Pinggang dan Bahu Pegal karena Gendong Bayi? Coba Cara Ini

Foto: geargodz/istockphoto
Menggendong bayi memang jadi momen bonding yang berharga, tapi tidak jarang membuat pinggang dan bahu terasa pegal. Apalagi kalau bayi sudah mulai bertambah berat dan kamu harus menggendongnya cukup lama setiap hari. Rasa pegal ini sering dianggap wajar, padahal kalau dibiarkan bisa mengganggu aktivitas dan kesehatan tubuh kamu.
Untungnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman saat menggendong bayi. Mulai dari teknik menggendong yang tepat hingga memilih gendongan yang lebih ergonomis.
Cara Mengurangi Pegal Saat Menggendong Bayi
Rasa pegal saat menggendong bayi biasanya muncul karena beban tubuh bayi tidak terdistribusi dengan baik. Kalau posisi menggendong salah, tekanan akan menumpuk di satu titik seperti bahu atau pinggang.
Dengan penyesuaian kecil dan kebiasaan yang tepat, kamu bisa mengurangi risiko nyeri tanpa harus berhenti menggendong si kecil. Berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan agar aktivitas menggendong tetap nyaman.
1. Perhatikan Posisi Tubuh saat Menggendong
Pastikan punggung kamu tetap tegak dan bahu tidak terlalu condong ke depan. Hindari membungkuk terlalu lama karena bisa menambah tekanan di area pinggang.
Posisi tubuh yang seimbang membantu otot bekerja lebih ringan. Dengan postur yang benar, rasa pegal bisa berkurang secara signifikan.
2. Jangan Menggendong di Satu Sisi Terlalu Lama
Menggendong bayi hanya di sisi kanan atau kiri secara terus menerus bisa membuat otot bekerja tidak seimbang. Cobalah bergantian sisi agar beban tubuh bayi tersebar merata. Cara ini membantu mengurangi ketegangan pada satu bahu saja. Tubuh kamu pun jadi tidak cepat lelah.
3. Gunakan Gendongan yang Menopang Berat Bayi
Foto: Ljupco/istockphoto
Menggendong bayi dengan tangan saja akan cepat membuat lengan dan pinggang pegal. Gendongan dengan penopang duduk seperti hipseat membantu memindahkan beban bayi ke bagian pinggul. Beban jadi terasa lebih ringan dan stabil. Ini sangat membantu terutama untuk bayi yang sudah mulai berat.
4. Atur Durasi Menggendong dengan Bijak
Kalau memungkinkan, hindari menggendong bayi terlalu lama tanpa jeda. Kamu bisa menurunkan bayi sejenak atau mengganti posisi gendong.
Memberi waktu istirahat pada otot membantu mencegah nyeri berlebihan. Tubuh kamu pun bisa pulih sebelum kembali beraktivitas.
5. Pilih Gendongan yang Bisa Disesuaikan dengan Tubuh Kamu
Setiap orang tua punya postur tubuh yang berbeda. Gendongan dengan tali yang bisa diatur membuat posisi bayi lebih pas di tubuh kamu. Ini membantu distribusi berat yang lebih merata. Hasilnya, rasa pegal bisa diminimalkan meski menggendong cukup lama.
Rekomendasi Hipseat Gendongan Bayi
Kalau kamu sering mengalami pinggang dan bahu pegal, menggunakan hipseat bisa jadi solusi praktis. Hipseat dirancang untuk menopang berat bayi di bagian pinggul sehingga tekanan di bahu dan punggung berkurang. Berikut beberapa rekomendasi hipseat gendongan bayi yang bisa kamu pertimbangkan.
Sakumini Baby Carrier Adjustable Hipseat
Produk ini memiliki desain adjustable yang memudahkan kamu menyesuaikan ukuran dengan tubuh. Bantalan hipseat membantu menopang bayi dengan lebih stabil. Cocok untuk penggunaan harian, baik di rumah maupun saat bepergian.
Honey Boo Gendongan Bayi Depan Gendongan Ollie Baby Hipseat Premium
Hipseat ini menawarkan material yang nyaman dan desain ergonomis. Posisi duduk bayi lebih alami sehingga mengurangi tekanan pada tubuh kamu. Pilihan tepat untuk orang tua yang aktif menggendong bayi dalam waktu lama.
Big Bee Gendongan Hipseat Gendongan Bayi Depan
Dengan desain multifungsi, gendongan ini bisa digunakan dalam berbagai posisi. Beban bayi terdistribusi dengan baik sehingga bahu dan pinggang tidak cepat pegal. Praktis untuk digunakan sehari hari.




