa terasa seharian. Kesalahan kecil bisa membuat perut terasa tertekan, kulit iritasi, atau badan cepat lelah.
Berikut beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan bumil saat memilih legging.
1. Memilih ukuran terlalu kecil karena takut terlihat besar
Banyak ibu hamil tetap memilih ukuran kecil dengan alasan ingin terlihat ramping. Padahal, legging yang terlalu ketat bisa menekan perut dan mengganggu sirkulasi darah.
Akibatnya, kamu bisa merasa tidak nyaman, cepat lelah, bahkan sesak saat bergerak. Idealnya, pilih legging khusus bumil yang mengikuti bentuk perut tanpa memberi tekanan berlebih.
2. Mengabaikan elastisitas bahan legging
Tidak semua legging memiliki daya elastis yang baik. Bahan yang kurang lentur akan terasa kaku saat perut membesar.
Hal ini bisa membuat kamu sulit bergerak dan mudah pegal, terutama saat duduk lama. Legging dengan elastisitas tinggi akan lebih fleksibel mengikuti perubahan tubuh.
3. Salah pilih bahan yang panas dan tidak menyerap keringat
Legging berbahan tebal dan tidak breathable sering membuat bumil cepat gerah. Kondisi ini bisa memicu iritasi kulit, gatal, dan rasa lengket.
Padahal, saat hamil suhu tubuh cenderung lebih hangat. Memilih bahan yang adem dan menyerap keringat sangat penting untuk kenyamanan sehari-hari.
4. Menggunakan legging biasa, bukan legging khusus ibu hamil
Legging biasa tidak dirancang untuk menopang perut yang membesar. Bagian pinggangnya cenderung menekan dan mudah melorot.
Ini membuat kamu harus sering membenarkan posisi celana. Legging khusus bumil biasanya memiliki potongan pinggang yang lebih tinggi dan lembut.
5. Tidak menyesuaikan legging dengan aktivitas harian
Sebagian bumil memakai satu jenis legging untuk semua aktivitas. Padahal, kebutuhan legging untuk tidur, jalan santai, dan aktivitas luar rumah bisa berbeda.
Legging yang terlalu tipis untuk aktivitas aktif bisa terasa kurang menopang. Sebaliknya, legging yang terlalu tebal bisa mengganggu saat istirahat.
Cara Mengatasi Ketidaknyamanan Pakai Legging untuk Ibu Hamil
Foto: TanyaRozhnovskaya/istockphoto
Setelah mengetahui kesalahan yang sering terjadi, sekarang saatnya memahami solusi agar kamu bisa tetap nyaman beraktivitas. Dengan pemilihan yang tepat, legging bisa menjadi pakaian favorit selama hamil.
-
Selalu prioritaskan kenyamanan dibanding tampilan. Pilih ukuran sesuai perubahan tubuh, bahkan kalau perlu satu ukuran lebih besar.
-
Perhatikan bahan legging yang lembut, elastis, dan mampu menyerap keringat dengan baik. Bahan spandex rayon atau campuran premium biasanya lebih nyaman dipakai lama.
-
Gunakan legging yang memang dirancang khusus untuk ibu hamil. Potongan high waist yang menutup perut dengan lembut akan membantu menopang tanpa rasa tertekan.
-
Sesuaikan legging dengan aktivitas harian kamu, baik untuk di rumah, bepergian, maupun bersantai. Terakhir, pastikan jahitan rapi dan tidak kasar agar tidak mengiritasi kulit sensitif bumil.
Untuk kamu yang sedang mencari legging nyaman, Momiasi Celana Legging Ibu Hamil bisa menjadi pilihan karena dirancang dengan potongan khusus perut hamil dan bahan yang fleksibel.
Alternatif lainnya, Mamibelle Lexa Celana Legging Ibu Hamil juga cocok untuk aktivitas harian karena bahannya lembut dan adem.



