Awas! 3 Essential Oil Populer yang Wajib Dijauhkan dari Bayi dan Balita

sumber gambar: Tatiana Syrikova via pexels
Banyak orang tua mencari cara alami untuk menjaga si kecil, dan essential oil (EO) sering jadi andalan. Tapi, harus diakui, dunia EO untuk anak itu ibarat hutan: banyak kebaikan, namun banyak juga jebakan. Minyak yang ampuh di tubuh orang dewasa, bisa jadi racun tersembunyi bagi anak-anak yang organ dan kulitnya masih sangat sensitif.
Fokus utama keamanan penggunaan EO adalah usia dan kandungan kimia di dalamnya. Ada beberapa minyak wangi yang sangat populer, tetapi wajib dihindari atau dibatasi ketat pada anak di bawah usia tertentu, terutama di bawah usia 6 tahun.
Kelompok Essential Oil Wajib Jauhi Balita
Daftar minyak esensial yang paling sering disalahgunakan karena popularitasnya adalah yang mengandung senyawa 1,8-sineol (eucalyptol) dan mentol.
-
Eucalyptus (Eucalyptus globulus, radiata): Ini adalah EO andalan saat flu. Namun, kandungan 1,8-sineol yang tinggi dapat memicu risiko neurotoksisitas dan memperlambat pernapasan (depresi pernapasan) pada bayi dan balita, terutama jika dioleskan di sekitar wajah atau hidung. Batasi penggunaan hingga anak mencapai usia 6-10 tahun.
-
Peppermint (Mentha x piperita): EO yang segar ini mengandung mentol dalam jumlah besar. Mentol adalah zat kuat yang dapat memperlambat pernapasan dan menyebabkan kejang pernapasan (glottal spasm) pada bayi dan balita jika dihirup langsung atau dioleskan di dada. Sebaiknya hindari hingga anak berusia minimal 6 tahun.
-
Wintergreen (Gaultheria procumbens): Minyak ini mengandung metil salisilat tinggi, yang secara kimiawi mirip aspirin. Penggunaan topikal dalam dosis tinggi bisa berisiko toksisitas serius (keracunan salisilat). Minyak ini adalah larangan mutlak untuk anak-anak, bahkan dalam dosis kecil.


Kenali Batasan Penggunaan Usia
sumber gambar: stock_colors via iStock
Selain yang sudah disebutkan, beberapa EO (Essential Oil) lain seperti Rosemary (Rosmarinus officinalis) dan Kapulaga (Cardamom) juga tinggi 1,8-sineol, sehingga perlu pembatasan penggunaan yang sama, yaitu dihindari untuk anak di bawah 6 tahun.
Ingat, kunci dari aromaterapi yang aman adalah pengenceran dan pemahaman kimia. Untuk anak di bawah 6 tahun, selalu pilih alternatif yang lebih lembut seperti Lavender, Roman Chamomile, Cedarwood, atau Sweet Orange dengan rasio pengenceran yang sangat rendah (0.5% - 1%).
Keselamatan si kecil harus jadi prioritas utama. Dengan mengetahui daftar minyak terlarang ini, orang tua bisa memastikan manfaat terapi aroma tanpa mengorbankan kesehatan buah hati.
Sumber Informasi:
-
Tisserand, R., & Young, R. (2014). Essential Oil Safety: A Guide for Health Care Professionals (2nd ed.). Churchill Livingstone Elsevier.
-
National Association for Holistic Aromatherapy (NAHA) - Safety Guidelines.


