Rasa Panas di Kuku Itu Normal? Ini Jawaban Ahli Tentang Keamanan Nail Dryer

sumber gambar: cottonbro studio via pexels
Pernahkah kuku terasa seperti terbakar atau menyengat saat sedang asyik-asyiknya di dalam mesin nail dryer? Sensasi panas yang tiba-tiba ini seringkali membuat panik. Apakah ini normal? Apakah ini sinyal kalau ada yang salah dengan proses manicure atau alat pengeringnya?
Mari kupas tuntas dua kekhawatiran terbesar pengguna nail dryer: risiko sinar dan fenomena rasa panas yang menyengat.
1. Rasa Panas Menyengat (Heat Spike): Sinyal Bukan Bahaya
Sensasi panas yang menusuk, terutama saat kuku baru dimasukkan ke dalam lampu, disebut "heat spike". Ini adalah hal yang umum terjadi, tetapi bukan berarti harus diabaikan.
-
Penyebab Kimia: Heat spike bukan disebabkan oleh panas dari lampu, melainkan dari proses kimiawi di dalam gel polish itu sendiri. Ketika sinar UV atau LED menyentuh gel, terjadi proses pengerasan yang cepat (polimerisasi). Proses ini bersifat eksotermik, yang artinya melepaskan panas.
-
Mengapa Terasa Panas?: Rasa panas jadi menyengat ketika panas dilepaskan terlalu cepat, terutama pada lapisan base coat atau builder gel yang formulanya lebih kental. Panas ini terperangkap di antara kuteks dan kuku, sehingga kuku—yang merupakan konduktor panas—merasakan sengatan.
Apa yang Harus Dilakukan?
Jika heat spike terjadi, jangan ditahan! Segera tarik tangan keluar dari dryer selama beberapa detik, lalu masukkan kembali. Menahan rasa panas bisa berpotensi merusak lapisan kuku. Untuk mencegahnya, selalu oleskan gel dalam lapisan yang sangat tipis.
2. Isu Sinar UV: Menjawab Kekhawatiran Kanker Kulit
sumber gambar: isayildiz via iStock
Kekhawatiran utama lainnya adalah paparan sinar UV yang identik dengan penuaan dini dan risiko kanker kulit. Wajar jika muncul keraguan karena nail dryer memang menggunakan sinar UV/LED.
-
Pernyataan Ahli: Berdasarkan studi dari dermatolog, paparan sinar UV dari mesin nail dryer secara umum dianggap berisiko rendah dibandingkan dengan paparan matahari sehari-hari atau penggunaan alat tanning bed. Waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan gel hanya sebentar (30-120 detik per lapis) dan intensitas sinarnya relatif rendah.
-
LED Lebih Baik?: Lampu LED memang dianggap lebih aman karena memancarkan gelombang cahaya yang lebih spesifik dan waktu pengeringan yang sangat singkat. Namun, lampu LED tetap memancarkan radiasi UV, hanya saja dosisnya lebih minimal.
Langkah Anti Khawatir: Kuku Cantik, Tangan Terlindungi
Walaupun risiko nail dryer tergolong rendah, kita bisa mengambil langkah preventif ekstra agar hati tenang:
-
Gunakan Sarung Tangan UV: Pilih sarung tangan yang hanya menyisakan celah di bagian kuku. Ini adalah cara paling efektif untuk melindungi seluruh kulit tangan.
-
Tabir Surya di Tangan: Oleskan tabir surya SPF 30+ pada punggung tangan sekitar 20 menit sebelum sesi manicure.
-
Utamakan LED: Jika sering melakukan gel manicure sendiri, pertimbangkan investasi pada nail dryer LED untuk meminimalkan durasi paparan sinar.
Kesimpulannya, rasa panas di kuku memang terjadi, tapi itu sinyal kimiawi, bukan sinyal bahaya serius—asalkan segera ditarik. Sementara itu, risiko kesehatan dari sinar UV bisa diatasi dengan perlindungan sederhana. Jadi, manicure di rumah tetap aman dan menyenangkan!



