Jangan Sampai Kuku Gel Jadi Bencana! 5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Nail Dryer

sumber gambar: Maria Lupan via unsplash
Pernah merasa kuku gel di rumah hasilnya tidak semaksimal di salon? Atau yang lebih parah, sudah capek-capek mengoles, tahu-tahu kuteksnya mudah mengelupas dan mengkerut?
Seringkali, masalahnya bukan pada kualitas kuteks atau mesin pengeringnya (nail dryer), tapi pada cara pemakaian. Proses pengeringan adalah kunci keberhasilan gel manicure. Nah, inilah 5 jebakan yang paling sering dilewati para pemula, bahkan yang sudah sering manicure sendiri.
1. Lapisan Kuteks Terlalu Tebal
Ini adalah kesalahan klasik. Karena ingin cepat selesai, satu lapisan kuteks dioleskan tebal-tebal. Padahal, gel polish bekerja melalui proses polimerisasi, di mana sinar UV/LED harus bisa menembus hingga ke lapisan terdalam.
Jika terlalu tebal, lapisan luar akan mengeras, tapi bagian dalamnya (yang paling dekat dengan kuku) masih lembap. Hasilnya? Kuteks jadi cepat mengelupas dan terlihat mengkerut. Kuncinya, selalu oles tipis, tipis, dan merata dalam 2–3 lapisan.
2. Jempol Tidak Mendapat Cahaya yang Adil
Saat memasukkan tangan ke dalam nail dryer, sering kali posisi keempat jari (telunjuk sampai kelingking) sudah lurus dan menghadap ke atas. Namun, posisi jempol sering terpinggirkan atau miring ke samping.
Padahal, agar gel kering sempurna, cahaya dari lampu harus menyinari permukaan kuku secara tegak lurus. Jika jempol miring, hanya sebagian yang kering. Solusinya, keringkan keempat jari dulu, lalu keringkan kedua jempol secara terpisah dengan posisi lurus menghadap lampu.
3. Salah Memilih Waktu Pengeringan (Timer)
Setiap merek gel polish dan jenis dryer memiliki rekomendasi waktu yang berbeda. Ada yang 30 detik, 60 detik, bahkan 120 detik. Jangan pernah menganggap semua gel sama!
Mengeringkan terlalu cepat membuat gel belum terpolimerisasi sepenuhnya, gampang penyok, dan tidak awet. Sebaliknya, mengeringkan terlalu lama malah bisa membuat kuku terasa panas menyengat (heat spike), terutama pada base coat. Selalu ikuti panduan waktu yang tertera pada botol kuteks gel.
4. Membersihkan Sticky Layer Terlalu Cepat
Setelah gel kering, seringkali ada lapisan lengket di permukaan kuku (disebut inhibition layer atau sticky layer). Kesalahan fatalnya adalah langsung membersihkan lapisan ini (biasanya pakai alkohol/pembersih cleanser) setelah lapisan kedua atau ketiga.
Lapisan ini justru penting untuk membantu melekatkan lapisan gel berikutnya. Lapisan lengket hanya boleh dihapus setelah lapisan top coat selesai dikeringkan dan proses manicure sudah benar-benar final.
5. Mengira Nail Dryer UV & LED Itu Sama
Pengering kuku ada dua jenis: UV dan LED.
-
UV bisa mengeringkan hampir semua jenis gel, namun butuh waktu lebih lama (sering 120 detik) dan bohlamnya harus diganti berkala.
-
LED jauh lebih cepat (30–60 detik), tapi hanya bisa mengeringkan gel polish yang khusus berlabel “LED Curable.”
Memakai gel yang berlabel UV di mesin LED, atau sebaliknya, seringkali membuat kuteks tidak kering sempurna. Pastikan jenis gel polish dan jenis nail dryer yang digunakan sudah kompatibel untuk hasil yang profesional.
Dengan menghindari 5 kesalahan ini, gel manicure di rumah pasti bisa awet, cantik, dan terlihat seperti baru keluar dari salon!



