5 Tips Menjaga Kebersihan Sikat Gigi Bayi agar Tidak Jadi Sarang Bakteri

Foto: AJ_Watt/istockphoto
Menjaga kebersihan mulut bayi bukan cuma soal rutin menyikat gigi, tapi juga memastikan sikat gigi yang digunakan tetap higienis. Sikat gigi bayi yang tidak dirawat dengan benar bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.
Hal ini tentu berisiko bagi kesehatan gigi dan gusi si kecil yang masih sensitif. Apalagi bayi cenderung memasukkan berbagai benda ke mulut, termasuk sikat giginya. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami cara menjaga kebersihan sikat gigi bayi dengan benar sejak dini.
Tips Menjaga Kebersihan Sikat Gigi Bayi
Merawat sikat gigi bayi sebenarnya tidak sulit, tapi sering kali dianggap sepele. Padahal, kebiasaan kecil ini berpengaruh besar pada kesehatan mulut si kecil.
Dengan perawatan yang tepat, sikat gigi bisa tetap aman digunakan dan tidak menjadi sarang bakteri. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan di rumah secara konsisten.
1. Bilas Sikat Gigi dengan Air Mengalir Setelah Digunakan
Setelah menyikat gigi bayi, pastikan kamu membilas sikat gigi di bawah air mengalir hingga bersih. Sisa pasta gigi dan kotoran yang menempel bisa menjadi media pertumbuhan bakteri kalau dibiarkan.
Gosok perlahan bulu sikat dengan jari untuk memastikan tidak ada sisa yang tertinggal. Hindari merendam sikat gigi terlalu lama karena bisa membuat bulu sikat cepat rusak. Kebiasaan sederhana ini penting untuk menjaga kebersihan sikat gigi setiap hari.
2. Keringkan dan Simpan di Tempat Terbuka
Sikat gigi bayi sebaiknya disimpan dalam kondisi kering dan tidak tertutup rapat. Lingkungan yang lembap bisa memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Letakkan sikat gigi di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan jauh dari toilet.
Kalau menggunakan penutup kepala sikat, pastikan penutup tersebut berlubang agar udara tetap bisa masuk. Penyimpanan yang tepat membantu sikat gigi tetap higienis lebih lama.
3. Jangan Berbagi Sikat Gigi dengan Siapa Pun
Meski terlihat sepele, berbagi sikat gigi bisa memindahkan bakteri dari mulut orang lain ke mulut bayi. Sikat gigi bayi sebaiknya hanya digunakan oleh satu anak dan tidak dipakai bergantian.
Ini termasuk tidak menggunakan sikat gigi bayi untuk membersihkan gigi orang tua. Dengan menjaga sikat gigi tetap personal, risiko penularan bakteri bisa diminimalkan. Kebiasaan ini penting diterapkan sejak bayi agar anak terbiasa hidup bersih.
4. Rutin Mengganti Sikat Gigi Bayi
Foto: Pahis/istockphoto
Sikat gigi bayi idealnya diganti setiap dua sampai tiga bulan, atau lebih cepat kalau bulu sikat sudah melebar. Bulu sikat yang rusak tidak efektif membersihkan gigi dan bisa melukai gusi. Selain itu, sikat gigi yang sudah lama dipakai cenderung menyimpan lebih banyak bakteri.
Mengganti sikat gigi secara rutin membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan saat menyikat gigi. Perhatikan juga kondisi sikat gigi setelah bayi sakit, sebaiknya langsung diganti.
5. Gunakan Pasta Gigi Khusus Bayi
Pemilihan pasta gigi juga berpengaruh pada kebersihan sikat gigi bayi. Pasta gigi khusus bayi biasanya memiliki formula yang lebih lembut dan aman kalau tertelan.
Selain itu, pasta gigi bayi lebih mudah dibilas sehingga tidak meninggalkan residu berlebihan di bulu sikat. Gunakan pasta gigi secukupnya sesuai usia bayi agar sikat gigi tetap bersih. Kombinasi pasta gigi dan sikat yang tepat membuat perawatan gigi bayi jadi lebih optimal.
Rekomendasi Pasta Gigi dan Sikat Gigi Bayi
Untuk membantu kamu menjaga kebersihan sikat gigi bayi dengan lebih maksimal, penting memilih produk perawatan mulut yang tepat sejak awal. Salah satu pilihan yang praktis adalah Mama's Choice Baby Oral Care Bundle - My First Toothbrush (Sikat Gigi Baby) Baby - Kids Toothpaste (Pasta Gigi Baby).
Paket ini dirancang khusus untuk bayi sejak usia dini dengan sikat gigi berbulu lembut yang aman untuk gusi sensitif. Pastanya juga diformulasikan tanpa bahan berbahaya sehingga aman kalau tertelan oleh bayi. Dengan menggunakan produk yang sesuai, kebersihan mulut bayi bisa terjaga tanpa membuat kamu khawatir.


