Si Bulat Renyah Peninggalan Dinasti Han, Mengapa Rice Cracker Begitu Populer di Dunia?

sumber gambar: Joshua Hoehne via unsplash
Siapa sangka, camilan renyah yang sering ditemukan di kemasan modern ini punya sejarah panjang yang berakar kuat di Asia? Namanya Rice Crackers, atau lebih dikenal di Jepang sebagai Senbei. Jauh sebelum menjadi alternatif snack diet, kehadirannya konon sudah tercatat sejak zaman Dinasti Han di Tiongkok kuno. Saat itu, makanan sejenis rice cracker dipercaya disajikan sebagai tanda keramahan bagi tamu.
Perjalanan ke Jepang lah yang membuat rice cracker mencapai popularitasnya. Senbei yang kita kenal hari ini dipopulerkan di periode Edo, khususnya dari Kota Soka, Prefektur Saitama. Awalnya, makanan ini dibuat dari beras yang ditumbuk, dipipihkan, lalu dipanggang dan diberi taburan garam. Belakangan, berkat munculnya pabrik kecap asin di Noda, Senbei rasa shoyu (kecap asin) pun lahir dan menjadi rasa klasik yang dicintai hingga kini.
Rahasia Kenapa Begitu Renyah
sumber gambar: HandmadePictures via iStock
Bukan sekadar nasi yang dikeringkan, proses pembuatan rice cracker modern punya seni tersendiri. Semuanya dimulai dari beras—biasanya beras ketan atau beras biasa—yang dimasak. Setelah itu, adonan nasi yang lengket akan dibentuk, dipipihkan menjadi lembaran tipis, dan dikeringkan.
Bagian paling penting adalah pematangannya. Berbeda dengan kerupuk tradisional Indonesia yang umumnya digoreng, rice cracker (terutama Senbei) dipanggang menggunakan arang atau oven hingga mengembang dan menghasilkan tekstur yang ringan dan crispy sempurna. Setelah matang, barulah diolesi aneka glaze seperti kecap asin dan mirin, atau ditaburi rumput laut (nori) dan rempah pedas (togarashi).
Solusi Ngemil Masa Kini
Kini, popularitas rice cracker melesat bukan hanya karena rasanya yang gurih, tetapi juga karena faktor kesehatan. Ada dua alasan utama mengapa camilan ini dicari banyak orang, termasuk para foodie yang sadar kalori:
-
Bebas Gluten: Karena bahan dasarnya adalah beras, makanan ringan ini secara alami bebas dari protein gluten yang ada di gandum. Ini menjadikannya pilihan aman dan nyaman bagi yang memiliki sensitivitas atau intoleransi gluten.
-
Rendah Kalori dan Lemak: Banyak rice cracker dipanggang (baked) alih-alih digoreng, yang secara signifikan mengurangi kandungan lemak dan kalorinya.
Bentuknya yang pas digenggam juga membuat rice cracker ideal, bahkan untuk camilan pendamping MPASI bayi, karena mudah lumer di mulut dan melatih motorik. Dari camilan para raja hingga menjadi favorit diet modern dan makanan ringan si kecil, rice cracker membuktikan bahwa kesederhanaan beras mampu menciptakan kelezatan yang abadi dan serbaguna.






