Bayi Rewel dan Susah Tidur? Waspada, Sumbatan Hidung Bisa Jadi Pemicu Infeksi Telinga!

sumber gambar: Phil Nguyen via pexels
Siapa yang tidak panik ketika mendengar tangisan Si Kecil yang terdengar serak, ditambah suara napas 'grok-grok' karena hidung tersumbat? Banyak orang tua sering menganggapnya sebagai flu biasa yang akan sembuh dengan sendirinya. Padahal, pada bayi, hidung mampet adalah masalah besar yang tidak boleh disepelekan.
Bayi secara alami bernapas melalui hidung. Ketika saluran hidung tersumbat, proses krusial seperti menyusu, minum susu, dan tidur menjadi terganggu total. Gangguan ini tidak hanya membuat bayi rewel, tetapi juga bisa memicu masalah kesehatan yang lebih serius jika dibiarkan berlarut-larut.
Komplikasi yang Mengintai
Ada tiga risiko komplikasi utama yang patut diwaspadai:
-
Infeksi Telinga (Otitis Media): Ini adalah komplikasi paling umum. Saluran Eustachius yang menghubungkan hidung dan telinga bayi masih pendek dan horizontal. Ketika ingus menumpuk dan tersedot kembali, lendir mudah masuk ke telinga tengah, menciptakan lingkungan yang sempurna untuk pertumbuhan bakteri. Hasilnya? Infeksi telinga yang menyakitkan.
-
Kesulitan Makan dan Dehidrasi: Bayi tidak bisa bernapas dan menelan secara bersamaan saat hidung mampet. Mereka harus sering berhenti saat menyusu atau minum susu dari botol. Akibatnya, asupan kalori dan cairan berkurang, meningkatkan risiko gagal tumbuh atau bahkan dehidrasi.
-
Gangguan Tidur dan Tumbuh Kembang: Kualitas tidur yang buruk karena sulit bernapas akan memengaruhi produksi hormon pertumbuhan. Bayi akan lebih sering terbangun dan mudah lelah di siang hari. Tidur yang nyenyak adalah kunci tumbuh kembang optimal, dan hidung mampet merusak kunci tersebut.
Kunci Penanganan Cepat
Lantas, apa yang bisa dilakukan? Solusi utama adalah menjaga kebersihan saluran hidung. Sebelum menyedot ingus dengan nasal aspirator (alat penyedot ingus), selalu gunakan larutan saline (air garam fisiologis). Cairan ini membantu mengencerkan lendir kental, membuatnya lebih mudah dikeluarkan dan meminimalisir iritasi.
Menyediakan alat penyedot ingus yang efektif di rumah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Tindakan cepat ini dapat mencegah lendir menumpuk dan menyebar ke area sensitif lain, menjaga bayi tetap nyaman, dan yang terpenting, menjauhkan dari risiko komplikasi serius.



